Googling, cari-cari tulisan tentang autis, dan menemukan ini di halaman wiki :
Autisme diklasifikasikan sebagai ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.
Tanda – tanda Autisme
- - tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
- - hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata
- - mata yang tidak jernih atau tidak bersinar
- - tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain
- - hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan)
- - serasa dia punya dunianya sendiri
- - tidak suka berbicara dengan orang lain
- - tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain
Penyebab Autisme Penyebab Autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Banyak sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa terlalu banyak vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles dan Rubella )bisa berakibat anak mengidap penyakit autisme. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder. Tapi hal ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini berdebatkan karena tidak adanya bukti yang kuat bahwa imunisasi ini penyebab dari autisme, tetapi imunisasi ini diperkirakan ada hubungannya dengan Autisme.
Kenapa googling soal autis? Nah begini ceritanya. Hari kamis, pulang kantor sengaja mampir ke suatu pusat perbelanjaan di blok M (cari batik). Setibanya disana, jalan-jalan liat-liat baju. Berpapasan dengan orang-orang. Tiba-tiba ada yang memanggil nama saya, saya pun langsung otomatis menoleh ke arah suara itu datang. Entah pikiran saya sedang ada dimana atau lagi kemana. Mata saya memang melihat orang yang memanggil itu, tapi saya kok melihatnya seperti orang yang tidak saya kenal. Dia menghampiri saya, saat itu saya pun masih belum sadar siapa orang itu. Saya reflek mengulurkan tangan untuk bersalaman. Dan saya baru sadar karena sepertinya ritual berjabat tangan ini agak nyeleneh. Kenapa nyeleneh ? karena saya dan sepertinya orang itu pun tidak terbiasa dengan berjabat tangan, kecuali saat di masjid abis sholat berjamaah. Sepertinya dia agak kaget. Saat itulah saya sadar, orang itu adalah temen sekantor saya, baik di kantor yang sekarang, maupun di kantor yang sebelumnya. Duh….untuk menutupi rasa malu, saya pun segera mengeluarkan ajian basa-basi, yang sepertinya emang udah basi banget. “Sendirian? Istrinya mana?” Gimana ga basi, lha wong dia memang sendirian, lalu taka ada penampakan seorang perempuan di dekatnya. Akhirnya setelah saling ngobrol tentang mau ngapain ke situ, kami pun berpisah, karena kami beda tujuan, beda visi dan misi (halah), saya nyari batik, dianya nyari celana. Betul-betul celaka, saya lupa sama temen sekantor saya, parah.
Saya tidak tau kenapa hal itu bisa terjadi, padahal saya bertemu dengan orang itu setiap hari. Saat saya menceritakan tentang kejadian itu kepadanya, katanya saya autis akut. Nah, makanya di atas saya tempelkan sedikit penjelasan tentang autisme. Dari tanda-tanda autis itu, mata saya tidak jernih atau bersinar (tapi ini kayaknya karena selalu kurang tidur dan kebanyakan buat melototin monitor deh), saya tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain (terutama preman atau orang mabok), nanti dikira nantang berkelahi, kecuali melihat matanya. Saya juga hanya suka mainan saya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan), alasannya lebih karena ya memang cuma itu mainan saya (ini sih tanda-tanda orang kere, bukan autis). Serasa dia punya dunianya sendiri, wah kalau yang ini bener banget. Terutama saat lagi di depan monitor internetan atau lagi di toko buku. Saya akan lebih memilih untuk sendirian di tempat itu, daripada nanti saya merasa tidak enak dengan orang yang menemani saya. Lebih bebas untuk berlama-lama melihat-lihat buku. Dan ternyata saya menemukan kenapa saya sulit sekali mengeluarkan kata-kata gombal, merayu, dan sebagainya, ya karena saya tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain (bukan berarti saya suka menggoda diri sendiri loh). Jadi saya termasuk autis tidak ya ? Ingat, peluang laki-laki 4 kali lebih besar daripada perempuan untuk diserang autis. Jadi kira-kira autis ini berjenis kelamin perempuan, makanya lebih suka menyerang laki-laki, gitu deh (kesimpulan nggak mutu).


Hahaha, lucu bener ini Pak..
Ya enggak lah, masa autis to..
Autis dengan tanda petik, mungkin (melirik jeng diah sama jeng eva yang sering menggunakan kata itu).
solusinya apa, yaa..?
^^
untung temen sekantor yang dilupain bukan jeng eva…
hehe
pak, kok susah bgt sih komennya, padahal kemaren saya dah bikin cerita ttg musashi yg menikah dengan maryamah tapi kok g bisa diaplod… T.T
Ga autis atuh Pak. Kl gitu mah, aku juga bisa dibilang autis *teriak” sendiri dan sungguh kalo menikmati dunia sendiri, ga bisa diganggu*
Aduh, aku bacanya kok jadi gimana gitu. Jadi pengen digombali jg, haha
@ chang’e :
oh beda ya autis yang udah dipetik sama yang belum?
@ holydee :
sapa yang sekantor, hol? kami ga sekantor kok
weh…weh…maap, tp tiap hari buka ga ada tuh koment holy soal maryamah dan musashi, di kantong spam pun taka ada.
@dyra :
dasar, kok malah minta digombalin
ntar tak panggilin koh udin dulu
anda autis ? ah, pertanyaan retorik….
kalo menurut analisaku sih… pasti..tidak salah dan tidak bukan…
km menderita TETELO akut stadium 4…
bukan autis
tapi kesurupan
mwakakakakkakkakaak mas heri bukan autis tapi penurunan daya ingat yang menjurus pada kepikunan mwakakakakak *ngakak guling-guling* minum cerebrofort gih hahhah
yang autis tuh calon istrimuuu mwakakakak
*kabuuurrr*
heri mah bukan autis…
tapi au ah gelap…
hahahahaha
huungg..beberapa tanda2 autis itu ko ada di saya ya?? paling sering autis kalo uda di kantor, kudu dilempar sesuatu ato diteriakin di kuping biar noleh..waduh, gawat..
kebanyakan ngeplurk kali senpai, wahahahahhahahahahahahahha
wehehehe kok ya bisa gak mengenali teman kantor sendiri?? wah kamu lagi bengong tuh kayaknya….