KTP sebagai sumber identitas diri

Posted by on 20/11/2009

ktp-satu

Tiga hari ini saya ditugaskan ke salah satu kantor kelurahan di Jakarta Pusat. Iseng-iseng baca papan informasi menemukan poster dengan gambar kurang lebih sama dengan gambar yang saya tempelkan di atas, SATU KTP, KTP Nasional, SATU KTP, Satu Identitas.

Saya bingung dengan istilah KTP Nasional ini. Dalam benak saya, yang namanya KTP Nasional itu ya berlakunya nasional, se-Indonesia Raya. Selama memegang KTP Nasional, kalau sedang berada di Jakarta, ya meski bukan warga Jakarta ya tetap diperlakukan sama dengan warga Jakarta. Tapi dalam kenyataannya kan tidak demikian, segala pelayanan masih banyak yang bersifat lokal kedareahan, ada perbedaan perlakuan antara warga asli dan warga pendatang. Padahal masih sama-sama dalam lingkup satu negara. Jadi yang maksud dari kata KTP Nasional itu apa? Dari wujudnya saja tiap propinsi berbeda, lalu format penomorannya pun tidak seragam.

Setiap pindah domisili kita masih diharusnya untuk membuat KTP baru di tempat domisili yang baru. Menurut saya lebih tepat disebut update data KTP, bukan membuat KTP baru. Kalau mau memperpanjang masa berlaku KTP harus dilakukan di tempat dimana KTP itu dibuat, tentu itu menyulitkan. Dalam hal KTP baru, menurut hemat saya ya hanya diberikan kepada penduduk yang baru memenuhi syarat memiliki KTP. Dan pemberian masa berlaku selama 5 tahun itu tidak perlu karena KTP itu berlaku sepanjang hidup kita. KTP berbeda dengan SIM, KTP melekat pada setiap penduduk yang bernyawa, sementara SIM kan tidak demikian, mungkin saja terjadi kecelakaan sehingga orang itu tidak dapat mengendarai kendaraan lagi, maka sudah barang tentu dia tidak punya SIM lagi. Perlu adanya evaluasi berkala untuk SIM. Kalau untuk KTP apa perlu dites masih bernafas atau tidak setiap 5 tahun, tentunya tidak kan ? Jadi KTP itu ya dibuat berlaku untuk seumur hidup saja.

Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan,  pada pasal 97 dikatakan bahwa :

Setiap Penduduk yang dengan sengaja mendaftarkan diri sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga lebih dari satu KK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) atau untuk memiliki KTP lebih dari satu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (6) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.25.000.000.00 (dua puluh lima juta rupiah).

Dalam kenyataannya banyak kita temui penduduk ber-KTP ganda, ganda disini tidak selalu bermakna 2, bisa 3, 4 atau mungkin lebih, tergantung kebutuhan dan macam urusannya. Hebat kan? Padahal kita ketahui bersama, data kependudukan, terutama KTP itu merupakan sumber dari segala kartu identitas lainnya, misalnya SIM (Surat Ijin Mengemudi), dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Untuk mengurus kedua surat/ kartu itu diperlukan KTP. Kalau data sumbernya saja sudah kacau, sudah bisa dibayangkan data keluarannya seperti apa, garbage in, garbage out. Jadi jangan heran kalau ada kejadian orang punya 2 kartu NPWP. Termasuk carut marut data calon pemilih dalam DPT Pemilu yang lalu.

Kita tidak bisa hanya mengandalkan sanksi dalam menjalankan aturan. Itu jalan terakhir, efeknya cuma sekedar menakut-nakuti.

Sudah lama saya mendengar tentang issue-issue SIN (Single Identity Number), tapi sampai saat ini sepertinya belum ada bagaimana aksi nyatanya. Data KTP saja kacau, bagaimana mungkin menyatukan misalnya dengan NPWP, SIM, dan lain-lainnya. Itu proyek besar, proyek idealisme, yang sepertinya sulit untuk terlaksana mengingat negara kita sering bermasalah dalam hal koordinasi antar instansi.

