February 18, 2008 0

sebuah pertengkaran

By in catatan hari ini

Saya termasuk type orang penghindar masalah, seseorang yang selalu berusaha sedapat mungkin untuk tidak berpapasan dengan yang namanya masalah. Saya tidak menyukai yang namanya pertengkaran, saya pikir untuk apa bertengkar kalau masalah itu bisa diselesaikan dengan cara yang tenang? Dan yang lebih saya takutkan dari efek samping dari pertengkaran itu adalah permusuhan. Itu yang menjadi momok bagi saya selama ini. Bagi saya, sulit sekali berbaikan setelah bertengkar, memulai sebuah dialog ringan setelah beradu urat leher.

Beda lagi dengan dirinya, orang yang kerap kali merasa saat sebuah hubungan tak ada gejolak dalam bentuk pertengkaran, maka otomatis di kepalanya timbul pemikiran bahwa disitu ada yang tidak beres, ada masalah disitu. Dan tak jarang saya berpikir bahwa dirinya mencari-cari masalh untuk bahan bertengkar. Yang akhirnya toh kami bertengkar juga, saya terpancing perangkapnya, hahahahaha…. dan saya sudah tak bisa menghindarinya lagi. Mencoba sedapat mungkin untuk bertengkar secara profesional, untuk tetap berada pada ring pertengkaran, tanpa perlu membawa apapun yang ada di luar ring. Dan ternyata, pertengkaran itu tidak lah melulu berkonotasi negatif. Karena di saat pertengkaran itu terjadi, disitulah kedua pihak dalam kondisi begitu terbuka, saling mengungkapkan apa yang tidak disukai, apa yang menyebalkan dan menjengkelkan, dan alhamdulillah pertengkaran itu tak pernah dan semoga tidak pernah memakan waktu yang lama. Lalu, kami pun mesra kembali, akur lagi, saling ledek lagi, dan yang pasti terasa makin lebih dekat dan lebih mengenal lagi.

Pertengkaran, meski saya tahu ada sisi positif dari pertengkaran-pertengkaran itu, tapi tetap saja saya punya rasa khawatir bila saya harus bertengkar. Khawatir bahwa pertengkaran itu akan sampe terbawa ke luar ring. Kalau sudah seperti itu tentu sulit kan untuk melakukan sebuah pertengkaran yang objektif pada masalah yang dipertengkarkan ?

Leave a Reply