<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>clingakclinguk™</title>
	<atom:link href="http://clingakclinguk.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://clingakclinguk.com</link>
	<description>melihat, mendengar, dan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 03:04:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tertib diri</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/08/04/tertib-diri/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/08/04/tertib-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 07:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penertiban]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/08/04/tertib-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Ada fenomena unik setiap kali menjelang Ramadhan juga selama bulan Ramadhan dan ini sepertinya hanya ada di Indonesia, namanya PENERTIBAN. Entah apa definisi penertiban bagi mereka, yang saya tahu sih itu penutupan, sukarela lebih baik, atau kalau ndak mau ya dipaksa. Polisi, Satpol PP, bahkan ormas-ormas pun turun ke jalanan. Semuanya ditertibkan, semua dirazia, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada fenomena unik setiap kali menjelang Ramadhan juga selama bulan Ramadhan dan ini sepertinya hanya ada di Indonesia, namanya <strong>PENERTIBAN</strong>. Entah apa definisi penertiban bagi mereka, yang saya tahu sih itu penutupan, sukarela lebih baik, atau kalau ndak mau ya dipaksa. Polisi, Satpol PP, bahkan ormas-ormas pun turun ke jalanan. Semuanya ditertibkan, semua dirazia, yang minuman keras lah, panti pijat dan tempat hiburan malam lah, melakukan razia-razia ke penginapan atau hotel kelas menengah ke bawah lah (kayaknya jarang ya ada razia ke hotel mewah <img alt="Big Grin" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" />) untuk menjaring orang-orang yang dianggap melanggar norma kesusilaan. Semua tiba-tiba jadi polisi moral. Termasuk warung makan yang harus ditutup atau minimal ditutupi sedemikian rupa supaya tidak kelihatan sedang beroperasi. Padahal tak semua orang di negeri ini berpuasa di bulan Ramadhan. Tak jarang penertiban itu menyebabkan gesekan-gesekan sehingga terjadi keributan dan pengrusakan.</p>
<p> <span id="more-978"></span>
</p>
<p>Kenapa sih harus dilakukan penertiban ? Untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa kah ? Bagi saya ini bukanlah sebuah penghormatan, kalau pun iya, ini adalah penghormatan semu, dan dipaksakan. Kenapa tidak dibiarkan saja, toh sehari-hari juga begitu, biarkanlah itu sebagai bagian dari ujian. Kalau setiap menjelang puasa selalu ada penertiban, saya menganalogikan seperti ini : <strong>setiap kali ujian, kita minta soal-soal yang mudah, supaya kita semua bisa lulus. Jangan terus-terusan nyari gampangnya aja lah <img alt="Big Grin" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" />.</strong> Yang ada jadi kelihatan seperti kita menyepelekan diri kita sendiri, ndak pede dengan kemampuan kita menghadapi ujian-ujian itu.</p>
<p>Dan konon katanya ibadah puasa itu adalah ibadah yang sangat personal, antara yang menjalankan dengan Tuhan, jadi cuma yang berpuasa dan Tuhan-lah yang tahu, lantas kalau ada penertiban sana-sini, itu bukannya jadi banyak yang ikut campur namanya ya ? Jadi, menurut saya pribadi sih biarkan saja semuanya apa adanya, tanpa perlu dilakukan pengkondisian sedemikan rupa, kita hanya perlu mempersiapkan diri dan mental kita masing-masing toh ?</p>
<p>Ada yang bilang, ya minimal sebulan itu biar keliatan lebih religiuslah, daripada ndak sama sekali <img alt="Big Grin" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" /> Oh iya, selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ya, mari menertibkan diri kita masing-masing <img alt="Happy" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/08/04/tertib-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pinjam di Belakang</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/07/29/pinjam-di-belakang/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/07/29/pinjam-di-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 01:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kesopanan]]></category>
		<category><![CDATA[pinjam]]></category>
		<category><![CDATA[tata krama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/07/29/pinjam-di-belakang/</guid>
