nasib pelayan

Posted by on 28/11/2008

Bekerja di instansi yang bergerak di bidang pelayanan publik memang sering makan ati. Banyak menerima komplain, dan tak jarang bukan cuma komplain alias uneg-uneg, tapi merekanya marah-marah bahkan makian. Ya tentu mereka juga marah-marahnya ada sebab musababnya, tapi seringkali kemarahan mereka tidak pada tempatnya dan menurut saya agak berlebihan.

Sudah umum kan kalau seringkali surat tagihan itu seringakali datang telat sementara sebenarnya kita sendiri sudah melunasi tagihan tersebut tanpa menunggu ditagih. Itu bisa terjadi pada tagihan kartu kredit, tagihan telepon pasca bayar, dan lain-lain. Dan kita dapat mengabaikan surat tersebut, atau kalau mau berbaik hati kita dapat menyampaikan konfirmasi bahwa kita sudah melunasi tagihan tersebut sebelum surat tagihan itu sampai di tangan kita dengan menyertakan bukti pembayarannya. Tapi masih saja ada yang ngedumel udah bayar kok masih tetap ditagih sih? Dan menganai kenapa hal semacam ini bisa terjadi itu dikarenakan bank-bank tempat mereka membayar tagihan itu belum melakukan rekonsiliasi dengan pihak kami di kantor pusat sehingga kami tidak dapat serta merta mengubah status tagihan Anda dari belum lunas menjadi lunas. Nah data pembayaran yang sudah direkonsiliasi itu baru ditransfer ke kantor kami. Sementara, pencetakan surat himbauan pelunasan ataupun surat tagihan itu dilakukan di kantor kami berdasarkan data yang telah tersimpan pada server kami. Jadi otomatis kejadian seperti pembayaran yang telah lunas masih tetap ditagih itu masih akan cukup sering terjadi. Jadi harap maklum, saya harap Anda tidak perlu menanggapi surat tagihan itu dengan emosi lagi.

Saking seringnya menerima komplain plus marah-marah, saya jadi lebih siap untuk menerimanya saat mengangkat telepon dibandingkan dengan kata-kata lembut dari masyarakat yang bertanya dengan sopan dan mengakhiri pembicaraan dengan ucapan terima kasih. Sungguh menyejukkan hati. Saya sering merasa bersalah lantaran udah pasang ancang-ancang dan berprasangka buruk duluan kepada mereka. Maafkan saya.

Saya, secara pribadi ingin bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dan saya yakin instansi tempat saya bekerja pun demikian. Kami akan terus berusaha memperbaiki pelayanan kami sehingga bisa memberikan kemudahan masyarakat.

0 Responses to nasib pelayan

  1. diah

    yang sabar ya pak..

    yang lebih sedih itu aku, dimarahin dan dimusuhin teman-teman sendiri karena posisiku sebagai pelayan para pegawai. yang sabar ya diah… :)

  2. udin

    saya juga sering menerima hal serupa.
    dan makasih ya dah share ttg rekon ituw…
    baru tau saya..
    hahahahahaha

  3. Istantina

    Terimakasih..

    Maturnuwun..

    Thank you

    Danke..

    Aturnuhun..

    Xie xie…

    Gimana udah sejuk kan?

  4. flowflow

    *sayup sayup terdengar mars pajak*

    good luck for today her!!

  5. ranny

    hihih kadang juga diriku gituh kalo diriku lagi trima telpon..ngomong na yang keras2 gitu ga ada terima kasih tapi kita harus tetep senyum ga ikut marah2 jugaaa
    kita juga kan manusiaaaa huhu huh

  6. chang'e

    Harusnya tulisan Pak Her, Bang Pay, yg bahas masalah seperti ini dan memberi keterangan dgn cara yg mudah dimengerti dan diterima itu, dmasukin aja ya ke websitenya DJP, hehehe.. Jadi WP-nya ngerti.

    Menanggapi dengan ancang” dimarahi dan prasangka buruk, saya juga familier dgn perasaan itu. Belum lagi pertanyaan yg jawabnya sama setiap hari. Macam kaset rekaman saja saia ni, hehehe.

    Ah, rutinitas.

    Jadi inget, kemarin baru belajar rekonsiliasi bank :) Ini ya contoh nyatanya. Smangad Pak Heri..! Diah juga :D

  7. dyra

    ooow, pencetakan surat teguran sekarang pindah ke PDI ya? *manggut-manggut*

    aku taunya dulu di Penagihan. hahaha

    dan sering dimarahin juga.

    emang harus sabar… penuh kesabaran.
    *ngomong apa diriku*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>