<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>clingakclinguk</title>
	<atom:link href="http://clingakclinguk.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://clingakclinguk.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Feb 2010 06:54:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>bukan korban facebook</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/02/bukan-korban-facebook-2/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/02/bukan-korban-facebook-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 06:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan]]></category>
		<category><![CDATA[rpmkonten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/02/bukan-korban-facebook-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau dulu orangtua menakut-nakuti anaknya yang sering lupa waktu kalau sedang terlalu asyik bermain biasanya dengan menggunakan makhluk-makhluk imajiner, misalnya : “Awas lho, nanti kalau mainnya kejauhan, kamu digondol sama wewe gombel” atau “Dik, sudah malam, ayo pulang, sudah magrib, nanti kamu diculik sama dulitan lho.” Makhluk imajiner itu digambarkan berpakaian lusuh, membawa karung, dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau dulu orangtua menakut-nakuti anaknya yang sering lupa waktu kalau sedang terlalu asyik bermain biasanya dengan menggunakan makhluk-makhluk imajiner, misalnya : <em>“Awas lho, nanti kalau mainnya kejauhan, kamu digondol sama <strong>wewe gombel</strong>” atau “Dik, sudah malam, ayo pulang, sudah magrib, nanti kamu diculik sama <strong>dulitan</strong> lho.”</em> Makhluk imajiner itu digambarkan berpakaian lusuh, membawa karung, dimana anak-anak yang diculik akan dimasukkan ke karung itu. yang kalau dipikir lagi, penggambaran makhluk itu kok lebih mirip pemulung<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="Big Grin" />.</p>
<p>Di jaman yang serba canggih sekarang ini, anak-anak tidak lagi takut sama makhluk-makhluk imajiner itu. Mungkin anak sekarang lebih takut kalau kita bilang : <em>“Jangan kebanyakan facebook-an, nanti kamu jadi korban facebook lho”<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif" alt="Laughing" />.</em></p>
<p><span id="more-900"></span></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jadi, bisa dikatakan bahwa facebook ini sekarang sama seperti wewe gombel, untuk itu, waspadalah…waspadalah…!!!<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif" alt="Winking" /> Iya, waspada itu bukan dipakai cuma kalau mau menyeberang jalan, facebook-an pun harus waspada karena sekarang mulai bermunculan <strong><em>oknum-oknum yang tak bertanggung jawab memanfaatkan media internet untuk berbuat kejahatan</em></strong>, sementara di sisi lain kita masih banyak menemukan pengguna internet yang masih sangat lugu, yang dengan mudahnya percaya begitu saja kepada orang-orang yang ditemui lewat media internet. Sengaja saya beri penekanan pada kalimat oknum-oknum tak bertanggungjawab, sekedar untuk menunjukkan bahwa merekalah subjek pelaku kejahatannya, bukan internet atau facebook. Seperti yang banyak kita temui akhir-akhir ini banyak media massa yang memuat berita penculikan dengan memasang judul KORBAN FACEBOOK atau AKIBAT FACEBOOK atau <a href="http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/08/06/138237/korban-facebook-makin-banyak/" target="_blank">KORBAN FACEBOOK MAKIN BANYAK</a>, <a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/02/100217_facebook.shtml" target="_blank">REMAJA MENJADI “KORBAN” FACEBOOK</a> dan sejenisnya. Dimana dari melihat judulnya kita melihat seakan-akan facebook-lah si pelaku kejahatan. Padahal kita tahu bahwa facebook hanyalah media atau alat, tidak jauh berbeda dengan pisau dapur yang biasa untuk memotong sayuran namun dapat mengiris jari kita, korek api yang biasa untuk menyulut kompor, kadang juga bisa membuat kita terbakar, silet yang biasanya buat bercukur juga bisa melukai wajah kita, dan benda-benda lainnya yang di satu sisi bila digunakan dengan baik dan benar mendatangkan manfaat bagi penggunanya, namun di sisi lain juga dapat mendatangkan malapetaka kalau alat atau media itu digunakan untuk sesuatu yang tidak baik. Banyak orang yang lebih suka mencari gampangnya saja, ada anak diculik oleh pelaku yang menggunakan media facebook, lantas menyalahkan facebook, seperti halnya saat melihat anak kecil yang jatuh karena kesandung batu, yang disalahkan batunya.</p>
