Kalau dulu orangtua menakut-nakuti anaknya yang sering lupa waktu kalau sedang terlalu asyik bermain biasanya dengan menggunakan makhluk-makhluk imajiner, misalnya : “Awas lho, nanti kalau mainnya kejauhan, kamu digondol sama wewe gombel” atau “Dik, sudah malam, ayo pulang, sudah magrib, nanti kamu diculik sama dulitan lho.” Makhluk imajiner itu digambarkan berpakaian lusuh, membawa karung, dimana anak-anak yang diculik akan dimasukkan ke karung itu. yang kalau dipikir lagi, penggambaran makhluk itu kok lebih mirip pemulung
.
Di jaman yang serba canggih sekarang ini, anak-anak tidak lagi takut sama makhluk-makhluk imajiner itu. Mungkin anak sekarang lebih takut kalau kita bilang : “Jangan kebanyakan facebook-an, nanti kamu jadi korban facebook lho”
.
Jadi, bisa dikatakan bahwa facebook ini sekarang sama seperti wewe gombel, untuk itu, waspadalah…waspadalah…!!!
Iya, waspada itu bukan dipakai cuma kalau mau menyeberang jalan, facebook-an pun harus waspada karena sekarang mulai bermunculan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab memanfaatkan media internet untuk berbuat kejahatan, sementara di sisi lain kita masih banyak menemukan pengguna internet yang masih sangat lugu, yang dengan mudahnya percaya begitu saja kepada orang-orang yang ditemui lewat media internet. Sengaja saya beri penekanan pada kalimat oknum-oknum tak bertanggungjawab, sekedar untuk menunjukkan bahwa merekalah subjek pelaku kejahatannya, bukan internet atau facebook. Seperti yang banyak kita temui akhir-akhir ini banyak media massa yang memuat berita penculikan dengan memasang judul KORBAN FACEBOOK atau AKIBAT FACEBOOK atau KORBAN FACEBOOK MAKIN BANYAK, REMAJA MENJADI “KORBAN” FACEBOOK dan sejenisnya. Dimana dari melihat judulnya kita melihat seakan-akan facebook-lah si pelaku kejahatan. Padahal kita tahu bahwa facebook hanyalah media atau alat, tidak jauh berbeda dengan pisau dapur yang biasa untuk memotong sayuran namun dapat mengiris jari kita, korek api yang biasa untuk menyulut kompor, kadang juga bisa membuat kita terbakar, silet yang biasanya buat bercukur juga bisa melukai wajah kita, dan benda-benda lainnya yang di satu sisi bila digunakan dengan baik dan benar mendatangkan manfaat bagi penggunanya, namun di sisi lain juga dapat mendatangkan malapetaka kalau alat atau media itu digunakan untuk sesuatu yang tidak baik. Banyak orang yang lebih suka mencari gampangnya saja, ada anak diculik oleh pelaku yang menggunakan media facebook, lantas menyalahkan facebook, seperti halnya saat melihat anak kecil yang jatuh karena kesandung batu, yang disalahkan batunya.
Saya menulis ini bukan karena saya dibayar pihak facebook untuk membela mereka, saya tak punya hubungan khusus selain saya hanya salah satu pengguna situs jejaring sosial itu. Saya cuma sedikit kesal melihat, membaca, mendengar pemberitaan mengenai hal ini yang menurut saya sudah berlebihan dan bukannya memberikan pencerahan kepada masyarakat, malah terkesan menyesatkan.
Menurut pemahaman saya, yang namanya KORBAN FACEBOOK itu adalah user facebook yang terlalu aktif mengupdate status-nya di facebook, yang kuat berjam-jam main mafia war atau farmville, yang merasa hidup itu hampa tanpa facebook (lebay memang, tapi nyatanya ada). Jadi, kalau anda-anda menggunakan facebook secara berlebihan sampai lupa waktu, bisa jadi anda masuk kategori korban facebook.
Sementara korban-korban yang banyak diberitakan di media massa itu adalah KORBAN PENCULIKAN, KORBAN PENIPUAN yang kebetulan si pelakunya menggunakan media facebook. Kasihan kan kalau sampai ada orangtua yang khawatir lalu menelpon anak gadis satu-satunya untuk berpesan : “Nak, hati-hati, jangan facebook-an terus, nanti kamu kena culik.”
Akhir kata, saya cuma mau berpesan, jangan mudah meng-kambing hitam-kan sesuatu, sehingga dapat menimbulkan keresahan orang banyak. Oh ya, satu lagi yang penting, jangan sedikit-sedikit membuat aturan yang akibatnya menimbulkan banyak kekangan di sana-sini, memancing orang untuk berontak, yang lebih diperlukan adalah edukasi bagaimana supaya media-media yang sudah ada dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang banyak, juga dapat menambah kewaspadaan pengguna karena tahu baik-buruknya.