Bagaimana dengan penduduknya? Setahu saya, pada umumnya warganegara kita itu patuh dan taat peraturan semua, apalagi kalau ditambah ditakut-takuti dengan sanksi-sanksi itu, cuma yang sering jadi masalah itu kan karena ruwetnya birokrasi dan ditambah dengan banyaknya calo-calo yang berkeliaran di dalamnya. Ini yang membuat warga jadi malas dan skeptis duluan waktu mau mengurus segala macam dokumen itu.

20 Responses to KTP sebagai sumber identitas diri

  1. Erikson

    wah pertama ni… salut buat celingakcelinguk, postingannya informatif dan membuka wawasan.. saran2nya masuk akal dan membangun pula.. saya sependapat kalo dikatakan bahwa perpanjangan data KTP harusnya jangan merepotkan penduduk dengan melakukannya di tempat asal..
    .-= Erikson´s last blog ..Ayah: Dunia Seorang Lelaki =-.

  2. elia bintang.

    saya sempet punya 2 ktp dengan 2 identitas beda.. tapi yang satunya udah saya buang. tapi kyknya foto kopiannya masih ada, kalo blm ancur sih hehe..
    .-= elia bintang.´s last blog ..new wave marketing: titik terang untuk pekerja seni. =-.

  3. ipied

    dulu pas di sby cling, saya masih tetep pake ktp jakarta eh kok jakarta, depok ding :D nah…. tapi saya punya SIM surabaya, bayangin hebat gak tuh? canggih emang calo SIM jaman sekarang hahahaha gak punya KTP sby tapi bisa punya SIM sby hehehe…

    SIMnya gak saya perpanjang karena males ngurusnya harus ke surabaya, apalagi kalo sempe harus nunjukin katepe fiktif yang jelas2 saya gak punya. lagian kalo di jakarta saya malas nyetir motor, jadi buat apa diperpanjang? :D

  4. aubreyade

    ya ampuuun, aseli saya paling takut kalo ditanya ktp..hihi..

    udah lima tahun pindah ke pinggiran jakarta gini, sy masih nyimpen eh, perpanjang ktp jakarta, tempat dulu ortu tinggal. celakanya, sim juga msh alamat yg sama dg ktp jakarta – padahal, rumah ortu saya itu sudah…DIJUAL! (doh) ngge tau ini, enaknya gimana….meski sy udh bikin ktp pamulang sih :D

    enw, perlu gag sih, punya ktp jakarta? ada yg bilang, jangan di-hilangkan.
    .-= aubreyade´s last blog ..Stuck ! =-.

  5. queen

    ehhh ia yak. ktp nasional tapi fungsinya kuq lokal.
    walah..!!! dudul juga ni ah :roll:
    .-= queen´s last blog ..Kita, cinta dan tubuh wanita =-.

  6. Chic

    ah ya, semangat itu boleh saja.. tapi kalo sistem komputerisasinya belum on-line sama sekali dan tidak mencatat jumlah keseluruhan warga negara di sini, ya percuma.. sampe kapan pun tiap orang pasti bisa punya lebih dari 1 KTP.
    .-= Chic´s last blog ..Dear Papa =-.

  7. enggink

    KTP saya dah hampir 2 taun ni mati,, kira2 kena denda ga ya
    .-= enggink´s last blog ..Goodbye Flash, Wellcome Im2 =-.

  8. berkejaran

    wah ak termasuk yg garbage in garbage out klu gt, ktp bertebaran di 3 tempat hua hua hua… forgive me
    .-= berkejaran´s last blog ..buku =-.

  9. elia|bintang

    blm update bos? gue udah pindah rumah loh.. huehe :mrgreen:
    .-= elia|bintang´s last blog ..Introduction ala Fight Club! =-.

