clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

sinetron, kontes, debat

8 comments

Stasiun-stasiun televisi di negeri ini cukup cepat tanggap, cukup kreatif menciptakan acara-acara baru, tapi sayangnya kok bagi saya tetap kurang memberi manfaat. Setelah banjir sinteron, berganti ke acara kontes-kontesan, sekarang banyak disiarkan acara debat-debatan. Mungkin ini sekedar pengen menunjukkan, ini loh bukti negera kita adalah negara yang demokratis. Hampir tiap hari saya nemu acara macem begini. Tapi kok saya cenderung menilai bahwa acara debat semacem itu tidak berguna sama sekali, buang-buang energi tanpa solusi. Dan yang lebih bikin saya merasa iritasi lagi adalah pihak-pihak yang sengaja “diadu” dalam acara perdebatan itu. Yang satu pihak yang konon menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, dan yang satu lagi adalah pihak yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan HAM. Pihak yang bagi saya pribadi punya lajur masing-masing, dan saat diadu, keduanya tak akan pernah menemukan titik temu. Apalagi ditambah dengan moderator yang lebih cenderung berperan sebagai provokator untuk bergantian saling memanasi pantat kedua pihak yang berdebat.  Terbakar lah sudah.

Bagi saya pribadi, acara semacem ini kok ya nambah meperuncing yang namanya perbedaan. Ngotot-ngototan merasa dirinya paling benar, tapi toh ujung-ujungnya di akhir acara saling salam-salaman, pelukan, cuma itu solusinya? Hey, apa gunanya ngotot-ngotot? ngomong sampe muncrat-muncrat kalo hasilnya cuma salaman dan peluk-pelukan? Bayangkan coba, setelah emosi kita dipanas-panasi dengan menyaksikan acara semacem itu, terus menemukan ending sekedar peluk cium? Betul-betul anti-klimaks. Kecewa saya. Coba sekalian jambak-jambakan, jotos-jotosan, pasti ratingnya tinggi tuh.

Sayang sekali saya ini tergolong manusia yang benci tapi selalu rindu pada sebuah kotak yang bernama televisi. Kalau tidak tentu saya sudah berhenti nonton televisi.

Written by clingakclinguk

September 18th, 2008 at 7:20 pm

Posted in catatan hari ini

Tagged with ,

8 Responses to 'sinetron, kontes, debat'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'sinetron, kontes, debat'.

  1. hehehe, bikin esmosi jiwa yak? tapi berhubung dirimu terlanjur memiliki hubungan bencibenci tapi rindu dengan si kotak, diriku mengucapkan, selamat menikmati, sambil misuhmisuh *haiyah* :-D

    eva

    18 Sep 08 at 9:21 pm

  2. kek nya semalem nonton acara itu nih…
    di tipiwan saya juga nonton sebentar…..

    entahlah pak….

    udin

    19 Sep 08 at 7:40 am

  3. Ah. Sejak debat kusir dengan pengajar di kelas percakapan minggu kemarin, saya jadi ngga suka perdebatan yang macam gitu. Berbicara dengan orang yang berada pada path yang berbeda itu sudah susah, berdebat apalagi. Malas sekali rasanya berkonflik karena hal kecil seperti apakah lebah punya otak (it’s ganglion.. not brain.. but whatever. )

    Masalahnya, siapa pula yang menjamin bahwa setelah itu tidak akan ada kemarahan yang tertinggal di hati orang-orang yang berdebat itu?

    Ada yang pernah nonton Battle of Wits belum? Saya cuma sekali, sih. Tapi kayanya better.. At least they spoke in English. In amazing speed (berapa wpm-word per minute- ya? :roll: )Entahlah. *shrug*

    chang'e

    19 Sep 08 at 8:16 am

  4. @ eva : yaps, betul, esmosi jiwa, sambil nonton slalu bilang : cakar !!!, jambak rambutnya !!! ngeri kalo sambil nonton pegang sesuatu, soalnya hasrat untuk melemparnya ke tv sangat tinggi, hehehehe….

    @ udin : sebenernya bukan cuma itu sih, di stasiun lain juga ada, dimana sih ada acara yang benar2 hanya dimiliki oleh 1 stasiun tv di negeri ini, tergantung jenis acara apa yang lagi booming ajah.

    @ chang’e : berdebat untuk sesuatu yang pathnya beda itu hanya buang-buang energi. Battle of Wits, hahahaha…saya suka acara itu, meski saya pikir mereka cukup “gila” dengan berdebat in english, sedangkan saya mau nulis dan ngomong aja masih mikir-mikir apakah tensesnya bener atau salah. Eh, masih ada ga sih acara itu? di TVRI kan?

    heri

    19 Sep 08 at 8:54 am

  5. yups setuju, keren ya *^ ^*
    ngga tau itu acara masih ada apa nggak.. jarang nonton teve soalnya :P

    haduh-haduh.. pak heri.. bahaya ini kalo beneran tevenya sampe dilempari barang-barang :lol:

    chang'e

    19 Sep 08 at 6:38 pm

  6. Acara televisi saat ini sebenarnya kurang berkualitas, lebih banyak menonjolkan karakter yang berdampak buruk daripada memberi contoh yang baik…

    menonton berita di televisi pun sama saja, informasi yang diberikan selalu memojokkan satu pihak, padahal sebagai sarana informasi, berita di televisi seharusnya menampilkan sesuatu tanpa harus ikut-ikutan menilai siapa yang patut disalahkan atau dibenarkan…

    daripada menonton debat2 yang hanya mempertunjukkan kehebatan orang dalam berbicara, daripada menonton sinetron yang akhirnya pasti berakhir bahagia…mending nonton national geography yang ngasi kita banyak wawasan tentang alam…

    mymoo

    20 Sep 08 at 9:07 am

  7. nonton pameran aja her…

    -hayah-

    iya tuh, kalo debatnya konstruktif, nemu solusi gitu nggak apaapa.
    tiap kali debat sampe hampir jotos2an, tapi akhirnya nemu pencerahan.
    nah ini nggak tiap kali selesai, udah…
    nggak ada ujungnya.
    terakhiri tapi nggak terselesaikan…

    flowflow

    20 Sep 08 at 1:49 pm

  8. tapi saya kok suka ya liatnya? daripada nonton sinetron gitu. tapi kalo ada bola ya mending nonton bola, hehehehe

    tipi saya masih jarang digunakan.

    dyra

    23 Sep 08 at 2:42 pm

Leave a Reply

CommentLuv Enabled