clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

hanyut di Cicatih

21 comments

Beberapa kali muncul obrolan soal rafting di antara rekan-rekan sekantor. Dan menjelang akhir tahun 2008, bapak Kasubag umum menawari saya untuk ikutan rafting yang akan diadakan bareng temen-temen kantor. Saya langsung mengiyakannya meski lokasinya belumlah ditentukan. Akhirnya di minggu pertama tahun 2009 diputuskan Sabtu, tanggal 10 Januari 2009  akan diadakan acara rafting di sungai Cicatih, Sukabumi, Jawa Barat.

Hari Jum’at malam penyakit saya pun kumat. Penyakit itu adalah over- anthusiastic. Saking tak sabarnya menunggu esok, saya susah tidur. Penyakit yang biasa kambuh saat saya akan bepergian jauh, apalagi kalau tempat yang dituju belum pernah dikunjungi *norak* Akhirnya lewat tengah malam baru bisa tertidur setelah titip pesan kepada beberapa orang untuk membangunkan saya di saat Subuh.

Sabtu, dini hari, setelah siap-siap langsung berangkat menuju meeting point (baca : kantor), meski hujan dan hawa dingin masih mendera. Jam 6 pagi, setelah semua peserta berkumpul, kami pun berangkat menuju lokasi bermodalkan peta ala kadarnya dari panitia. Karena masih pagi, perjalanan sampai Ciawi terasa lancar, setelah itu agak tersendat lantaran banyaknya angkot yang berseliweran. Akhirnya jam 9-an pagi, kami sampai di posnya Riam Jeram, salah satu penyelenggara rafting di sungai Cicatih. Dari sana kami masih harus naik angkot lagi untuk menuju starting point kegiatan rafting kami. Aslinya untuk kesana kami akan diangkut dengan mobil bak terbuka, namun karena hujan, maka diganti dengan angkot. Tak ingin membuang waktu banyak, kami langsung kumpul, absensi (peserta total 42 orang), menitipkan barang-barang berharga, ngemil pisang goreng, mengenakan life jacket dan helm, lalu langsung beraksi di depan kamera, taraaa…..

foto-bareng

Dari peserta sebanyak 42 orang itu dibagi menjadi 7 kelompok, dan saya mendapat kelompok pertama. Beranggotakan laki-laki semua. Dalam benak saya, ah pasti kurang seru, tak ada teriakan perempuan yang nyaring nan melengking. Sampai di tepi sungai, langsung naik di atas perahu masing-masing, mendapat brieving singkat dari Kang Budi, sang pemandu kelompok kami. Katanya yang terpenting itu kekompakan dalam tim, dan selalu ikuti aba-aba pemandu.

jeram

Semua sudah siap pada posisi masing-masing, tim rescue pun sudah meluncur terlebih dahulu untuk mengecek jalur sekaligus mencicipi derasnya arus saat itu. Aman. Maka kelompok kami, sebagai kelompok pertama berangkat duluan. Kata Kang Budi, aliran sungai Cicatih ini berasal dari dua sumber, yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, rafting kali ini merupakan adventure trip yang akan menempuh jarak sejauh 12 Km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di sepanjang waktu itu kami akan menemui sekitar 20 riam. Penamaan riam-riam itu cukup unik, ada riam kuku patah, riam ngehé, riam jontor, dan masih banyak lagi. Perlu diketahui, tingkat kesulitan sungai Cicatih ini adalah kelas/grade III – IV. Kelas yang cukup sulit bagi pemula, apalagi saat itu arus sedang deras-derasnya karena di daerah sana semalaman diguyur hujan. Debit airnya pun 2 kali lipat bila dibandingkan dengan kondisi normal.

ceria

Tawa riang, teriakan antara rasa takut dan excited pun bermunculan saat mengarungi riam-riam di aliran air sungai bak capucinno itu. Seru, betul-betul seru. Ini lebih dikarenakan derasnya arus sungai, karena pemandangan di sekitar sungai di dominasi persawahan, iya, tidak se-eksotik pemandangan di sungai Pekalen – Probolinggo (Jawa Timur) dengan tebing-tebing tinggi di sisi kanan – kiri sungai. Dihiasi gemericik air yang mengalir dari tebing-tebingnya, pemandangan sarang kelelawar tentu dengan kelelawarnya yang bergelantungan dan bau kotorannya yang khas. Semua itu tak ada di Cicatih. Tapi ya itu tadi, di Cicatih kali ini saya dapat merasakan rafting bukan hanya sebagai rekreasi, tapi lebih ke rasa berpetualang.

