Anda tentu tahu Nelson Mandela, salah seorang tokoh dunia yang terkenal berasal dari Afrika Selatan. Dulu semasa masih kecil, saya pernah mengira bahwa beliau ini adalah orang Indonesia karena beliau yang sering tampak sedang mengenakan baju batik ketika tampil di televisi.
Nah, beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah film yang berjudul INVICTUS, yang kurang lebih menceritakan kehidupan beliau (baca : Nelson Mandela), tentang bagaimana beliau ini mulai memimpin sebuah negara yang terpecah belah, yang masih dipenuhi dengan aroma kebencian meski politik apartheid telah berakhir. Orang kulit hitam membenci orang kulit putih, begitu juga sebaliknya. Dengan kemuliaan hatinya, beliau tidak lagi mempermasalahkan segala yang terjadi di masa lalu, beliau ingin mengubah permusuhan itu, dan ingin mempersatukannya dalam sebuah negara, Afrika Selatan.
Dan olahraga rugby yang beliau pilih sebagai salah satu alat untuk mempersatukan semua warga negara. Karena menurutnya olahraga adalah bahasa universal
yang tidak memandang warna kulit. Beliau yakin persatuan itu bisa tercapai, dan dunia pun akan melihat Afrika Selatan yang baru. Maka beliau pun mulai mengundang minum teh kapten tim rugby, ngobrol dengan sang kapten, menjadwalkan tim rugby untuk melakukan tour agar lebih dikenal ke seluruh negeri, lalu suatu ketika beliau datang ke tempat latihan tim rugby hanya untuk sekedar menyapa para pemain, menyalami satu per satu dengan menyebut nama setiap pemain yang disalaminya dengan tepat, bahkan beliau tahu ketika ada pemain yang tidak ikut latihan. Menurut saya itu hal yang sangat keren yang dilakukan oleh soerang pemimpin. Memberikan sentuhan yang personal kepada sebuah tim yang perlu motivasi. Dan bahkan tim rugby negara itu pun berkesempatan mengunjungi bekas penjara Nelson Mandela, disana mereka menemukan inspirasi dan terkagum-kagum, bagaimana mungkin seseorang yang telah dipenjara sekian puluh tahun, ketika bebas dan memiliki kekuasaan tidak punya hasrat untuk balas dendam. padahal kalaupun beliau mau, itu mudah saja dilakukan.
Singkat cerita, dalam masa persiapan menjelang piala dunia rugby 1995 yang kurang lebih hanya 1 tahun, akhirnya tim rugby Afrika Selatan berhasil menjadi juara. Seluruh
warganegara, baik kulit hitam maupun kulit putih berbaur dalam suka cita, bangga atas kemenangan tim rugby mereka, dan tentunya bangga akan negara mereka Afrika Selatan.
Film ini digarap oleh Clint Easwood, sementara tokoh Nelson Mandela diperankan dengan baik oleh Morgan Freeman, sementara sang kapten rugby, Francois Pienaar diperankan oleh Matt Damon. Judul lain dari film ini adalah The Human Factor, sementara INVICTUS itu kalau tidak salah diambil dari judul sebuah puisi pendek yang ditulis oleh William Ernest Henley yang artinya tak terkalahkan.
Saya suka film ini, karena bagi saya cara Nelson Mandela memotivasi tim rugby di film ini sangat inspiratif, sekaligus tahu betul bagaimana membangkitkan sebuah negeri dari keterpurukan akibat politik apartheid. Di Tahun 1995, Afrika Selatan berhasil jadi juara piala dunia rugby, kira-kira apakah mereka juga bisa menjadi juara piala dunia sepak bola tahun ini ya, mengingat mereka adalah tuan rumah World Cup 2010, kita lihat saja nanti. Dan sambil nonton film ini pun, semalam saya membayangkan, andai saja pemimpin kita bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Nelson Mandela, misalnya saja untuk sepakbola negeri kita yang makin terpuruk, mungkin nasib sepakbola kita bisa lebih baik, tidak membiarkan nasibnya berada di tangan pengurus yang sudah jelas-jelas tidak berhasil. Bayangan saya mungkin terlalu jauh, baiklah, cukup berandai-andai seperti ini saja, andai saja para pemimpin menyempatkan diri untuk duduk sejenak menonton film ini, semoga hati mereka tergugah untuk tidak hanya berebut kekuasaan di panggung politik, yang kebanyakan omong doank, tapi ke aksi yang lebih nyata, bukan hanya beraksi di mimbar-mimbar untuk berpidato mengumbar janji, saling lempar fitnah. Wah, tulisan ini lagi-lagi sudah mulai menjadi bola liar, lari kemana-mana, hehehe…sudah dulu deh, cukup sekian. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca.


bisa nda kita minjem dia bentar buat ngebenerin kondisi di sini. abis itu minjem yg orang italia itu, trus minjem orang dari jepang. soalnya kalo disuruh ma orang luar, keknya pada mau nurut tuh…bangga malah
.-= yati´s last blog ..curiga =-.
walah..pemimpinnya ndak sempat nongton pelem,Pak-lagian ndak suka jenis pelem begini, sukanya Ayat-Ayat Cinta, gituh – makanya premiere nya gag mau kelewatan…blum lagi, waktunya habis loh, bwt mbikin album rekaman, kan… *kalem*
lama bener ini ndak apdet blog *nunggu udh seabad*
.-= Aubrey.ade´s last blog ..Dan… =-.
Disalami satu per satu oleh Nelson Mandela, tim Rugby Afsel bisa tergerak dan jadi semangat. Kalau mereka disalami pejabat yang pernah masuk bui dan bergaya seperti mafia, yang ada malah jadi jiper
wah keren kayaknya! saya blm pernah dgr film ini sbnrnya.. tapi dari ulasannya, sepertinya menarik karena banyak unsur kemanusiaannya selain politik jg tentunya.
pemimpin kita, saya rasa, ga akan memberi efek apa2 jika mereka menyalami tim bola kita. rakyat udah ga respek. ga mungkin seseorang yg kita pandang sblh mata bisa memberi semangat kan
udah pernah liat trailernya.. tinggal nontonnya yang kapan ya??
@wongiseng & eliabintang : dalam film ini pun sebetulnya pada awalnya diceritakan bahwa tim rugby sangat tidak respek terhadap Nelson Mandela, karena mereka merasa bukan bagian dari Afrika Selatan, tapi ketulusan & keyakinan sang presiden mampu mengubah itu semua.
ya tapi tentunya kasus di Afsel tidak bisa kita samakan dengan kasus yang terjadi di negeri ini, itu masalahnya
@desty : hmmmm…gimana kalau weekend besok?
jadi ini film udah tayang apa belum di bioskop? atau mesti berburu DVD-nya?
yang maen keren-keren euy…
.-= Chic´s last blog ..Elevator to the Gallows* =-.
filmnya berbobot yah? hehe, agak males nontonnya nih. suka yg action2 kalau amerika.
jangankan dunia persepakbolaan, ngeliat ajang perbulitangkisan aja sekarang menyedihkan
lagi nyari donlotan film ini tp belum nemu
jadi pemimpin emang susah2 gampang ya mas, saya jd inget ada yang bilang gni
“di balik jabatan yg tinggi jg tersimpan tnggung jawab yang besar”
.-= pandaya´s last blog ..Kalian semua, Kita…..Selamanya =-.
ARtikel yang menarik.hehehe owh ya kalaoo maw jualan baju import bisa lho dengan harga oke,gak percaya ?? cek http://chachashop.com/grosir