Pinjam di Belakang

Posted by on 29/07/2010

Mendapati minuman yang saya simpan di kulkas ternyata tiba-tiba raib, atau saat saya hendak pulang, ternyata helm saya tidak ada, entah siapa yang memakainya, atau sandal yang tiba-tiba tidak ada di depan pintu rumah. Lalu selang beberapa saat, ada yang datang dan bilang minumanmu aku pinjam, nanti aku ganti ya, atau bilang tadi helm-mu tadi aku pinjam buat ke sana, atau eh sorry ya, tadi sandalmu aku pinjam, buru-buru soalnya.

Oke, jadi rupanya sekarang kata pinjam itu sudah mulai bergeser ya

, yang semula diucapkan sebelum dilakukan, kini sudah terbalik, sudah terjadi dulu kejadiannya, baru deh bilang pinjam. Hmmmm….siapa yang ngajarin ya ? Apa tidak terpikirkan sama sekali bagaimana jika si empunya barang-barang itu sangat membutuhkan barang yang dipinjamnya itu, sementara barang itu dia pakai dengan catatan pinjam di belakang. Yang pasti hal ini sangatlah menjengkelkan.

Di dalam pinjam-meminjam itu ada proses permintaan izin dari peminjam dan pemberian izin dari sang pemilik, dan INI DILAKUKAN SEBELUM BARANG YANG DIPINJAM ITU DIPAKAI SI PEMINJAM. Setelah proses peminjaman barulah anda boleh mempergunakan barang itu. Jangan mentang-mentang sudah akrab, lantas anda bisa mempergunakan barang orang lain selayaknya barang itu milik anda, disitu sama saja anda tidak menghargai pemiliknya. Barang-barang itu ada pemiliknya, bukan fasilitas umum. Memang ini masalah sepele, tapi bukan berarti hal semacam ini bisa terus menerus disepelekan.

14 Responses to Pinjam di Belakang

  1. imadewira

    hmmmm, mungkin ini lebih baik daripada hilang beneran ya? hehe

  2. hanny

    hihihihi setuju banget, waktu itu pernah nyari-nyari buku di atas meja terus ada orang lewat dan bilang “nyari buku, ya? kemarin aku PINJAM tapi lupa bawa hari ini”

    ARGGGGHHHHHHHHHH

  3. diah

    orang-orang di kantor malah minta ijin dijawab sendiri

    mbak-mbak dengan suaranya sendiri : pinjem nova-nya ya bu.. *ambil majalah di meja*

    mbak-mbak yang sama menirukan suara si ibu : iya mbak ambil aja
    :) )

  4. wongiseng

    Asal jangan sampe eh tadi pacarmu aku pinjam.

  5. nadya

    betul, apa susahnya sih bilang dulu. huh.

  6. clingakclinguk

    @imadewira : ya memang lebih baik daripada hilang beneran, tapi kan lebih baik lagi kalau bilang pinjemnya itu di awal, ini kalau ngomongin masalah mana yang lebih baik loh :D

    @hanny : nah kan, orang jadi ngomong seenaknya gitu, pinjem trus lupa bawa, gimana kalau saat itu kita butuh banget buku itu, kan jadi makin jengkel toh.

    @diah : ini orangnya punya inisiatif tinggi, ndak mau merepotkan yang punya, sampe dialognya diwakilkannya sendiri.

    @mbah iseng : wis pancen iseng banget sampeyan iki, pinjem pacar bilangnya belakangan, ckckck…

    @nadya : iya, gampang kok, apa karena takut ndak dikasih pinjem jadi mending dipake aja dulu baru setelah itu bilang pinjemnya ?

  7. ayamcinta

    Pake hati ini nulisnya… Hehehehehe

    Masyarakat kita sudah kehilangan akar budaya, adat bangsa timur yang sangat kental dengan sopan santun seakan menguap hilang entah kemana

    Jaman dulu kayaya klo ga ada orangnya megangpun ga berani, sekarang… beraninya justru klo ga ada orangnya. Ironi….

  8. clingakclinguk

    @ayamcinta : ini nulis’e pake papan kunci alias keyboard :D

    yaaa….bgitulah, Yam :)

  9. marsini

    sepakat.
    alangkah lebih baik minta ijin dulu.
    klau yang punya lagi gak ada kan udah banyak alat komunikasi sekarang.. :)

  10. alisnaik

    selamat pagi.

    kalo gak salah emang gak boleh tuh dalam agama, kalo minjem gak pake ngomong2 dulu.

    terima kasih dan mohon maaf :o

  11. beruangqutub

    masih mending Her, disini beberapa kali terjadi pinjam dengan hak opsi… alias… akhirnya entah bagaimana barang menjadi milik si peminjam. hahahaha…

  12. bukan detikcom

    kalau itu kejadian di saya…bisa saya rebus tuh orang yang meminjam ituh… :D

  13. clingakclinguk

    @marsini : betul…betul…betul

    @alisnaik : terima kasih dan maaf, 2 kata sakti ya :)

    @beruangqutub : hahahaha…iya memang sering juga ada yang begitu, kalo ndak diminta ya ndak dikembalikan

    @bukan detikcom (lalu apa donk?) : baiklah, kapan-kapan saya nitip 1 ya, tolong direbusin, setengah matang saja :D

  14. sez

    tapi saya suka begitu.. :(
    susah ya.. dihilangkan kebiasaannya… huhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>