<p>Saya menulis ini bukan karena saya dibayar pihak facebook untuk membela mereka, saya tak punya hubungan khusus selain saya hanya salah satu pengguna situs jejaring sosial itu. Saya cuma sedikit kesal melihat, membaca, mendengar pemberitaan mengenai hal ini yang menurut saya sudah berlebihan dan bukannya memberikan pencerahan kepada masyarakat, malah terkesan menyesatkan.</p>
<p>Menurut pemahaman saya, yang namanya <strong>KORBAN FACEBOOK itu adalah user facebook yang terlalu aktif mengupdate status-nya di facebook, yang kuat berjam-jam main mafia war atau farmville, yang merasa hidup itu hampa tanpa facebook (lebay memang, tapi nyatanya ada)</strong>. Jadi, kalau anda-anda menggunakan facebook secara berlebihan sampai lupa waktu, bisa jadi anda masuk kategori korban facebook.<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif" alt="Rolling on the floor" /> Sementara korban-korban yang banyak diberitakan di media massa itu adalah <strong>KORBAN PENCULIKAN, KORBAN PENIPUAN yang kebetulan si pelakunya menggunakan media facebook.</strong> Kasihan kan kalau sampai ada orangtua yang khawatir lalu menelpon anak gadis satu-satunya untuk berpesan : <em>“Nak, hati-hati, jangan facebook-an terus, nanti kamu kena culik.”<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/100.gif" alt="On the phone" /> </em></p>
<p>Akhir kata, saya cuma mau berpesan, jangan mudah meng-kambing hitam-kan sesuatu, sehingga dapat menimbulkan keresahan orang banyak. Oh ya, satu lagi yang penting, jangan sedikit-sedikit membuat aturan yang akibatnya menimbulkan banyak kekangan di sana-sini, memancing orang untuk berontak, yang lebih diperlukan adalah edukasi bagaimana supaya media-media yang sudah ada dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang banyak, juga dapat menambah kewaspadaan pengguna karena tahu baik-buruknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/02/bukan-korban-facebook-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ikhlas-in aja</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/02/ikhlas-in-aja/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/02/ikhlas-in-aja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 07:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[absensi]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/02/ikhlas-in-aja/</guid>
		<description><![CDATA[“Ah, sial pagi ini gw telat, padahal tadi pagi gw berangkat seperti biasa, dasar KRL sialan tuh, ndak sesuai jadwal, imbasnya jadi ke gw deh, jadi kena potong kan penghasilan gw, emang mereka mau nanggung. Huh, jadi ndak mood buat kerja nih.”
Dan dia pun akhirnya menghilang dari ruangan, entah kemana. Biasanya kalau seperti ini baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img style="display: inline; margin: 0px 15px 0px 0px;" src="http://wb7.itrademarket.com/pdimage/49/861949_704f.jpg" alt="" width="322" height="242" align="left" />“Ah, sial pagi ini gw telat, padahal tadi pagi gw berangkat seperti biasa, dasar KRL sialan tuh, ndak sesuai jadwal, imbasnya jadi ke gw deh, jadi kena potong kan penghasilan gw, emang mereka mau nanggung. Huh, jadi ndak mood buat kerja nih.”</em></p>
<p>Dan dia pun akhirnya menghilang dari ruangan, entah kemana. Biasanya kalau seperti ini baru akan kembali lagi di saat absen jam pulang kantor. Ini type orang orah rugi, tapi suka merugikan orang lain.</p>
<p>Kejadian macam begini ini seringkali terjadi. Gara-gara kesiangan, orang jadi <em>mutung </em>(mogok) atau kehilangan <em>mood</em> buat kerja. <span id="more-895"></span>Padahal yang macam begini ini punya efek domino kemana-mana, gara-gara 1 orang mogok cuma karena terlambat datang ke kantor malah bisa menghambat kerjaan di kantor karena proses penyelesaiannya terhambat di satu orang. <em>Mutung</em> atau jadi <em>ndak mood</em> kerja karena telat itu alasan yang mengada-ada, terlalu dibuat-buat. Sementara sebetulnya kita kan dibayar bukan hanya untuk absensi tepat waktu, baik di pagi maupun sore hari. Tapi kenyataannya, banyak orang yang lebih mementingkan absensi dibandingkan dengan berapa banyak sih kerjaan yang berhasil dituntaskan dalam sehari.</p>