  10. zulhaq

    gw dl punya 2 ktp
    tapi bulan ini yang satunya mati

    nah, gw kan dari dulu merantau, tiap menetap dimana gt, walaupun sementara, harus bikin KTP lagi. katanya nasional tp kok bikin KTP mulu. Alasannya, otonomi daerah..yang bener yang mana sih aturan ini!!!
    .-= zulhaq´s last blog ..Do’a Sinting =-.

  11. kutu

    Maksalahnya gini, kalau mau buka rekening bank, daftar PNS atau bikin surat-surat yang lain masih butuh KTP daerah. Katanya KTP nasional ga bisa untuk buat ngurus gitu2. Aku aja punya 3 KTP nasional, bikin di Madiun, Bikin di NTT, dan bikin di Papua. Katanya nasional, tapi ga diakui di seluruh Indonesia. Payah..!!! Kapan bisa bikin SIN-nya kalau begitu??
    .-= kutu´s last blog ..Tips dan Triks Menjadi Yang Terbaik =-.

  12. kucing_usil

    wooh, sekarang saya punya 3 katepe. daerah jakarta, tangerang dan riau yang pemakaiannya disesuaikan dengan keperluan dan kepentingan :D

  13. weirdaft

    ktp saya masih 1, tapi klo mau cepat, ngurusnya jg mahal. 50 RIBU!!!
    .-= weirdaft´s last blog ..Move to WordPress =-.

  14. alfakurnia

    ampun, saya mengaku dosa… punya 3 ktp nih: sidoarjo, tuban dan bogor
    abis gimana daripada kalo ngurus sesuatu disuruh bikin surat keterangan domisili dsb. ribet :(
    .-= alfakurnia´s last blog ..Give Me a Chance by Elia Bintang =-.

  15. beruangqutub

    Satu istri satu identitas !!
    .-= beruangqutub´s last blog ..The Lord of The Naga Sasra Sabuk Inten =-.

  16. beruangqutub

    lho….lali durung login
    .-= beruangqutub´s last blog ..The Lord of The Naga Sasra Sabuk Inten =-.

  17. hanif

    ya,ya,ya, stu KTP sepertinya sulit, data kependudukan bisa kacau jika dirubah mendadak, jika tidak dirubah, KTP ganda juga banyak, yasudah, nikmati saja, toh pikiran pemerintahm jangan terlalu diambil pusing, hehehe….
    .-= hanif´s last blog ..Pencurian ATM Modus Baru =-.

  18. afri

    sistem birokrasi kependudukan mesti diperbaiki dulu, termasuk perilaku SDMnya. baru bicara teknologi yang memudahkan administrasinya.

    mestinya udah pake SIN ya?

  19. gharoe

    Haaaaa

    @All : ga ngerti yak..?

    sama, saya juga ga ngerti.
    sepertinya yang di namakan KTP Nasional ini akan menambah panjang daftar masalah yang sudah ada…

    Clingak_Clinguk, izin share yach…!!
    x aja ada yang bisa jawab tentang kemelut ini.

  20. dodo

    ikutan share ya. Betul sekali apa yang disampaikan clingakclinguk. Tapi mungkin ide ktp seumur hidup agak susah kalau urusan kerjaan dan kantor mengharuskan orang berpindah2 tempat tinggal. Tapi setidaknya urusan ktp tidak seruwet saat ini. Yang mengharuskan surat pindah dari tempat asal kalau database yang dipakai sama saja sesuai NIK atau SIN. Kenapa gak lapor aja di rt, lurah, camat trus dibawa ke capil tempat tinggal baru bahwa kita sekarang penduduk di suatu daerah tertentu. Step by step mungkin bisa dimulai dari mendaftar lewat internet kayak kita sign up email lalu tanda terima email kita bawa ke catatan sipil. Data kita pasti lebih akurat daripada mengharapkan personell capil yang salah mulu penulisan nama dll. And then diverifikasi dengan akta lahir atau ijasah. Kemudian diterbitkan NIKnya dimana saja di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>