August 21, 2011 0

Korupsi

By in catatan hari ini, opini

Beberapa hari yang lalu ngobrol dengan salah seorang rekan kerja yang sekarang sudah pindah tugas ke daerah. Ngobrol tentang korupsi. Kata bapak itu, korupsi di negeri kita ini sudah membudaya dan turun temurun. Dan itu bukan cuma monopoli PNS ataupun pejabat pemerintahan. Mungkin semua sendi kehidupan di negeri ini sudah terkontaminasi oleh korupsi. Dari hal-hal kecil, memberi sejumlah uang tertentu untuk melicinkan urusan kita, ngurus KTP, SIM, beli tiket lewat calo, lalu mencuri daya listrik melebihi dari daya yang seharusnya tapi membayar tagihan listrinya tetap kecil, itu semua kan bukan cuma urusan sogok-menyogok, tembak-menembak, atau curi-mencuri biasa. Itu bagian dari korupsi yang sudah mendarah daging.

Dan saya pun bertanya, lalu kalau sudah separah itu, kira-kira solusinya seperti apa.

Menurut beliau solusinya seperti ini :

    1. forgive and forget
    2. perbaikan dilakukan mulai dari struktur tertinggi
    3. penegakan hukum

Jadi menurut beliau, untuk solusi pertama itu, jika kita benar-benar sepakat mematuhi hukum, maka akan banyak sekali orang yang tersangkut kasus korupsi. Karena korupsi itu bukanlah aksi perorangan, 1 orang ditangkap, maka dia akan ngomong bahwa ada temannya juga yang ikut merasakan hasil korupsi itu, dan seterusnya, saling tembak, entah kapan selesainya. Sampai penjara overload karena begitu banyaknya orang yang tersangkut kasus korupsi. Menurut beliau juga, Afrika Selatan pernah menerapkan forgive & forget itu. Kita kasih semacam cut off, misal 1 oktober 2011… sebelum itu lupakan, atau semua pihak yang korupsi, diminta untuk mengembalikan uang/harta hasil korupsinya ke negara, tapi tidak dikenakan hukuman, sesudah masa cut off itu barulah harus dihukum berat.

Lanjut ke yang kedua, masih terkait dengan yang pertama. Akan lebih mudah solusi pertama itu dijalankan jika perbaikan itu dimulai dari struktur tertinggi di negeri kita. Misalnya Pak Presiden, Ketua DPR, dkk bilang : “Sudahlah, kita ini sama-sama koruptor, mulai detik ini ayo berhenti, benar-benar berhenti ya.”

Sepenggal obrolan via gtalk :

me: hehehe…tp ya apa berani pak presiden, ketua DPR, dkk mengakui sperti itu?

chr: mimpi kan boleh , semuanya berawal dr mimpi

me: nanti malah prihatin

chr: hehehe

me: hmmm…forgive & forget ini sama dgn idenya MA utk memafkan koruptor itu ya ? atau berbeda?

chr: hahahahahaha ….beda dong, MA kan asal njeplak, saya pake mikir dulu

me: hahahaha…utk bs forgive & forget ini hrs spakat dl smuanya bahwa memang cara ini yg kita pakai utk memutus budaya korupsi
klo ada yg memaafkan, di lain pihak ada yg ndak terima ya susah

chr: harusnya momennya pas lebaran, maaf2an

me: hahahaha….itu masalahnya pak, maaf2an, bukan maaf beneran

chr: hahahahahahaha….

Barangkali tak semua orang setuju dengan ide itu, atau mungkin solusi di atas bukan solusi terbaik untuk negeri ini. Tapi menurut saya, kalau semua komponen di negara kita ini sepakat untuk bisa terbebas dari korupsi dan benar-benar berniat memperbaiki negeri ini, mungkin cara di atas bisa jadi salah satu jalannya. Setuju monggo, ndak setuju, ya ndak apa-apa :D

Tags: , , ,

Leave a Reply