clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

Archive for May, 2009

Bermain dengan-Nya

15 comments

Baru saja mengalami kejadian lucu. Terasa seperti sedang bermain dengan Tuhan.

Hari ini saya menginap di kantor. Dan tadi saya perlu untuk keluar sebentar, makan malam dan ke minimarket. Maka pergilah saya dengan mengendarai sepeda motor. Malam ini saya makan soto betawi Haji Umar Idris yang berada di jalan KS.Tubun-Pejompongan, dan sebelumnya saya mampir ke Alfamart yang jaraknya cuma beberapa meter dari warung soto betawi yang saya tuju. Urusan belanja di Alfamart beres, ke parkiran, lalu berpikir sebaiknya motornya saya tinggalkan saja disitu untuk menghemat ongkos parkir. Nanti kalau motornya saya bawa ke warung soto betawi itu tentu saya diharuskan mengeluarkan ongkos parkir lagi. Oke, jadi saya putuskan untuk meninggalkan motor di parkiran Alfamart, dan saya pun jalan kaki ke warung itu.

Saya pun akhirnya makan soto betawi kesukaan saya. Sembari asik menikmati soto, tiba-tiba terdengar musik ajeb-ajeb gimana gitu. Makin lama makin mendekat suaranya. Astaga….ternyata ada 2 orang bencong yang lagi ngamen. Hmmm..Tuhan tahu aja kalau saya paling tidak suka didekati kaum yang ini. Maka buru-burulah saya cari uang 1000-an di saku dan segera memberikannya pada bencong itu agar segera pergi. Karena saya tidak suka, maka saya meberikan uang itu sambil menunduk tanpa melihatnya. Tapi bencong itu manggil-manggil saya. Setelah saya lihat, baru dia bilang : “Mas, makasih ya.” (dengan pandangannya yang menggoda) *gedubraks* Yayayaya…rencana menghemat uang 1000-ku jadi bubar gara-gara didatengi bencong. Ternyata Tuhan tidak juga mau mengalah pada saya sedikitpun dengan membiarkan saya menuai hasil sesuai dengan yang saya rencanakan.

Lagi-lagi ini membuktikan bahwa kita boleh saja berencana macam-macam, dari A sampai Z, tapi tetap hasilnya yang menentukan adalah Tuhan.

Terimakasih Tuhan, karena telah mengajak saya bermain-main malam ini :-D

Written by clingakclinguk

May 27th, 2009 at 9:23 pm

Posted in catatan hari ini

Tagged with , , , ,

oto bemo

8 comments

bemo

oto bemo – bemo oto
beroda tiga – tiga beroda
berhenti tepat – tepat berhenti
di tengah-tengah kota – kota di tengah-tengah
panggil nona – nona panggil
naik segera – segera naik
nona bilang – bilang nona
tidak punya uang – uang tidak punya
jalan kaki saja – jalan-jalan saja

Dulu pertama kali mengenal lagu ini saat saya masih duduk di bangku SMP, ketika saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Biasanya dinyanyikan secara bergantian, seperti saling berbalasan.

Bemo. Hmmm….nama bemo juga mengingatkan saya pada salah seorang pentolan Warkop DKI, siapa lagi kalau bukan alm. Dono, yang di filmnya dulu sering diolok-olok berwajah seperti bemo atau hanoman.

Bemo. Angkutan umum yang satu ini juga memiliki kenangan tersendiri bagi saya. Dulu, kendaraan roda tiga yang unik ini pernah ada di Denpasar. Sewaktu masih kecil saya senang sekali jika diajak naik bemo. Wujud dan suaranya khas sekali. Dan jika diajak naik bemo maka saya akan memilih untuk duduk di bagian paling ujung belakang, di dekat tempat naik-turunnya penumpang. Kenapa? Karena dari situ saya bisa melihat bemo-bemo lain yang melaju di belakang bemo yang saya tumpangi, seperti sedang balapan mengejar bemo yang saya tumpangi. Dan itu bisa membuat saya terpingkal-pingkal saat itu. Kalau diingat-ingat lagi alasan yang membuat saya terpingkal-pingkal itu kok tidaklah lucu, tapi ya heran juga, waktu itu saya betul-betul tertawa geli melihatnya. Saya lupa tahun berapa tepatnya bemo roda tiga itu dihapuskan dari Denpasar.