terjang
oleng

Dalam ber-rafting-ria tentunya ada perahu yang terbalik. Dari 7 perahu, 2 diantaranya mengalami hal itu. Dan perahu kelompok saya salah satu korbannya. Entah pada riam ke berapa, perahu karet kami menabrak batu besar dengan dorongan arus yang kencang. Perahu pun sulit dikendalikan. Sisi kanan perahu yang menabrak batu pun terangkat, dan akhirnya terbalik. Tiga orang dapat diselamatkan dengan cepat, sisanya, termasuk saya, terbawa arus.  Saya sempat tertimpa rekan di sebelah kanan saya, lalu tertutupi oleh perahu. Sulit untuk tetap tenang saat berada di dalam air yang keruh dengan tertutup perahu. Pegangan saya hanya dayung. Saya berusaha mempertahankan dayung sebagai alat bantu saat hanyut untuk menghindari bebatuan yang bertebaran. Ternyata di tengah arus yang deras pelampung kurang berfungsi dengan baik, saya tetap berkali-kali ditenggelamkan-diangkat ke permukaan-ditenggelamkan lagi oleh arus itu. Cukup lama tak tertolong, salah seorang anggota tim rescue melemparkan tali, dan saya pun berhasil menangkapnya, tapi sayang, pegangannya putus. Disini saya level kepanikan saya pun bertambah. Doh, gimana kalau tak tertangkap oleh tim rescue. Masih tetap mengandalkan perlengkapan yang ada sembari diaduk-aduk arus Sungai Cicatih, seperti layaknya baju yang diaduk di dalam mesin cuci. Sambil mencuri-cri mengambil nafas saat terangkat, tak jarang air sungai pun ikut masuk ke dalam tubuh saya, baik lewat mulut maupun hidung. Mulai kelelahan, menjaga posisi tubuh agar tetap bisa terlentang menghadap mengikuti arah arus. Dan akhirnya tubuh saya menabrak perahu tim rescue, dan saya pun langsung ditarik ke atas perahu dengan tubuh yang lunglai setelah hanyut terbawa arus sejauh ± 300 meter.  Terkapar sejenak, lalu bangun ikut mendayung ke tepian. Alhamdulillah, saya selamat.

orang-sawah

Karena kondisi arus yang makin deras, dengan peserta rafting yang rata-rata adalah pemula, maka tim rescue pun mengambil keputusan untuk menghentikan rafting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agak mengecewakan memang, tapi ya apa boleh buat, daripada celaka. Semua perahu pun menepi, dan kegiatan pun berubah menjadi mengarungi pematang sawah yang sempit dan licin untuk menuju tempat peristirahatan. Beberapa ada yang terpelesat dan akhirnya belepotan lumpur, hihihihi…. Di tempat peristirahatan, telah menunggu seorang bapak-bapak membawa 2 karung kelapa muda dan se-kresek gorengan. Ah…..betapa nikmatnya air kelapa muda itu dibandingkan dengan air sungai berwarna capucinno itu. Setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menyusuri sawah dan ladang, melewati perkampungan menuju tempat angkot yang akan menghantarkan kami ke finish point.

lunch

Sampai di finish point, perut makin terasa lapar saat mencium aroma masakan khas Sunda, tanpa basa-basi kami langsung antri untuk ambil jatah makan siang yang telah disediakan penyelenggara. Ada ayam goreng, tahu & tempe goreng, sayur asem, sambal terasi, dan tentunya timun dan dedaunan untuk lalapan. Semua tampak lahap menyantap hidangan yang tersdia. Laparrrr……..

flyingfox

Selesai makan siang, ada yang langsung berbilas, ada yang masih duduk-duduk santai menikmati semilir angin sambil melihat pemandangan sekitarnya. Saya dan beberapa orang kawan ikut antri flying fox. Ya, wahana flying fox ini sudah satu paket dengan kegiatan rafting yang kami ikuti, jadi tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk ikut bergelayutan.Tidak terlalu tinggi dan jalurnya pun tak panjang, tapi cukup menghibur kami yang tidak berhasil menyelesaikan rafting. Satu per satu dari kami meluncur.

hate-rafting

Lalu dilanjutkan dengan acara ramah-tamah, bagi-bagi doorprize dan souvenir sambil menyaksikan slide show foto-foto rafting kami yang di tampilkan oleh pihak penyelenggara. Di sela-sela acara ada yang bilang kalau salah satu penyebab perahu kelompok kami terbalik adalah karena ada salah seorang anggotanya mengenakan kaos bertuliskan I Hate Rafting. Itu yang membuat penunggu sungainya marah dan akhirnya membalikkan perahu kami, hehehehehe….

Selepas Ashar, kami pun diangkut ke lokasi awal dimana mobil-mobil kami diparkir dengan mempergunakan angkot (lagi).  Iya, memang agak kebanyakan juga naik angkotnya, hehehehe…..

sebelum bubaran

Inilah sisa-sisa kesegaran kami, setelah berfoto semuanya tampak kelelahan. Sial bagi yang bertugas nyetir mobil sampai di Jakarta karena penderitaannya belumlah berakhir, hahahahaha…. Dalam satu mobil yang saya tumpangi, hanya Mbak Hanna yang tercatat orang Sunda, itupun Bandung,tak ada yang paham Sukabumi. Tanpa ada yang tahu arah jalan balik ke Jakarta, dan hanya bermodalkan peta ala kadarnya. Dengan pedenya sang supir menyetir. Kami semua melihat kanan-kiri, kok sepertinya beda dengan jalanan yang dilalui saat berangkat, jalanannya lebih halus tak berlubang. Sesekali melihat patok kilometer, Pelabuhan Ratu 18 km, lalu menemukan Pelabhuan Ratu 16 km, lho kok makin dekat? Akhirnya salah seorang dari kami turun dan bertanya ke penduduk yang sedang berada di tepi jalan. Ah, benar saja, mobil kami salah belok *doh* Kami pun putar haluan, kembali ke arah sebaliknya. Malu, masak bawa mobil berplat B tapi nanya ke orang Sukabumi arah Jakarta kemana, huahahahaha…..Gara-gara nyasar akhirnya kami pun harus rela menikmati kemacetan di daerah Cibadak. Ujung-ujungnya baru sampai di kantor lagi jam 9 malam.

