ku merenung, ku merenung \ kenali hati \ ku melaju, ku melaju \ menyelami hati \ aku tahu siapa aku, sebenarnya \ aku hanya seorang manusia belaka \ ku merenung, ku merenung \ kenali hati\ ku terhanyut, ku terhanyut \ menyelami hati \ yang penuh dengan kesalahan dan kelemahan \ di dalam diriku \ yang penuh dengan kegelapan dan terang di dalam \ diri dan jiwaku
Archive for December, 2008
manusia yang sama

Hingga detik ini, tak pernah sekalipun terucap pernyataan sayang diantara kami berdua.Tak pernah bertukar kata rindu satu sama lain. Bahkan dia tak pernah mempertanyakan apakah aku menyayanginya? Apakah aku merindukannya saat ini? Tapi aku yakin, aku tahu, dia menyayangiku, dia akan selalu merindukanku. Begitu pula sebaliknya. Kami berdua adalah manusia yang sama, sudah tentulah kami sama, karena aku dikandung dan dilahirkan dari rahim yang sama.
Bu, terima kasih atas segala bentuk cinta dan rindumu yang tak pernah terucap.
*gambar hasil googling dan ditemukan disini, maaf karena menampilkan disini tanpa ijin terlebih dahulu.
cukup simpan sekeping saja
Gayung pun bersambut. Rasanya ungkapan ini cukup mewakili, dimana tadi siang saya posting mengenai sekolah gratis beneran terus pas nge-plurk ketemu link postingannya hanny yang berisi polling tentang kemana perginya uang logan anda selama ini ? Setelah saya membaca postingan tersebut dan ikut mengisi pollingnya saya kepikiran, hmmm….jangan-jangan akan ada semacem gerakan berkenaan dengan uang logam yang sering abaikan selama ini. Dan sore ini, lagi-lagi dari plurking, saya menemukan jawabannya. Ternyata benar. Ini jawabannya.
Menurut sang penggagasnya (Hanny dan Nia) seperti ini :
Coin A Chance! merupakan sebuah gerakan sosial yang diawali di Jakarta pada Desember 2008.
Melalui gerakan ini, kami berusaha mengajak kawan-kawan, kerabat, keluarga, juga para netters (blogger, plurker, facebooker…) untuk mengumpulkan ‘recehan’ atau uang logam yang bertumpuk dan jarang digunakan. Uang yang terkumpul akan ditukarkan dengan ’sebuah kesempatan’ bagi anak-anak yang kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah lagi.
Salut dengan gagasan kedua orang ini yang akhirnya mewujudkannya menjadi sebuah gerakan. Sebagai langkah awal, saya pun tertarik untuk ikut mensosialisasikan gerakan ini, membuat tulisan ini dengan harapan makin banyak orang yang mengetahui gerakan ini dan ikut terlibat di dalamnya. Meskipun akhir-akhir ini saya jarang menyimpan uang logam lagi karena lebih sering menerima permen sebagai ganti uang logam kembalian.
So, jangan biarkan uang logammu bertumpuk tiada guna, cukup simpan satu saja kalau perlu buat kerokan, hehehehe….lalu lainnya kumpulkan dan salurkan ke Coin A Chance! Ayo ibu-ibu, mbak-mbak, jangan malu-malu untuk ikut menyumbangkan uang logamnya. Bapak-bapak, mas-mas juga, monggo.
dan marilah membuat yang kecil ini jadi lebih bermakna !!!



Turut berbagi bersama beberapa warga 
