entah ini hanya halusinasi atau perasaan saya saja, semakin lama waktu terasa berjalan semakin cepat, dan mimpi-mimpi itupun makin mendekati deadline-nya. sementara saya sendiri masih saja berkutat disini-sini saja, dan kesadaran akan hal tersebut betul-betul menguras energi. tampak tenang di luar, sementara kepanikan merajalela di dalam, mencoba bermain strategi, memutar susunannya, menukar urutannya, atau menyisihkan mimpi-mimpi itu. karena begitu banyak mimpi yang terbentuk selayaknya meniupkan setetes air sabun yang kemudian menjadi puluhan bahkan ratusan gelembung udara. tapi tentu saja saya tak mau mimpi-mimpi itu bernasib sama dengan gelembung udara dari sabun itu yang setelah beberapa saat mengudara lalu pecah tanpa bekas bercampur udara.
tapi saya toh tetap saja masih seperti anak-anak yang bermain gelembung udara dari sabun itu, saya masih senang bermimpi sebanyak gelembung-gelembung itu.

semangat, her! mimpi2 itulah yang membuat kita tetep hidup sampe sekarang, kan?
lha, komen apa aku tadi, yak? huhuhu….