clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

kejamnya ibukota

9 comments

Pemandangan anak jalanan di perempatan lampu merah mungkin sudah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah di ibukota negeri ini. Dan mereka pun menjadikan jalanan sebagai arena bermain sekaligus untuk mencoba mengetuk rasa iba para pengguna jalan. Tanpa peduli itu siang, ataupun malam.

Semalam, dalam perjalanan pulang, di sebuah perempatan lampu merah saya melihat ada anak jalanan, seorang laki-laki kecil yang duduk di tepi trotoar, sendirian, beberapa kali dia mengusap wajahnya, tampaknya dia sedang menangis. Saya tak tahu pasti kenapa dia menangis, mungkin karena dimarahi orangtuanya, mungkin juga telah dijahati oleh sesama anak jalanan.

saya hanya bisa memandanginya dari kejauhan, dan akhirnya saya pun harus meneruskan perjalanan saya ketika lampu berubah berwarna hijau. Ibukota ini memang kejam, dia telah membuat seorang jagoan menangis sendirian di jalanan. Tanpa seorang pun menghampirinya, termasuk saya, maafkan.

gambar diambil dari sini

Written by clingakclinguk

March 17th, 2009 at 10:35 am

Posted in catatan hari ini

Tagged with , ,

9 Responses to 'kejamnya ibukota'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'kejamnya ibukota'.

  1. Muungkin sudah tak ada pilihan bagi mereka untuk keluar dari kekejaman tersebut, hanya kita yang bisa mengubahnya…

    Gek

    17 Mar 09 at 2:44 pm

  2. nadya

    17 Mar 09 at 7:25 pm

  3. wow…
    Miris rasanya kalo kita melihat tapi ngga bisa melakukan apa apa

    Raffaell

    18 Mar 09 at 10:37 am

  4. :) bukan tak bisa, tapi memilih untuk tidak melakukan apa apa..

    that’s the point isn’t?

    anak jalanan keknya sering bikin kita merasakan dilema besar apalagi dikampus beterbaran makhluk2 macam itu…

    di satu sisi aku berpikir : anak kecil tak seharusnya punya sikap mental meminta, mau jadi apa mereka kalo sikap mentalnya menggantungkan diri pada orang lain..

    tapi disisi lain, kita tak bisa juga menutup mata akan kenyataaan bahwa kehidupan tak selalu bersikap manis pada jiwa jiwa tak berdosa itu..

    bingung…

    HoLyDee

    18 Mar 09 at 4:20 pm

  5. T.T

    Dee,waktu itu baca di blognya sapa ya lupa. jadi dia itu nggak ngasih duit ke anak-anak itu, tapi ngasih makanan. makanannya berupa setangkup roti tawar dengan selai kacang.

    diah

    18 Mar 09 at 5:21 pm

  6. aaah, sediiiiiiihhh :(

    venus

    20 Mar 09 at 10:28 pm

  7. yaaahhhh,,,,,,
    begitulahhhhh,,,
    sudah tradisi turun-temurun.

    rahman

    22 Mar 09 at 4:57 pm

  8. ah iya, aku juga pernah baca. katanya daripada ngasih duit, kita dianjurkan ngasih makanan aja. soalnya menurut rumor beredar *halah* duit yang diterima pengamen ato peminta itu blom tentu buat mereka. atau, kalaupun itu masuk kantong, takutnya malah dipake wat minum

    tapi tetep ya yang namanya berbuat baik itu ga bole berburuk sangka *lah aku ni ngapain :( *

    dyra

    24 Mar 09 at 1:09 pm

  9. Contoh kecil dari sisi lain hingar bingarnya Jakarta. Setiap manusia lahir membawa rizki nya masing-masing, sambil mengumpulkan rizki lain yang terserak di langit dan di bumi, termasuk yang dititipkan kepada orang lain. Selagi mampu, bantulah ..

    kopisusu

    31 Mar 09 at 9:08 am

Leave a Reply

CommentLuv Enabled