Gayung pun bersambut. Rasanya ungkapan ini cukup mewakili, dimana tadi siang saya posting mengenai sekolah gratis beneran terus pas nge-plurk ketemu link postingannya hanny yang berisi polling tentang kemana perginya uang logan anda selama ini ? Setelah saya membaca postingan tersebut dan ikut mengisi pollingnya saya kepikiran, hmmm….jangan-jangan akan ada semacem gerakan berkenaan dengan uang logam yang sering abaikan selama ini. Dan sore ini, lagi-lagi dari plurking, saya menemukan jawabannya. Ternyata benar. Ini jawabannya.
Menurut sang penggagasnya (Hanny dan Nia) seperti ini :
Coin A Chance! merupakan sebuah gerakan sosial yang diawali di Jakarta pada Desember 2008.
Melalui gerakan ini, kami berusaha mengajak kawan-kawan, kerabat, keluarga, juga para netters (blogger, plurker, facebooker…) untuk mengumpulkan ‘recehan’ atau uang logam yang bertumpuk dan jarang digunakan. Uang yang terkumpul akan ditukarkan dengan ’sebuah kesempatan’ bagi anak-anak yang kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah lagi.
Salut dengan gagasan kedua orang ini yang akhirnya mewujudkannya menjadi sebuah gerakan. Sebagai langkah awal, saya pun tertarik untuk ikut mensosialisasikan gerakan ini, membuat tulisan ini dengan harapan makin banyak orang yang mengetahui gerakan ini dan ikut terlibat di dalamnya. Meskipun akhir-akhir ini saya jarang menyimpan uang logam lagi karena lebih sering menerima permen sebagai ganti uang logam kembalian.
So, jangan biarkan uang logammu bertumpuk tiada guna, cukup simpan satu saja kalau perlu buat kerokan, hehehehe….lalu lainnya kumpulkan dan salurkan ke Coin A Chance! Ayo ibu-ibu, mbak-mbak, jangan malu-malu untuk ikut menyumbangkan uang logamnya. Bapak-bapak, mas-mas juga, monggo.
dan marilah membuat yang kecil ini jadi lebih bermakna !!!

sudah terbit, dan tersedia di toko buku, buruan beli ya
goood idea
langsung ke tkp
makasih, her!!!
terharu deh karena sudah dibantu menyebarkan gerakan ini. ayo, netters, kumpulkan dulu koin kalian terutama pada masa liburan panjang ini
kemudian nanti cek coinachance.wordpress.com untuk lihat jadwal pengumpulan koin-nya, ya!
duuuuuh Pakdhe….bisa pas banget ya
selama ini saya bingung mo diapain celengan (hadiah ultah th 2005) saya yang udah kepenuhan ama uang recehan….
trus gimana nih tindak lanjutnya?
[...] mengetahui bahwa banyak teman-teman yang sudah mulai mendukung program ini, di antaranya Dilla dan Heri, juga Dita dan Dimas yang sudah memasang banner (Dimas, terima kasih juga karena sudah menyatakan [...]
[...] mengetahui bahwa banyak teman-teman yang sudah mulai mendukung program ini, di antaranya Dilla dan Heri, juga Dita dan Dimas yang sudah memasang banner (Dimas, terima kasih juga karena sudah menyatakan [...]
aku ada segelas….
biasa diambil tiap seminggu sekali…
buat dijalan, sama parkir…
kemaren pas makan di bebek van java di bdg juga nemu program serupa. namanya “change to change”….
saya dan nyonyah minat banget,.. sama pin nya.. hehehehe…
untuk programnya sendiri belom bisa ikut. ntar deh klo kesono lagi.. hehehehehe…
@ suwung : benar sekali, kang
@ hanny : pokoknya kudukung deh gerakan ini, dan ini salah satu bentuk dukungannya
skalian latihan jadi jurkam (halah)
@ ayoe: sini2, serahin recehannya skalian celengan hadiah ultahnya, hahaha…
@ flow : berminat menyumbangkan recehannya, om ?
@ udin : ealah malah minat sama pin-nya *gubraks*
Bapak, nanti kalau ada pengumpulan pertamanya, saya dikasih kabar ya, terima kasih
@ chang’e : Siiiip…nanti dikabari, bisa juga kok liat infonya langsung di http://coinachance.wordpress.com
Idenya simpel tapi semangat dan manfaatnya dijamin besar…salut !