		<description><![CDATA[Mendapati minuman yang saya simpan di kulkas ternyata tiba-tiba raib, atau saat saya hendak pulang, ternyata helm saya tidak ada, entah siapa yang memakainya, atau sandal yang tiba-tiba tidak ada di depan pintu rumah. Lalu selang beberapa saat, ada yang datang dan bilang minumanmu aku pinjam, nanti aku ganti ya, atau bilang tadi helm-mu tadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendapati minuman yang saya simpan di kulkas ternyata tiba-tiba raib, atau saat saya hendak pulang, ternyata helm saya tidak ada, entah siapa yang memakainya, atau sandal yang tiba-tiba tidak ada di depan pintu rumah. Lalu selang beberapa saat, ada yang datang dan bilang minumanmu aku pinjam, nanti aku ganti ya, atau bilang tadi helm-mu tadi aku pinjam buat ke sana, atau eh sorry ya, tadi sandalmu aku pinjam, buru-buru soalnya. </p>
<p>Oke, jadi rupanya sekarang kata pinjam itu sudah mulai bergeser ya</p>
<p> <span id="more-977"></span>
<p>, yang semula diucapkan sebelum dilakukan, kini sudah terbalik, sudah terjadi dulu kejadiannya, baru deh bilang pinjam. Hmmmm….siapa yang ngajarin ya ? Apa tidak terpikirkan sama sekali bagaimana jika si empunya barang-barang itu sangat membutuhkan barang yang dipinjamnya itu, sementara barang itu dia pakai dengan catatan pinjam di belakang. Yang pasti hal ini sangatlah menjengkelkan.</p>
<p>Di dalam pinjam-meminjam itu ada proses permintaan izin dari peminjam dan pemberian izin dari sang pemilik, dan <strong>INI DILAKUKAN SEBELUM BARANG YANG DIPINJAM ITU DIPAKAI SI PEMINJAM</strong>. Setelah proses peminjaman barulah anda boleh mempergunakan barang itu. Jangan mentang-mentang sudah akrab, lantas anda bisa mempergunakan barang orang lain selayaknya barang itu milik anda, disitu sama saja anda tidak menghargai pemiliknya. Barang-barang itu ada pemiliknya, bukan fasilitas umum. Memang ini masalah sepele, tapi bukan berarti hal semacam ini bisa terus menerus disepelekan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/07/29/pinjam-di-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balapan Bemo</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/07/02/balapan-bemo/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/07/02/balapan-bemo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 09:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[bemo]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/07/02/balapan-bemo/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya pernah menulis tentang bemo di sini. Dan di sekitar kantor saya sampai hari ini masih ada beberapa bemo yang sering mangkal, mengangkut penumpang ke arah pasar Bendungan Hilir ataupun ke arah pasar Tanah Abang. Penumpangnya kini makin sepi, tak jarang sopirnya mangkal lama tanpa mendapatkan penumpang 1 orang pun. Dengan penumpang yang makin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya saya pernah menulis tentang bemo di <a href="http://clingakclinguk.com/?s=bemo" target="_blank">sini</a>. Dan di sekitar kantor saya sampai hari ini masih ada beberapa bemo yang sering mangkal, mengangkut penumpang ke arah pasar Bendungan Hilir ataupun ke arah pasar Tanah Abang. Penumpangnya kini makin sepi, tak jarang sopirnya mangkal lama tanpa mendapatkan penumpang 1 orang pun. Dengan penumpang yang makin langka, sementara ongkos yang ditarik dari setiap penumpang hanya sebesar Rp 2.500,-, sudah dapat kita bayangkan akan sulit untuk bisa menutup biaya operasionalnya per hari, lalu bagaimana bisa menyisihkan penghasilan untuk keluarga sopirnya ya ? </p>
<p>Kemarin saya membaca berita bahwa&#160; <a href="http://metro.vivanews.com/news/read/161480-jakarta-target-habisi-bemo-pada-2011" target="_blank">Dinas Perhubungan Jakarta menargetkan pada 2011, Jakarta bebas bemo</a>. Konon proses penertiban bemo ini sudah dilakukan sejak tahun 1996. Dan saat ini tercatat jumlah bemo yang masih beredar di Jakarta sebanyak 1.144 unit. Rencananya semua itu akan dimusnahkan. Lantas bagaimana dengan nasib para sopir bemo dan keluarganya ya ?</p>
<p> <span id="more-975"></span>
<p> Apakah sudah disediakan lapangan kerja pengganti buat mereka sehingga sang sopir tetap bisa menghidupi keluarganya ? Kan kasihan kalau hanya dilakukan penertiban tanpa ada jaminan lapangan kerja baru buat mereka.<img style="display: inline; margin: 25px 15px 0px 0px" height="242" src="http://img4.imageshack.us/img4/2742/bemotx1.jpg" width="322" align="left" /></p>
