clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

Archive for September, 2008

sinetron, kontes, debat

8 comments

Stasiun-stasiun televisi di negeri ini cukup cepat tanggap, cukup kreatif menciptakan acara-acara baru, tapi sayangnya kok bagi saya tetap kurang memberi manfaat. Setelah banjir sinteron, berganti ke acara kontes-kontesan, sekarang banyak disiarkan acara debat-debatan. Mungkin ini sekedar pengen menunjukkan, ini loh bukti negera kita adalah negara yang demokratis. Hampir tiap hari saya nemu acara macem begini. Tapi kok saya cenderung menilai bahwa acara debat semacem itu tidak berguna sama sekali, buang-buang energi tanpa solusi. Dan yang lebih bikin saya merasa iritasi lagi adalah pihak-pihak yang sengaja “diadu” dalam acara perdebatan itu. Yang satu pihak yang konon menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, dan yang satu lagi adalah pihak yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan HAM. Pihak yang bagi saya pribadi punya lajur masing-masing, dan saat diadu, keduanya tak akan pernah menemukan titik temu. Apalagi ditambah dengan moderator yang lebih cenderung berperan sebagai provokator untuk bergantian saling memanasi pantat kedua pihak yang berdebat.  Terbakar lah sudah.

Bagi saya pribadi, acara semacem ini kok ya nambah meperuncing yang namanya perbedaan. Ngotot-ngototan merasa dirinya paling benar, tapi toh ujung-ujungnya di akhir acara saling salam-salaman, pelukan, cuma itu solusinya? Hey, apa gunanya ngotot-ngotot? ngomong sampe muncrat-muncrat kalo hasilnya cuma salaman dan peluk-pelukan? Bayangkan coba, setelah emosi kita dipanas-panasi dengan menyaksikan acara semacem itu, terus menemukan ending sekedar peluk cium? Betul-betul anti-klimaks. Kecewa saya. Coba sekalian jambak-jambakan, jotos-jotosan, pasti ratingnya tinggi tuh.

Sayang sekali saya ini tergolong manusia yang benci tapi selalu rindu pada sebuah kotak yang bernama televisi. Kalau tidak tentu saya sudah berhenti nonton televisi.

Written by clingakclinguk

September 18th, 2008 at 7:20 pm

Posted in catatan hari ini

Tagged with ,

Pakdhe, angpawnya donk…

17 comments

Tadi mampir ke blognya pak sastro a.k.a Kugelfang a.k.a KGF, baca postingannya tentang persiapan mudik lebaran. Salah satu yang perlu disiapin adalah angpaw. Dan saya baru sadar, saya sudah mempunyai beberapa orang keponakan, hmmmm…..saya ingat-ingat dulu berapa ya jumlah keponakan saya? Hah? kalau ga salah hitung ternyata sudah 7 orang. Banyak juga yah. Sudah lama tidak berkunjung ke Lumajang, sebagaian besar saya belum tahu wajah-wajah keponakan saya itu. Ah, akhirnya nanti saya bakal dikenalkan dengan embel-embel Pakdhe di depan nama saya :-) Tapi kok rasanya gelar itu ketuaan bagi saya *halah* Enaknya dipanggil apa ya? Panggilan Om, saya tidak suka, otak saya seringkali otomatis berkonotasi negatif kalo denger kata Om. Ada ide?

Padahal dulu waktu masih kecil senang sekali ke Lumajang pas lebaran. Alasannya ya karena di saat itulah hampir seluruh keluarga besar bapak-ibu saya berkumpul. Dengan memiliki 3 pasang kakek-nenek saja itu sudah memberikan pemasukan yang lumayan, maklum merekalah donatur angpaw terbesar saya, hahahaha…..apalagi saat itu saya masih cucu satu-satunya. Belum lagi dari para paklik dan bulik. Masa-masa itu sudah berlalu. Sekarang, yang tersisa tinggal 2 orang nenek, tapi bertambah precil-precil itu. Ternyata sudah tiba giliran saya untuk jadi donatur angpaw buat keponakan-keponakan.

Ngetik postingan ini kok ya bikin makin tidak sabar untuk segera ketemu mereka. Sekaligus deg-degan juga, hehehehe….. deg-degannya lebih dikarenakan kagok kalo dipanggil Pakdhe betulan, hihihihi….

Written by clingakclinguk

September 17th, 2008 at 5:16 pm

Posted in catatan hari ini

Tagged with , ,

A Man Once A Superman

15 comments

A Man Once A Superman

Akhirnya nemu lagi film korea yang dibintangi oleh aktris cantik ini. Awalnya sih saya pikir ini adalah film Superman versi Korea. Ternyata dugaan saya salah, dengan ide cerita yang unik, dan unpredictable. Bahkan untuk menontonnya diperlukan konsentrasi penuh, karena jika kelewat sedikit saja, kita akan dibingungkan oleh mana yang merupakan adegan nyata di film itu dan mana yang merupakan imajinasi dari tokoh dalam film.

Film ini bercerita tentang seorang pria yang mengaku bahwa dirinya adalah sang superhero dengan huruf S di dadanya, Superman. Tapi saat ini dia kehilangan kekuatan supernya .Meski tanpa kekuatan super, sang pria tetap bertingkah seolah dirinya adalah superhero, misalnya dengan cara menolong nenek-nenek menyeberang di jalan raya, mengejar copet, membantu mengangkat barang, dan dia juga sangat peduli dengan lingkungan hidup. Suatu ketika dia melakukan hand-standing di tengah jalan, lalu ketika ditanyai sedang melakukan apa, dia pun menjawab bahwa dia sedang berusaha mendorong bumi agar jaraknya tidak makin mendekat dengan matahari. Sementara Jun Ji Hyun berperan sebagai seorang pembuat film dokumenter. Dia merekam segala aktivitas dari sang “superhero.” Beberapa kali sang superhero mengalami serangan sakit kepala yang amat sangat. Dia mengaku bahwa di kepalanya tertanam kryptonite, itulah yang menyebabkan Superman kehilangan kekuatan supernya.  Dan Jun Ji Hyun pun membawanya ke rumah sakit untuk memeriksakannya. Ternyata benar, ada sesuatu di dalam tengkorang sang “superhero”. Tapi apakah benar benda itu adalah bongkahan kryptonite? silakan menontonnya sendiri ya, hehehehe…. :-)

Ini adalah sebuah film dengan cerita yang lugu namun cukup menggugah, sebuah film yang mengingatkan kita bahwa setiap manusia itu bisa menjadi pahlawan bagi orang-orang di sekitarnya meskipun tanpa kekuatan super seperti yang dimiliki Superman. 

Strength doesn’t open big iron doors, but a small key does.

Kekuatan tidaklah dapat membuka sebuah pintu besi yang besar, namun dengan sebuah kunci kecil. Setiap orang mempunyai kunci itu, dan dengan kunci itulah kita membuka pintu masa depan.

 

 

gambar didapat dari : koreanmovie.com

Written by clingakclinguk

September 15th, 2008 at 10:14 am

Posted in catatan hari ini

Tagged with , , ,