Ada fenomena unik setiap kali menjelang Ramadhan juga selama bulan Ramadhan dan ini sepertinya hanya ada di Indonesia, namanya PENERTIBAN. Entah apa definisi penertiban bagi mereka, yang saya tahu sih itu penutupan, sukarela lebih baik, atau kalau ndak mau ya dipaksa. Polisi, Satpol PP, bahkan ormas-ormas pun turun ke jalanan. Semuanya ditertibkan, semua dirazia, yang minuman keras lah, panti pijat dan tempat hiburan malam lah, melakukan razia-razia ke penginapan atau hotel kelas menengah ke bawah lah (kayaknya jarang ya ada razia ke hotel mewah
) untuk menjaring orang-orang yang dianggap melanggar norma kesusilaan. Semua tiba-tiba jadi polisi moral. Termasuk warung makan yang harus ditutup atau minimal ditutupi sedemikian rupa supaya tidak kelihatan sedang beroperasi. Padahal tak semua orang di negeri ini berpuasa di bulan Ramadhan. Tak jarang penertiban itu menyebabkan gesekan-gesekan sehingga terjadi keributan dan pengrusakan.
Kenapa sih harus dilakukan penertiban ? Untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa kah ? Bagi saya ini bukanlah sebuah penghormatan, kalau pun iya, ini adalah penghormatan semu, dan dipaksakan. Kenapa tidak dibiarkan saja, toh sehari-hari juga begitu, biarkanlah itu sebagai bagian dari ujian. Kalau setiap menjelang puasa selalu ada penertiban, saya menganalogikan seperti ini : setiap kali ujian, kita minta soal-soal yang mudah, supaya kita semua bisa lulus. Jangan terus-terusan nyari gampangnya aja lah
. Yang ada jadi kelihatan seperti kita menyepelekan diri kita sendiri, ndak pede dengan kemampuan kita menghadapi ujian-ujian itu.
Dan konon katanya ibadah puasa itu adalah ibadah yang sangat personal, antara yang menjalankan dengan Tuhan, jadi cuma yang berpuasa dan Tuhan-lah yang tahu, lantas kalau ada penertiban sana-sini, itu bukannya jadi banyak yang ikut campur namanya ya ? Jadi, menurut saya pribadi sih biarkan saja semuanya apa adanya, tanpa perlu dilakukan pengkondisian sedemikan rupa, kita hanya perlu mempersiapkan diri dan mental kita masing-masing toh ?
Ada yang bilang, ya minimal sebulan itu biar keliatan lebih religiuslah, daripada ndak sama sekali
Oh iya, selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ya, mari menertibkan diri kita masing-masing ![]()
Tags: fenomena, indonesia, penertiban, puasa, Ramadhan, unik

yuk mari sebelum bulan itu datang mari kita sambut dengan berbuat dosa wekekeke (devil)
@ipied…
real devil
Wah..masuk bulan penuh ampunan…
Suka tulisan ini.
Ada kesadaran utk melalui ujian sehakiki.nya
Selamat memasuki bulan ramadhan yah…
Salam,
Eka SS
peringatan dari pemerintah untuk tidak melakukan aksi “penertiban” sih udah ada. Tinggal kita liat ajah efektif atau nggaknya…
jujur saja saya kurang setuju ada penertiban hanya karena bulan suci Ramadhan, kalau bisa penertiban dilakukan kapan saja tapi tentunya dengan cara yang baik.
seharusnya tertib itu nggak hanya ketika akan Ramadhan ya.. Tapi “budaya” yang berlaku seolah-olah tertib itu hanya ketika akan menyambut Ramadhan aja..
*sigh*
banyak hal yg memang perlu ditertibkan mas.. tapi semua pasti berawal dari diri sendiri. Nice post, Salam kenal.
penertiban sih memang seharusnya dari diri sendiri. Tapi sebagian memang ada yang gak mau menertibkan diri sendiri, akibate harus ditertibkan orang lain
itu dia om cling…soalnya di indonesia raya yang merdeka taun 45 inih, budaya demokrasi yang bebas terkadang di salah gunakan…
ya…pemerintah berhak sih ngatur, biar tertib…masalahnya yang diatur sama yang ngatur aja juga ngga tertib…jangankan di bulan ramadhan…di bulan bulan biasa aja mereka lebih parah dari kata tertib…
emang paling nyaman kalo dari diri sendiri dulu deh
Salam Kenal dariku, nice artikel
Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin
wahahahahahah…postingan kita kok senafas ya…hihihihi
Mana ada pelacur,pedagang minuman keras,penjudi,dll yang mau menertibkan dirinya sendiri.
wah memang penting itu mas, semua dari diri sendiri dulu
Kalo dipikir kembali, memang benar, untuk apa ada penertiban dan penutupan tempat makan (di beberapa daerah)? Justru semakin berat godaannya (dan jika berhasil melewatinya) akan makin besar pahala yg didapat.
yang nggak puasa ngormatin yang puasa, yang puasa juga harus ngormatin yang nggak puasa, gitu to pak?
Penertiban dan segala macam penerapannya mulai dari diri sendiri.. baiknya persisten dan konsisten barulah kemudian merujuk keluar.. melihat oknum2 itu rasanya kurang pas kalau dirinya sendiri masih belum tertib dan menerapkan azas tebang pilih..
Ibadah, baik itu ramadhan dan setelah ramadhan adalah tanggungjawab dan kewajiban individu masing-masing dimana pahala dan dosanya adalah masing-masing.. seyogyanya dalam menjalankan ibadah ini tidak merusuhi orang lain..
Semoga dari tulisan ini kita bisa faham dan menjadikan diri lebih mempersungguh ibadahnya masing-masing, salam hangat dari Kuwait City
kalo sekarang ini saatnya puasa senin-kamis supaya lebih tertib diri lagi
lhoh kok masih Ramadhan ya? hehehe
IMO, penertiban seharusnya tidak dilakukan pas mau Ramadhan aja, kalo bisa rutin setiap bulan atau setiap minggu!