Yak, speedy sudah terpasang di kantor, semua karyawan sudah bisa internetan sekarang, semua karyawan bisa facebook-an (kayaknya ini yang lebih tepat jadi tujuan utama pasang internet). Tidak jauh berbeda dengan kartun di samping ini. Benny & Mice yang beli laptop ke Mangga Dua, dan ternyata cuma buat facebook-an.
Terlepas dari status hukum facebook yang masih jadi perdebatan pada sekelompok masyarakat, ternyata perdebatan itu tidak berpengaruh pada user facebook. Kalaupun ada yang mengurangi atau bahkan berhenti paling-paling karena sudah jenuh bolak-balik update status atau sudah bosen menjawab kuis yang berjibun jumlahnya itu, sama sekali bukan karena facebook haram.
Mungkin karena sudah sifat dasar bangsa kita, kekeluargaan, yang menganggap bahwa kita semua bersaudara, dengan berbagai macam alasan seperti mencari teman lama, membangun dan memperluas relasi, mencari jodoh, atau berkampanye, maka situs-situs jejaring sosial (facebook dan friendster) sangat laris manis manis tanjung kimpul. Baru saja saya iseng mengecek facebook di alexa, negara kita menduduki peringkat ke-5 (3,9 %) pengakses facebook terbanyak di dunia setelah USA, Inggris, Italia, dan Perancis. Dan yang lebih menakjubkan lagi, traffic tertinggi di negeri ini terpakai untuk facebook-an, jauh sekali dengan Cina, dimana peringkat traffic facebook ini cuma ada di peringkat 69 di negaranya. Saya coba membandingkan dengan saudara tua facebook, yaitu friendster. Dari alexa juga, ternyata user friendster di Indonesia tergolong banyak, negara kita menduduki peringkat ke-2 setelah Philipina (sebesar 25,6 %). Dari sisi traffic pun untuk friendster ini sepertinya lebih digemari user di Philipina.
Tapi saya akui, facebook ini memang cukup fenomenal,hingga ada handphone yang menjual produknya dengan mengiklankan bahwa dengan handphone itu kita bisa ber-facebook-ria (cuma menambahkan shortcut facebook) layaknya menggunakan blackberry (padahal kalau cuma untuk facebook-an sih cukup pake browser opera mini di hp juga bisa), tak perlu beli handphone baru atau malah beli blackberry atau laptop+modem lantaran pengen facebook-an, tapi pada kenyataannya handphone itu laku keras di pasaran. Lalu ada juga provider telepon seluler yang menawarkan kemudahan mengakses, mengupdate status, mencolek (poke) dan menambah teman di mana aja, kapan aja (mau?). Ya, kedua produk ini secara tidak langsung membonceng (kayak tentara NICA aja) pada ketenaran facebook. Kalau yang ini sih sah-sah aja, itu bagian dari strategi bisnis mereka.
Bagaimana anda menyikapi data “prestasi” negeri kita di dunia per-facebook-an? Kalau saya pribadi sejauh ini sih data itu saya anggap sebagai pengetahuan tambahan saja, tidak membanggakan, tidak pula meresahkan. Saya percaya bahwa setiap manusia itu punya rasa bosan. Nanti, kalau sudah tiba saatnya kedua situs jejaring sosial itupun akan kita tinggalkan, dan beralih ke situs jejaring sosial yang lainnya, hahahaha….
*gambar diatas milik kartunis benny & mice, saya lupa telah mendownloadnya dari mana.


iyoo layaknya frenster..
pak, itu yang dicoret bacanya apa?
pokoke sing ada soewoengnya punyaku
hahaha … kekeluargaan yuk yak yuk ….
@ HolyDee :
bacaannya mencari jodoh coret
kenapa dicoret, ya karena katanya ndak boleh nyari jodoh lewat fesbuk
@suwung :
hahahaha….dasar, dimana-mana daftar, yang penting eksis, huahahaha…
@nadya :
hyuuuukkkkk……
makanya mulai sekarang bertekad, kalo update status mesti berdaya guna. misal :
[dicari] heri, dicari ibu kos, uang kos bulan kemaren belum dibayar.
atau
[iklan] jual sendal gunung, bekas, kondisi mint, baru sekali di pakai di ujung kulon. warna abu abu orange. terlihat chic.
atau
[need info] jakarta ujan deres. tempat beli perahu karet di sekitar kebayoran dimana ya??
jadi… mari kita berdaya gunakan facebook…