Dan sekarang, di Jakarta, ternyata saya masih bisa menemukan kendaraan unik ini. Meski keberadaannya sudah mulai tergusur, hanya ada di lokasi-lokasi tertentu saja, saat ini sih seingat saya cuma ada di daerah Mangga Besar dan Bendungan Hilir. Di sebarang jalan kantor saya ada pangkalannya (foto di atas diambil dari situ). Sesekali saya masih menumpang bemo untuk ke arah pasar Benhil. Sedikit-sedikit bernostalgia mengingat masa kecil saya, hehehehe…. Ongkosnya murah, cukup 2.500 perak. Tapi saya tak bisa menemukan kelucuan itu lagi meski saya sudah duduk di belakang sambil melihat bemo-bemo yang ada di belakang bemo yang saya tumpangi. Dan suaranya pun tidak lagi terdengar unik, karena tersaingi suara bajaj.  Sulit membedakan suara bajaj dan bemo.

Bemo…bemo, nasibnya makin tersingkir, dipinggirkan, penumpang pun makin jarang, dan akhirnya hilang, seperti kelucuan yang semasa kecil saya rasakan.

Written by clingakclinguk

May 27th, 2009 at 6:22 pm

masih seputar facebook

5 comments

benny & mice facebook-anYak, speedy sudah terpasang di kantor, semua karyawan sudah bisa internetan sekarang, semua karyawan bisa facebook-an (kayaknya ini yang lebih tepat jadi tujuan utama pasang internet). Tidak jauh berbeda dengan kartun di samping ini. Benny & Mice yang beli laptop ke Mangga Dua, dan ternyata cuma buat facebook-an.

Terlepas dari status hukum facebook yang masih jadi perdebatan pada sekelompok masyarakat, ternyata perdebatan itu tidak berpengaruh pada user facebook. Kalaupun ada yang mengurangi atau bahkan berhenti paling-paling karena sudah jenuh bolak-balik update status atau sudah bosen menjawab kuis yang berjibun jumlahnya itu, sama sekali bukan karena facebook haram.

Mungkin karena sudah sifat dasar bangsa kita, kekeluargaan, yang menganggap bahwa kita semua bersaudara, dengan berbagai macam alasan seperti mencari teman lama, membangun dan memperluas relasi, mencari jodoh, atau berkampanye, maka situs-situs jejaring sosial (facebook dan friendster) sangat laris manis manis tanjung kimpul. Baru saja saya iseng mengecek facebook di alexa, negara kita menduduki peringkat ke-5 (3,9 %) pengakses facebook terbanyak di dunia setelah USA, Inggris, Italia, dan Perancis. Dan yang lebih menakjubkan lagi, traffic tertinggi di negeri ini terpakai untuk facebook-an, jauh sekali dengan Cina, dimana peringkat traffic facebook ini cuma ada di peringkat 69 di negaranya. Saya coba membandingkan dengan saudara tua facebook, yaitu friendster. Dari alexa juga, ternyata user friendster di Indonesia tergolong banyak, negara kita menduduki peringkat ke-2 setelah Philipina (sebesar 25,6 %). Dari sisi traffic pun untuk friendster ini sepertinya lebih digemari user di Philipina.

Tapi saya akui, facebook ini memang cukup fenomenal,hingga ada handphone yang menjual produknya dengan mengiklankan bahwa dengan handphone itu kita bisa ber-facebook-ria (cuma menambahkan shortcut facebook) layaknya menggunakan blackberry (padahal kalau cuma untuk facebook-an sih cukup pake browser opera mini di hp juga bisa), tak perlu beli handphone baru atau malah beli blackberry atau laptop+modem lantaran pengen facebook-an, tapi pada kenyataannya handphone itu laku keras di pasaran. Lalu ada juga  provider telepon seluler yang menawarkan kemudahan mengakses, mengupdate status, mencolek (poke) dan menambah teman di mana aja, kapan aja (mau?). Ya, kedua produk ini secara tidak langsung membonceng (kayak tentara NICA aja) pada ketenaran facebook. Kalau yang ini sih sah-sah aja, itu bagian dari strategi bisnis mereka.

Bagaimana anda menyikapi data “prestasi” negeri kita di dunia per-facebook-an? Kalau saya pribadi sejauh ini sih data itu saya anggap sebagai pengetahuan tambahan saja, tidak membanggakan, tidak pula meresahkan. Saya percaya bahwa setiap manusia itu punya rasa bosan. Nanti, kalau sudah tiba saatnya kedua situs jejaring sosial itupun akan kita tinggalkan, dan beralih ke situs jejaring sosial yang lainnya, hahahaha….

*gambar diatas milik kartunis benny & mice, saya lupa telah mendownloadnya dari mana.

Written by clingakclinguk

May 27th, 2009 at 10:51 am