Turut berbagi bersama beberapa warga 

saya korban plurk dan internet!! sehari ga onlen rasanya sakaw.
mari korban internet bersatupadu for world peace *dadah2 ala miss universe*
sepakat, mas. setuju banget bagian ini : jangan mudah meng-kambing hitam-kan sesuatu.
sebelum menyalahkan pihak external, lebih baik lihat ke dalam diri sendiri dulu. ngaca, gitu istilahnya.
meong
18 Feb 10 at 3:29 pm
betul sekali mas…
tapi TV itu kok ya asal main singkat aja… akhirnya pada nyalahin facebook-lah.. buntut2nya keluar peraturan ga jelas dari kementrian itu
desty
18 Feb 10 at 4:35 pm
GIGI Band malah bisa menginspirasikan lagunya dari facebook. My facebook bagus banged loh lagunya
Korban facebook yang menyenangkan kalau itu.
Kalau saya sih bener-bener korban internet. kalau sehari aja gak online internet…. fiuh, bakalan gak gajian
phery´s last blog ..Group Facebook
phery
18 Feb 10 at 5:09 pm
salahkan media! media yang membentuk semua opini itu.. geblek emang!
Chic´s last blog ..Confucius
Chic
18 Feb 10 at 5:15 pm
iya korban fesbuk menurutku ya yang seperti kamu sebutkan itu her…
termasuk yang getol maen petsos…
afrij
18 Feb 10 at 6:00 pm
itu sih facebooker yg gampangan aj kali…
febriyanto
19 Feb 10 at 3:25 pm
semua harus di teliti drngan seksama bos….
lha kalo baca blog terus kelupaan makan terus sakit mag bisa bisa blog dilarang ntar
soewoeng
20 Feb 10 at 2:18 pm
hadir, aku aku aku.. korban pet society hahaha…
diah
20 Feb 10 at 8:10 pm
Ketakutan berlebihan yang menghasilkan aturan yang berlebihan dan tidak masuk akal
wongiseng
21 Feb 10 at 5:58 am
hahah….maka dari itu gw jarang update status her…takut jadi “korban” ada yg ngajakkawinmalah…
:D
dewi
21 Feb 10 at 11:19 am
ya ya fesbuk cuma media
yg salah ya tentu usernya,
weh pandangan yg bagus kau ini
warm
21 Feb 10 at 8:27 pm
saya korban blog. kalo ga ngecek blog dalam sehari, saya bisa sakaw (sakit karena web)
heran sbnrnya apa sih latar belakang jurnalis2 itu. kalo mereka pernah kuliah, mereka pasti diajarin kalo media itu netral. semuanya tergantung penggunanya mau gunain buat kebaikan atau kejahatan.
after all, bad things sell. mungkin itu alesan mereka nulis judul2 ga bertanggung jawab itu, walaupun mnrt saya sih mereka udh ngelanggar kode etik jurnalisme
elia|bintang
22 Feb 10 at 1:56 am
heheh saya gak punya pacebook kok
bohong mode on
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh
antokz´s last blog ..Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait
antokz
22 Feb 10 at 1:08 pm
wah cerdas dan cermat! pak heri kepikiran aja yang beginian
nadya´s last blog ..yuk maen bola lagi ;P
nadya
22 Feb 10 at 11:39 pm
mirip juga dengan kasus narkoba
kenapa yang disalahkan peredaran barang haram
bukan tersangka yang menjualbelikan narkoba..
*nggak nyambung*
annosmile´s last blog ..Menikmati Durian Ngantang
annosmile
23 Feb 10 at 7:49 am
wah artikelnya menarik banget, saya ga maen facebook, berarti ga jadi korban dunx pak,??


salam kenal
ofaragilboy´s last blog ..fatamORBeta
ofaragilboy
23 Feb 10 at 4:36 pm
hahahaha
jadi siapa yg salah..
tanya siapa?
siapa yang jawab..
hehe *jd bingung sendiri. update status dlu aja dh.
xp
kunto
24 Feb 10 at 10:23 pm
yang salah ya orang media. mereka yg ngarang term ‘korban facebook’. ini pembodohan. salahkan media. tolak rpm apa itu
venus
26 Feb 10 at 7:00 am
facebook atau internet itu cuma media, kalo ada kasus-kasus seperti ini yang salah ya penggunanya. Saya sendiri sih sebenarnya korban juga, korban twitter dan plurk
.
oglek
1 Mar 10 at 10:37 pm
dewasa ini telah terjadi wabah penyakit misterius yang menyerang anak-anak remaja.
penyakit ini belum diketahui namanya…
namun menurut beberapa reporter kami, para penderita mengalami perubahan bentuk wajah menyerupai buku stensilan..disinyalir kuat, penyakit ini disebarkan melalui situs jejaring pertemanan bernama facebook.
halah..
sendja´s last blog ..if love is pure, why it can be so wrong?
sendja
2 Mar 10 at 7:52 am
Jangan-jangan ntar ada korban ngerumpi
)
wongiseng
3 Mar 10 at 5:25 pm
wow analisa yang tajam Cling, ternyata dirimu bijak juga ya.. *thumb up*
dewira
4 Mar 10 at 10:55 am
Temenku yang sudah bapak-bapak anak 3 itu malah pingin diculik.. Katanya, “aku culik’en po’oo..”
Lha ya mana ada yang mau penculiknya. Wis nggak seger blas
). Ngenes..
devieriana´s last blog ..Kangen Jadi Trainer
devieriana
5 Mar 10 at 12:32 pm
facebook oh facebook… resiko situs networking ngetop! cuma kok blm pernah dengar “Ati-ati ntar jadi korban friendster!”
sabai
6 Mar 10 at 9:18 pm
Idem sama yang ini
sepakat, mas. setuju banget bagian ini : jangan mudah meng-kambing hitam-kan sesuatu.
sebelum menyalahkan pihak external, lebih baik lihat ke dalam diri sendiri dulu. ngaca, gitu istilahnya.
Tapi mau gimana lagi. namanya juga kulture biasanya yang disalahin medianya, bukan oknum. Negeri ini lagi belajar
*sok negarawan
Arham Blogpreneur
25 Mar 10 at 7:22 pm
Wahahaha,.. Sudah beda jaman Mas… Beda generasi, beda juga kambing hitamnya…
asop
21 Apr 10 at 8:45 pm