Seru? seru banget donk. Capek? tentu saja. Kapok rafting? oh tentu tidak, masih pengen lagi, hihihihi…

Oh ya, selama ini saya tahunya Citatih, tapi ternyata itu salah, yang betul Cicatih, ada yang tahu arti dari kata Cicatih ini kah? Selain itu, sambil ngetik postingan ini tadi saya menemukan FAJI, Federasi Arung Jeram Indonesia. Dari sini kita bisa dapat pengetahuan baru tentang rafting alias arung jeram.

Written by clingakclinguk

January 18th, 2009 at 2:34 pm

21 Responses to 'hanyut di Cicatih'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'hanyut di Cicatih'.

  1. dimanado ada ngak bos?

    suwung

    18 Jan 09 at 3:06 pm

  2. cicatih toh

    wening

    18 Jan 09 at 3:11 pm

  3. senpai, ga ngajak-ngajak ari seh, wkwkwkw, menarik ni :) , kapan ya ari bisa ikutan rafting????? mau donkkkkkk

    ari

    18 Jan 09 at 3:27 pm

  4. @ suwung :
    kayaknya sih ada kang

    @ wening :
    iya, pernah kesana?

    @ ari :
    tunggu aja ntar klo banjir, hehehe…

    heri

    19 Jan 09 at 12:30 am

  5. woh..

    jadi pengen rafting!!

    zam

    19 Jan 09 at 2:12 pm

  6. itu kaos pekalen!!! aku juga punya, hehehe…

    waktu itu cuma dua ceweknya tapi ramenya kayak 42 orang ya. KYAAA!! apalagi waktu terjun dari tebing, hahaha…

    airnya ternyata lebih coklat dibandingkan dalam bayanganku..

    diah

    19 Jan 09 at 4:13 pm

  7. Dan akhirnya tubuh saya menabrak perahu tim rescue, dan saya pun langsung ditarik ke atas perahu dengan tubuh yang lunglai setelah hanyut terbawa arus sejauh ± 300 meter. Terkapar sejenak, lalu bangun ikut mendayung ke tepian. Alhamdulillah, saya selamat.

    ——-> yaaah…..kok gak jadi hanyut sampai laut?

    ———-kabur———————-

    beruangqutub

    19 Jan 09 at 4:46 pm

  8. @ zam : monggo, jeng jeng ke cicatih, zam

    @ diah : hahaha…soal teriakan, diah jawaranya

    @ beruangqutub : ndak sopan, mendo’akan yah? *tabok pake dayung*

    heri

    19 Jan 09 at 9:54 pm

  9. halah… jadi ingin rafting lagi… terakhir rafting beberapa taun yang lalu pas masih kuliah :(

    ichanx

    21 Jan 09 at 5:38 am

  10. wah..asyik tuh mas……ikut arung jeram…….

    Alexhappy

    21 Jan 09 at 8:54 am

  11. wewwww…. asyek bgt!!! pngeeeennnn

    Ardy Pratama

    21 Jan 09 at 9:54 pm

  12. mampir ah… dahlama ga mampir…

    udin

    22 Jan 09 at 5:55 pm

  13. hhmm kapan saya bisa rafting, dari dulu kepingin buangettt

    omiyan

    30 Jan 09 at 3:11 pm

  14. wah, bener bener nih, asyiknya rame rame

    rayearth2601

    30 Jan 09 at 10:51 pm

  15. huaaaaaaaaa.. asiknya…

    *duduk manis menunggu ajakan rafting dari clingak-clinguk*

    luvie

    5 Feb 09 at 6:03 pm

  16. :-O pgn nyobaaaaa………

    cynthinks

    5 Feb 09 at 6:21 pm

  17. saya takut rafting, tapi liat postingan ini, jadi pengen nyoba..

    andi

    7 Feb 09 at 10:50 pm

  18. ajak2 dong… hehe…

    Jappy

    9 Feb 09 at 9:04 am

  19. waw, rafting. sepertinya menarik euy…

    bocah cilik

    14 Feb 09 at 9:52 pm

  20. biaya nya berapa ya mas, yg sekalian paket sm Flying Fox??

    Evry

    15 Jun 09 at 6:11 pm

  21. biaya nya berapa ya mas, yg sekalian paket sm Flying Fox??

    cherryberrystrawberry@yahoo.com

    Evry

    15 Jun 09 at 6:15 pm

Leave a Reply

CommentLuv Enabled