February 10, 2010 8

Pendidikan Kedinasan

By in catatan hari ini

Setelah tahun lalu Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) menuai kontroversi, tahun ini keluar lagi peraturan yang mengatur tentang pendidikan, namun kali ini lebih dikhususkan kepada pendidikan kedinasan. Iya, Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan sudah disahkan pada tanggal 22 Januari 2010.

Saat UU BHP disahkan, banyak pihak yang khawatir dengan akan makin mahalnya biaya pendidikan di negeri ini, karena perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola pendanaannya secara mandiri, meski harus dengan mengutamakan prinsip nirlaba. Dan sepertinya apa yang dikhawatirkan itu terbukti. Biaya kuliah sekarang ini makin mahal. Salah satu solusi, kita bisa mengarahkan anak atau adik kita yang baru lulus SMA untuk masuk ke sekolah kedinasan, karena kuliah di sana gratis. Tapi sekarang setelah terbit PP No.14 Tahun 2010, solusi sudah tidak bisa dipakai lagi. Kenapa ?

Karena pada pasal 1 ayat (1) dalam peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa :

Pendidikan kedinasan adalah pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri.

Dalam hal ini saya berharap pemahaman saya tentang aturan yang baru ini salah. Saat ini saya masih menyamakan arti dari sekolah kedinasaan dengan pendidikan kedinasan. Jadi, kalau dianggap sama, maka kekhawatiran saya tentang akan dihapusnya sekolah-sekolah kedinasan yang gratis bagi para lulusan SMU/ sederajat itu bisa saja terjadi jika kita mengacu kepada pasal 1 ayat (1) PP No.14 Tahun 2010 ini. Maka peluang untuk mendapatkan fasilitas pendidikan murah apalagi gratis makin tipis.

Kan ada beasiswa, bung. Beasiswa umumnya hanya diberikan kepada anak-anak yang berprestasi tapi tidak mampu dari sisi ekonomi. Ya selain beasiswa, sekolah kedinasan juga bisa jadi alternatif untuk memperoleh pendidikan murah/ gratis. Tapi untuk masuk sekolah kedinasan pun harus melalui tes seleksi yang memiliki tingkat persaingan cukup tinggi. Lantas bagaimana dengan anak-anak yang berkemampuan akademik pas-pasan, tidak berprestasi dan juga berasal dari keluarga yang tidak mampu ? Kita tidak bisa mengatakan : “ Ya, itu derita lu.

Meskipun di satu sisi kita sudah seringkali melihat kebobrokan yang terjadi di sekolah tinggi kedinasan, tapi kita harus bisa memilah, itu hanya perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, saya percaya ketika awal masuk sekolah kedinasan itu mereka tidak bertujuan atau bercita-cita begitu lulus ingin jadi preman.

Jadi, sekolah kedinasan itu masih diperlukan atau tidak ?

Saat ini perguruan tinggi sudah banyak yang membuka jurusan ilmu-ilmu yang dipelajari dalam hal mengelola negara (misalnya administrasi tata negara, perpajakan), dari sisi ini sih menurut saya tidak perlu lagi dibuka sekolah khusus kedinasan, karena sudah disediakan oleh sekolah tinggi atau perguruan tinggi secara umum, kecuali akademi militer atau akademi kepolisian, mungkin. Tapi, dengan catatatan bahwa biaya pendidikan di perguruan tinggi umum (negeri/swasta) itu harus benar-benar terjangkau jika tidak bisa digratiskan.

Tags: , , , , ,

8 Responses to “Pendidikan Kedinasan”

  1. praja says:

    masi karana di prov masi membutukan org yang memang berkualitas yang bai dan mengerti akan ppemmerintahan yang berada pada daera prov…

    #clingakclinguk : hehehe…oke, itu pendapat anda, berbeda pendapat sah-sah aja toh ? :)

  2. nadya says:

    kalau pemimpin kita visioner, justru dia membayar anak2 untuk menuntut ilmu sebaik2nya :)
    (kayak di jembrana, kalo ga salah ….)

    #clingakclinguk : wah, baru tahu saya kalau pemda Jembrana melakukan itu, selain melakukan inovasi e-voting yang beberapa waktu yang lalu sempat ditayangkan di salah satu stasiun televisi lokal

    .-= nadya´s last blog ..lucky charm =-.

  3. punzer says:

    yaaa klo saya berharap sih masih ada aja buat tahun dpan,kasihaan adek adek kelas di sma yang ga mampu
    .-= punzer´s last blog ..Donkeymails: the Best GPT =-.

