January 10, 2013 1

Tidak Seharusnya Sekolah Itu Mahal

By in catatan hari ini

Awal pekan ini banyak media memberitakan mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi mencabut status RSBI/SBI karena dianggap tidak sesuai dengan konstitusi, monggo dibaca sendiri beritanya, salah satunya disini. Saya termasuk yang senang dengan adanya putusan itu.

RSBI, Rintisan Sekolah Bertaraf Intenasional, SBI, Sekolah Bertaraf Internasional.  Apa iya kita perlu membuat standar baru, yaitu standar internasional ? Memangnya pendidikan di negeri ini sudah merata dan terjangkau sampai seluruh pelosok NKRI. Apakah sudah sama kualitas pendidikan di DKI Jakarta dengan di Papua atau Aceh ? Kalau pertanyaan ini belum bisa terjawab, berarti bisa dikatakan standar nasional saja belum dapat dipenuhi, ini kok malah coba-coba bikin kasta baru, sekolah standar internasional. Lalu seperti apa sih sekolah bertaraf internasional itu ?

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

November 12, 2012 2

Saat tua nanti

By in tanya

Anak muda di kota. Orang tua di desa. Kota adalah arena pertempuran, sementara desa adalah tempat peristirahatan. Menikmati sisa hidup, mengisi hari tua, mengenang masa-masa keemasan.

Mungkin juga ada yang mengartikan desa sebagai tempat bagi orang-orang yang sudah tidak mampu bersaing di tengah ganasnya kota. Seleksi alam, yang tak mampu bertahan harus minggir atau akan terlindas oleh kekejaman kota. 

Sekarang, saat kita masih muda, dengan ego anak muda berusaha untuk berjuang mencapai apa yang kita inginkan. Iya, kita mencari apa yang kita inginkan. Apa itu ? Kadang kita tak tahu apa yang kita cari. Sekedar menunjukkan entah kepada siapa bahwa kita ini masih muda. Layak dan masih sanggup bertempur adu sikut di kota.

Kota semakin lama semakin sempit, jangankan berebut nafkah, berebut oksigen pun semakin susah.

Desa terasa makin sepi karena dtinggalkan oleh anak-anak muda, yang tersisa hanya kaum tua, Diantaranya ada yang memang memilih untuk menetap di desa menikmati akhir masanya, ada pula yang tersingkir dari persaingan di kota terpaksa hidup di desa.

Kelak saat tua nanti kita akan menjadi yang mana ?

Tags: , ,

September 24, 2012 2

Rayya, Cahaya di Atas Cahaya

By in nonton film

Sebelumnya saya tak tahu banyak tentang film ini. Satu hal yang saya baca, itupun sekilas bahwa film Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya ini menyuguhkan pemandangan-pemandangan yang begitu indah. Hanya itu saja.

Awalnya Jum’at kemarin, sepulang kerja, saya dan istri berniat menonton Ted, tapi akhirnya berubah menjadi nonton Rayya ini. Masuk di studio ternyata sampai film diputar pun, kalau dijejerkan dalam sebaris kursi di dalam studio mungkin saja tidak sampai terisi penuh. Sayang sekali. Padahal ini film yang sangat bagus, mata saya tidak hanya dimanjakan oleh pemandangan-pemandangan indah di sepanjang film yang berdurasi nyaris 2 jam ini. Terutama pemandangan & budaya khas Jawa. Dari film ini kita diingatkan Jawa itu cantik, apalagi Indonesia ya ?

Dari film ini seakan-akan kita diajak menyusuri pulau Jawa, dari Jakarta, Indramayu, Salatiga, Ambarawa, Magelang, Pati, Lasem, Kawah Ijen Bondowoso, Jombang, Tuban, Banyuwangi hingga Bali, dan tak hanya itu kita juga dapat merasakan perjalanan batin kedua tokoh utama dalam film ini dalam membebaskan diri mereka dari masa lalu masing-masing.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,

September 14, 2012 4

Kalau Sudah Duduk Lupa Berdiri

By in catatan hari ini

Tadi pagi berangkat dari rumah masih jam 5 lewat, sampai stasiun kebagian kereta pagi jurusan Bogor – Jatinegara. Kalau masih jam-jam sgitu sih gerbong masih lumayan longgar tapi sudah tidak ada kursi kosong, terpaksa harus berdiri. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan kursi di dalam KRL itu mungkin ndak kalah tinggi dibandingkan dengan perebutan kursi wakil rakyat *lebay*

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,