A urinal is a specialized toilet for urinating into generally used by males. It has the form of a container or simply a wall, with drainage and automatic or manual flushing.
Itu kata wikipedia, ada juga yang menyebutnya urinoir, bahasa awamnya ya tempat pipis ![]()
Modelnya ada yang sederhana, ada pula yang unik seperti gambar di samping. Ada yang dilengkapi juga dengan teknologi yang tak kalah canggih dengan gadget-gadget terbaru.
Kalau di masjid atau musholla mungkin kita menemukan yang model-model sederhana, cukup dinding yang disekat-sekat dilengkapi dengan kran air, semua orang bisa dengan mudah menggunakannya.
Lain ceritanya kalau kebelet pipis di gedung-gedung modern nan mewah. Perlu perjuangan khusus untuk bisa menyalurkan hasrat ingin pipis ini. Ya salah satunya mungkin kita akan sedikit terhenyak kaget ketika melihat bentuk urinal yang unik-unik. Ditambah dengan kecanggihan teknologinya, ini yang bagi saya pribadi sering merepotkan. Ada bermacam-macam urinal, dari yang sederhana dengan ada kran airnya, sistem putar maupun tombol untuk dipencet, ada pula yang di-setting otomatis akan menyiramkan air setiap beberapa menit, ada pula yang menggunakan sistem sensor, dimana air baru akan mengalir saat kita selesai menunaikan hasrat dan penggunanya bergeser sedikit dari urinal itu. Suka bingung lantaran kok ndak keluar airnya ya. Mungkin teknologi ini bagus untuk penghematan penggunaan air, tapi ya itu, suka bikin keder
. Mungkin ada baiknya di setiap toilet diberikan papan informasi mengenai bagaimana menggunakan urinal, wastafel dan kawan-kawannya, mengingat bangsa kita masih belum sepenuhnya terbiasa menggunakan benda-benda itu. Ya, karena ini masih menyangkut masalah kebiasaan, jadi meskipun di toilet sudah tersedia urinal, masih saja banyak yang lebih memilih menggunakan WC untuk sekedar buang air kecil, alasannya bisa karena airnya lebih melimpah, bisa juga alasan malu untuk buang air kecil secara bersamaan dengan beberapa orang di samping kita sehingga urine-nya susah keluar
Orang ke toilet buat buang air kecil itu selain karena alasan kebersihan, juga karena malu untuk buang air kecil di tempat terbuka, jadi janganlah ditambah malu lagi di dalam toilet lantaran tidak tahu cara menggunakan alat-alat yang ada di dalam toilet itu.
Bagi yang ndak mau repot, dan tidak peduli, daripada nyari toilet, bayar seribu, udahlah disalurkan di tempat seadanya saja. Tak jarang saya memergoki supir angkutan umum buang air kecil sembarangan, yang dikencingi busnya sendiri pula. Ya barangkali ada norma yang mengatakan bahwa sesama sopir dilarang mengencingi bus lain
. Jadi, jangan heran kalau pas lagi di terminal sering mencium bau pesing. Atau kadang tukang ojek yang lagi mangkal juga suka tuh buang air kecil sembarangan, ya kalau ndak di pojokan, di semak-semak, atau di pohon besar (hihihi….awas ketempelan penunggu pohonnya
).
Oh ya, sambil nulis ini saya menemukan sebuah website yang mengoleksi foto-foto urinal yang tersebar di seluruh dunia, namanya urinal.net, ada-ada saja ya ![]()
Tags: kebiasaan, tempat umum, toilet

ihh pamer emoticon .. sebel … *ora nyambung*
bentuk urinoirnya lucuuuuu
) hahaha berasa pipis di mulut wanita *eh* hahahaha….
ada lagi cling, kata masku kadang tinggi urinoir itu suka aneh2 kadang ada yang kependekan jadi kalo mau pipis kudu agak jongkok dulu baru bisa tepat sasaran. gak kebayang kalo bule yang pipis deh hahaha…
sumpah bingung mau komen apa =))
Jadi bagusnya pipis dimana?
)