<p>Di televisi saya sering melihat acara perlombaan yang unik-unik di luar negeri sana.&#160; Ada perlombaan balap truk, perlombaan balap traktor, ada juga perlombaan balap mesin pemotong rumput. Dan saya pun kepikiran, kenapa kita tidak punya perlombaan semacam itu, perlombaan balap bemo. Dengan wujud bemo yang antik itu, ditambah jumlah rodanya yang hanya 3 buah, dipakai untuk balapan di track yang berkelok-kelok, tentunya akan menjadi sebuah tontonan yang seru toh ? Dan perlombaan ini bisa dijadikan sebagai salah satu kegiatan tahunan kota Jakarta, tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri buat Jakarta kan ? Dan bemo-bemo itu tak perlu untuk dimusnahkan selama masih bisa dipakai untuk balapan, supirnya pun bisa beralih profesi dari seornag supir jadi pembalap. Saya pikir ini bisa jadi salah satu solusi yang bagus, tapi bisa saja dianggap tidak realistis, tak apalah, wong ini bagi saya pikiran iseng saja <img alt="Big Grin" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" />&#160;</p>
<p><em>gambar saya dapat dari hasil googling, ini </em><a href="http://img4.imageshack.us/img4/2742/bemotx1.jpg" target="_blank"><em>linknya</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/07/02/balapan-bemo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malu dong ya ?</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/06/25/malu-dong-ya/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/06/25/malu-dong-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 07:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malu]]></category>
		<category><![CDATA[tertib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/06/malu-dong-ya/</guid>
		<description><![CDATA[Seragam dan segala macam atribut instansi dan fasilitas yang anda pakai itu memang dapat membaut anda tampak lebih gagah dan berwibawa, tapi di lain sisi itu juga seharusnya dapat membuat anda untuk lebih punya rasa malu. Kenapa harus lebih malu ? Karena pada seragam dan segala macam atributnya itu juga melekat nama baik instansi atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seragam dan segala macam atribut instansi dan fasilitas yang anda pakai itu memang dapat membaut anda tampak lebih gagah dan berwibawa<img alt="Cool" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/16.gif" />, tapi di lain sisi itu juga seharusnya dapat membuat anda untuk lebih punya rasa malu. Kenapa harus lebih malu ? Karena pada seragam dan segala macam atributnya itu juga melekat nama baik instansi atau korps kesatuan anda. Jadi kalau anda melanggar peraturan lalu lintas apalagi sampai bertindak ugal-ugalan di jalanan ya meskipun mungkin wajah anda dan nama anda tidak kelihatan, tetapi kan orang yang melihat itu bisa mengenali anda sebagai salah seorang dari instansi mana. Malu donk seragamnya keren tapi kelakuannya sama sekali ndak keren<img alt="Feeling beat up" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/66.gif" />. Malu donk kalau sampai ada yang tertangkap basah oleh kamera pengguna jalanan yang lain terus foto itu diunggah sehingga foto anda banyak dilihat oleh pengguna internet <a href="http://www.maludong.com/List.asp?CatID=5" target="_blank">seperti ini</a>, ya kan ?</p>
<p> <span id="more-957"></span>
</p>
<p>Dan yang lebih mengesalkan lagi saya tak pernah menjumpai orang-orang berseragam yang melanggar lalu lintas itu ditilang, malah cenderung dibiarkan. Apakah karena dengan menggunakan seragam itu lantas jadi bebas tilang ya ? Enak ya. Pantas saja masih banyak kendaraan yang suka menempelkan stiker korps tertentu, atau sekedar menggantungkan lambang kepangkatan, atau ada juga yang cuma menaruh dan memamerkan topi dengan simbol kesatuan di dashboard mobilnya, mungkin itu memang salah satu cara aman menggunakan jalan raya <img alt="I dont know" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/106.gif" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/06/25/malu-dong-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta, dari dulu hingga kini</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/06/23/jakarta-dari-dulu-hingga-kini/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/06/23/jakarta-dari-dulu-hingga-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 06:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[ibukota]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[metropolitan]]></category>
		<category><![CDATA[ulangtahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/06/jakarta-dari-dulu-hingga-kini/</guid>
