Dulu saya sempat kaget saat di hape saya ada SMS dari presiden SBY, kalau tak salah waktu itu isinya tentang bahaya narkoba. Gimana bisa ya pak SBY tahu nomer hape saya ? saya kan ndak pernah tukeran nomer hape dengan beliau, hihihihi….. *norak*
Tanggal 5 Mei kemaren saya menerima SMS dari KPU. Rupanya nomer hape saya sudah sangat terkenal. Bukan hanya tukang kartu kredit atau tukang asuransi yang hobby nelponin menawarkan ini-itu yang tahu nomer hape saya, tapi KPU bahkan pak SBY pun tahu nomer hape saya *makin ndak ketulungan noraknya*
Isi SMS dari KPU itu begini :
PEMILU PRESIDEN 8 JULI 2009. PASTIKAN ANDA TERDAFTAR PADA DPS. SEGERA CEK KE PPS DIKELURAHAN ATAU RT/RW S/D 10 MEI 2009.CEK KEMBALI PADA 11 – 17 MEI 2009.
Sudahkah nama anda tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara?
Saya sendiri sudah didata oleh pak RT kira-kira akhir bulan lalu. Jadi kemungkinan besar, di pilpres nanti saya bisa ikut mencoblos contreng untuk pertama kalinya.
Tapi gara-gara mengikuti berita politik akhir-kahir ini kok rasanya semangat saya untuk ikut serta di pilpres nanti jadi menurun ya? Udah mulai eneg melihat tindak-tanduk para elit politik itu yang dengan mudahnya loncat kesana-loncat kesini. Bikin koalisi ini-bikin koalisi itu. Tiba-tiba bubaran, bikin lagi yang baru. Karepe opo toh yo? Dari mata saya pribadi, saya melihat ketidak konsistenan mereka, bahasa kasarnya plin-plan. Koalisi tidak kompak cuma lantaran rebutan posisi wapres dan cawapres. Mau ndak mau kita terpaksa melihat dan mengkuti semua berita tentang itu. Semua media membahas hal itu, bahkan saya pun jadi latah ikut-ikutan mbahas.
Apa memang di dunia politik separah ini ? Sekarang kawan, besok atau bahkan beberapa menit lagi udah jadi lawan, begitu juga sebaliknya. Sekarang ngomong A, tak lama kemudian ngomong B. Kok kayak tidak punya prinsip ya? Kasihan para pemilih kalau mereka memilih suatu partai karena menganggap prinsip partai itu bagus (milihnya dengan hati nurani pula), tapi ternyata para elit politiknya tidak berpegang teguh pada prinsip-prinsip itu. Apa ini namanya bukan membohongi pemilih? Suara rakyat itu kan amanat yang harus dipertanggungjawabkan, bukan cuma tiket untuk menduduki kursi di parlemen. Apa ya mereka (para elit politik) itu tidak malu bersikap begitu ya? Saya yang melihat saja malu. Apakah dalam politik itu tidak ada etika? Atau memang demikian etika dalam politik itu?
Satu lagi, saya sampai sekarang belum ngerti maksud dibuatnya koalisi-koalisi-an itu. Buat apa sih rame-rame mendirikan partai baru menjelang pemilu kalau toh akhirnya bergabung dalam koalisi juga?
Arrrrrggghhh….ngomongin beginian emang bener-bener bikin eneg, muter-muter, mbingungi.
Udahan ah.



Turut berbagi bersama beberapa warga 

itulah pulitik oleh puli tikus
suwung
13 May 09 at 5:06 pm
emang udah mo pilihan presiden ya om ?
— cuek bebekmegal megol, tidak tahu kabar dan berita, karena selalu melempar setiap koran tentang politik dan selalu mematikan tv saat acara bahas politik—–
beruangqutub
13 May 09 at 5:17 pm
kemaren saya nyontreng tapi pas melihat kejadian begini lebih baik GOLPUT….lha wong mereka Anggota dewan sekarang ternyata motivasinya cuman atu…duit to…….
Omiyan
14 May 09 at 9:31 am
kadang aku suka ngikutin berita-berita politik itu : seru, lucu, nyebelin. sekarang lagi eneg
diah
14 May 09 at 10:22 am
@ om suwung : tikus? hmmm…pantesan
@ om beruang : wah sampeyan berarti kurang ngetop, itu buktinya ndak di-sms sama KPU, hahahaha…
@ omiyan : sebetulnya saya pengen skali bisa ikutan pemilu, tapi melihat tingkahlaku politikus-politikus itu bikin saya jadi ragu. masak ke mereka-mereka itu nasib saya 5 tahun ke depan saya titipkan?
@ diah : betul nut, eneg se-eneg-enegnya (tapi ya tetep aja saya ngomong masalah ini) *parah*
1 lagi yang saya sesalkan sejak dulu, dibuatnya partai-partai yang mengusung agama, dan ternyata sekarang bisa dilihat, ternyata sama saja dengan partai-partai yang lainnya, cuma ngurusin kekuasaan, ngisin-ngisini (memalukan).
heri
14 May 09 at 10:58 am
Semoga pemilu kali ini sukses deh…
Fariskhi
14 May 09 at 2:04 pm
pemilu presden besok rencanannya pengen nyontren.. tapi kok jadi males ya…
hahahahah
udin
14 May 09 at 4:12 pm
eneg bukan berarti nggak gunain hak pilih loh her…
kalo bisa digunain hak pilihnya…
tapi kalo aku sendiri kayaknya keadaan memaksa ku untuk tidak memilih kali ini.
lha contrengannya pas weekday, tengah minggu malah…
jadi secara ekonomis kayaknya bisa dimaklumi….
maaf ya bapak bapak dan ibu ibu KPU…
maaf…
mrflow
14 May 09 at 9:06 pm
@ mrflow : Tak pikir-pikir dulu deh. Eh, fri, pilpres kan ndak harus nyontreng di kampung halaman, tapi lebih didasarkan dimana domisili kita sekarang, kalau mau ikut ya buruan datengin pak RT/RW atau skalian ke PPS supaya kamu didata sebagai calon pemilih.
heri
15 May 09 at 9:59 am
kok ndak ketrack siy id ku di sini? biasane garek klik post enter
ketoke aku milih, hehe bermodal fotokopian ktp kadaluarsa, kemaren pada didata *milih sapa ya*
pak heri kek iklan layanan masyarakat di komen di atas ini
HoLyDee
15 May 09 at 9:56 pm
katanya mesti bawa surat dari kelurahan…
piye jal…
kelurahane nek minggu nggak bukak…
mrflow
16 May 09 at 8:36 pm
hoo tuh pulitik pulitik ….
untung aku dah ngecek mo nyontreng
akhirnya beres
kmaren pas pemilu caleg, udah didata tapi kok trus ga terdaftar
mencurigakan …
nadya
17 May 09 at 5:41 pm
kayaknya klo sekarang sih udah ditutup ya pendaftarannya?
@ holy : sudah bagian dari kerjaan, pelayan masyarakat
@ mr.flow & nadya : kayaknya untuk hal-hal seperti itu (dipersulit atau hilang dari daftar) bisa diadukan atau dilaporkan ke bawaslu atau apa gitu, tempo hari pernah liat di berita ada nomer untuk pengaduan lewat sms, tapi sayang aku lupa nomernya
heri
18 May 09 at 11:13 am