    #clingakclinguk : sepertinya memang masih banyak sekali yang berharap dari sekolah kedinasan ini, kita lihat saja perkembangannya nanti seperti apa.

  4. plukz says:

    nah ini beneran jadi sumber kegelisahan buat para anak negara mas, tidak ada kepastian. kalau memang mau membuat kebijakan, ya mestinya diperhatikan pada prakteknya berdampak baik atau justru buruk.

    satu hal yang unggul di sekolah kedinasan kan update nya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah lebih cepat, jadi ketika sudah jadi ya siap pakai, selain menghemat biaya rekrutmen dan sekaligus meringankan beban banyak keluarga juga. :D

    CMIIW

    #clingakclinguk : ndak usah gelisah dulu, lebih baik dilihat bagaimana perkembangannya
    hmmmm….dampak baik atau buruknya diliat dari pihak siapa dulu? soal update kebijakan, hal ini bisa diatasi dengan cara adanya kerjasama/kesepakatan antara institusi pemerintah dengan institusi pendidikan.

  5. dian says:

    menurut saya sudah tidak lagi.
    *jawabnya sambil emosi karena abis nonton adegan pemukulan di sekolah kedinasan*

    #clingakclinguk : hahaha…buat apa ya masuk sekolah kedinasan kalau cuma untuk menyerahkan diri buat digebukin? gaya semi-militer itu sudah ndak jaman, untuk membangun pribadi yang disiplin tidak harus dengan cara kekerasan

  6. kerhen says:

    Menurut saya rasa antara pendidikan kedinasan dan sekolah kedinasan merupakan suatu hal yang berbeda. Di sana jelas dikatakan bahwa pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang di peruntukkan utk PNS dan CPNS, dimana klo saya melihat di Dept tmp saya bkrja pendidikan kedinasan itu memank terus selalu dilakukan dengan sistem diklat ataupun beasiswa lanjutan pendidikan yang disediakan oleh instansi d tmp saya bekerja. Yang mana bertujuan agar kompetensi dari CPNS dan PNS yang ada dapat terus ditingkatkan utk mengimbangi beban kerja yang semakin berat krn iklim krja yg menuntut setiap pegawai dapat memberikan yang terbaik kepada instansi tempat saya bkrja dalam kewajibannya melayani masyarakat. pendidikan kedinasan seperti ini yang saya ketahui juga dari dulu telah banyak dilakukan oleh institusi2 pemerintahan yang ada di negeri kita tercinta ini. Jadi…jgn khawatir akan hal ini. Salam…

    #clingakclinguk : saya setuju dengan anda, saya pun berpikir bahwa pendidikan kedinasan itu tidak sama dengan sekolah kedinasan, salam :)

  7. vidya says:

    Kalo melihat dari pasal 1 di atas tentang definisi pendidikan kedinasan sepertinya agak berbeda dengan definisi sekolah kedinasan selama ini..
    Terlepas dari itu, sekolah kedinasan, menurut saya masih diperlukan, karena di beberapa instansi, lulusan sekolah kedinasan masih diperlukan untuk keperluan kerja instansi (memenuhi SDM yang kualified dalam bidangnya, apalagi untuk instansi yang kurang banyak diminati oleh orang umum). Tentang kekerasan di sekolah kedinasan, menurut saya hanya oknum2 tertentu karena saya sebagai alumni salah satu sekolah kedinasan tidak melihat adanya kekerasan itu di almamater saya. Semoga apapun itu kelanjutan dari PP ini bisa berakhir dengan keputusan yang bijak..
    Terima kasih

    #clingakclinguk : iya, saya pun berpikir demikian, antara sekolah kedinasan dengan pendidikan kedinasan itu definisinya sudah berbeda, makanya saya juga berharap semoga apa yang dikhawatirkan itu tidak terbukti :D

  8. warm says:

    asli, saya baru tau akan terbitnya peraturan itu.
    makasih infonya mas :)

    dan ya kadang rancu sih aturan antara pendidikan dan pelatihan,
    PP 14 /2010 sendiri setalah saya baca secara keseluruhan, ternyata hanya mengatur soal pendidikan yang bertujuan untuk menambah kompetensi PNS setelah memiliki gelar S1, tapi juga bukanlah jenjang S2.

    jadi ya benar kata kerhen di atas, beda dengan sekolah kedinasan.

    saya menunggu aplikasinya nanti, bagaimana wujud nyatanya :0

Leave a Reply