		<description><![CDATA[Berdiri di sebuah papan pengumuman, banyak jejeran nama-nama, dengan sedikit rasa harap-harap cemas saya mencari nama saya di kertas-kertas yang ditempelkan pada papan pengumuman itu sambil berdesak-desakan. Dan…ya, ketemu, hahahaha….horeeee….saya lulus. Sampai di situ saya senang. Tapi begitu tahu bahwa saya harus mengikuti pendidikannya di Jakarta saya jadi kaget sekaligus ragu. Saat itu saya cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" src="http://lh4.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/TCGalYPJEtI/AAAAAAAAATQ/rbtKhiqabMQ/s400/senja monas.JPG" alt="" width="287" height="373" align="left" /> Berdiri di sebuah papan pengumuman, banyak jejeran nama-nama, dengan sedikit rasa harap-harap cemas saya mencari nama saya di kertas-kertas yang ditempelkan pada papan pengumuman itu sambil berdesak-desakan. Dan…ya, ketemu, hahahaha….horeeee….saya lulus. Sampai di situ saya senang. Tapi begitu tahu bahwa saya harus mengikuti pendidikannya di Jakarta saya jadi kaget sekaligus ragu. Saat itu saya cuma tahu Jakarta dari bacaan-bacaan dan juga tayangan televisi. Dan kebetulan saat itu tayangan televisi yang lagi marak adalah tayangan tentang tindak kriminalitas, semacam BUSER dan SERGAP, ya Jakarta tak pernah luput dari pemberitaan tindak kriminalitas. Ada-ada saja, pencurian, pemerkosaan, penodongan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-947"></span></p>
<p>Ini yang bikin saya ngeri untuk memutuskan apakah hasil tes itu saya ambil, atau tetap meneruskan kuliah saya di kota Malang. Tapi berhubung beberapa kawan saya memutuskan untuk mengambilnya, dan lagian adanya jaminan bahwa nanti begitu lulus saya bisa langsung kerja, maka akhirnya saya pun memberanikan diri untuk datang ke Jakarta.</p>
<p>Saya masih ingat betul bagaimana pertama kali saya datang ke ibukota negeri ini. Dari Denpasar saya naik bus ke Jogjakarta, menemui seseorang, beliau adalah saudaranya adik ipar ibu saya. Beliau ini nanti yang akan mengantarkan saya ke Jakarta. Dari Jogjakarta, bersama beliau itu saya diajak naik kereta Senja Utama menuju Jakarta, saya diminta bawa koran bekas yang belakangan baru tahu bahwa koran itu sangatlah berfungsi sebagai alas tidur, karena sepanjang perjalanan dari Jogjakarta ke Jakarta itu saya tidur lesehan di lorong gerbong kereta, dilangkahi berbagai macam orang, menempelkan kuping ke lantai gerbong yang super berisik, toh akhirnya saya pun tetap bisa tertidur. Keesokan harinya, masih pagi, saya sudah tiba di Stasiun Pasar Senen, lalu naik bus Mayasari No. 926 jurusan Ps.Senen ke Blok M. Sepanjang jalan saya takjub melihat jalanan yang begitu padat, gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi (maklum, orang kampung baru sampe Jakarta)<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif" alt="Rolling on the floor" />. Kesan pertama sepanjang saya di jalan, <strong>Jakarta kelihatan megah, tapi juga berantakan</strong>.</p>
<p>Itu tadi sedikit kilas balik pertama kali saya menginjakkan kaki di ibukota negeri kita tercinta ini, kurang lebih sekitar 8 tahun yang lalu.</p>
<p>Setelah sekian tahun ternyata kesan pertama saya masih belum berubah, Jakarta makin megah dengan makin banyaknya bermunculan pusat perbelanjaan mewah, apartemen-apartemen, juga gedung-gedung perkantoran, tapi masih juga tetap berantakan lalu lintasnya, pemukiman-pemukiman di perkampungannya. Ya meskipun tentunya perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik juga tentunya ada.</p>
<p>Jadi, selain mencela, mengeluhkan tentang sumpeknya, macetnya, banjirnya, dan segala macam kekacauannya, cobalah jawab pertanyaan ini : apakah kita sudah menjadi warga Jakarta yang baik ? Segala permasalahan yang menjerat ibukota negeri ini tak akan selesai hanya dengan keluhan, celaan, ataupun umpatan. Kita mulai dengan hal-hal kecil, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, mematuhi peraturan lalu lintas selama berada di jalanan, itu merupakan bentuk peran aktif yang dapat kita lakukan untuk Jakarta yang lebih baik, lebih tertib dan teratur.</p>
<p>Selamat ulang tahun yang ke-483, Jakarta !!! <img src="http://messenger.msn.com/MMM2006-04-19_17.00/Resource/emoticons/cake.gif" alt="Birthday Cake" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/06/23/jakarta-dari-dulu-hingga-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