<p>Biasanya banyak hal yang dicari-cari untuk dijadikan alasan penyebab keterlambatannya. Dari gara-gara bangun kesiangan akibat semalam tidak bisa tidur karena di atap rumahnya ada kucing yang rame berebut pasangan, gara-gara kereta datangnya telat, gara-gara ban bocor kena paku yang ditebar oleh penyebar ranjau paku sialan, gara-gara macet, bahkan lampu merah (lampu lalu lintas) pun bisa jadi kambing hitam penyebab keterlambatannya. Pokoknya intinya tidak rela aja atas potongan terhadap penghasilannya karena telat itu.</p>
<p>Dulu saya pun begitu, suka uring-uringan kalau terlambat (tapi tanpa kabur meninggalkan kantor). Ternyata itu sama sekali tidak membantu sama sekali. Uring-uringan, apalagi malah memilih kabur gara-gara telat malah menambah masalah. Mood yang jelek bisa betah bertahan seharian kalau kita memilih cara itu. Akhirnya saya pun menemukan sebuah cara, ikhlas namanya (hahaha…ini sih bukan menemukan, sudah ada dari dulu kali). Ya setidaknya saya menemuakn ikhas ini dari dalam diri saya sendiri. Jadi bolehlah saya mengaku-ngaku menemukan ikhlas. Begini, saat saya bangun kesiangan di hari kerja (kalau di hari libur, tentu tidak masalah), maka saya tidak akan berusaha untuk mempercepat gerakan dalam persiapan ke kantor 2kali lipat atau bahkan 4 kali lipat lebih cepat. Yang saya lakukan adalah berkompromi dengan hati (bahasanya, hahaha…), menenangkan diri, sudahlah, relakan saja kena potongan segitu, daripada buru-buru nanti malah celaka di jalan. Dan selama dalam perjalanan menuju tempat kerja terus menerus itu saya lakukan, makin lama makin ringan, tidak terbebani layaknya seperti orang yang dikejar <em>deadline.</em> Ternyata, tanpa saya sadari di saat saya sudah mengatur pikiran seperti itu malah saya tidak jadi telat sampai di kantor. Dan hasilnya adalah rasa seperti orang yang mendapat hadiah yang tidak terduga, karena sudah tahu akan kena potongan eh <em>ndak</em> tahunya sampai di kantor masih sempat absen sebelum lewat jam 7.30 wib, alhamdulillah&#8230;..kan lebih enak begini toh daripada ngderundel ndak jelas apalagi sampai mogok kerja ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/02/ikhlas-in-aja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Kedinasan</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/02/pendidikan-kedinasan/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/02/pendidikan-kedinasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/02/pendidikan-kedinasan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tahun lalu Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) menuai kontroversi, tahun ini keluar lagi peraturan yang mengatur tentang pendidikan, namun kali ini lebih dikhususkan kepada pendidikan kedinasan. Iya, Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan sudah disahkan pada tanggal 22 Januari 2010. 
Saat UU BHP disahkan, banyak pihak yang khawatir dengan akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tahun lalu <a href="http://www.setneg.go.id/components/com_perundangan/docviewer.php?id=2187&amp;filename=UU%209%20Tahun%202009.pdf" target="_blank">Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP)</a> menuai kontroversi, tahun ini keluar lagi peraturan yang mengatur tentang pendidikan, namun kali ini lebih dikhususkan kepada pendidikan kedinasan. Iya, <a href="http://www.setneg.go.id/components/com_perundangan/docviewer.php?id=2424&amp;filename=PP%2014%20Tahun%202010.pdf" target="_blank">Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan</a> sudah disahkan pada tanggal 22 Januari 2010. </p>
<p>Saat UU BHP disahkan, banyak pihak yang khawatir dengan akan makin mahalnya biaya pendidikan di negeri ini, karena perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola pendanaannya secara mandiri, meski harus dengan mengutamakan prinsip nirlaba. Dan sepertinya apa yang dikhawatirkan itu terbukti. Biaya kuliah sekarang ini makin mahal. Salah satu solusi, kita bisa mengarahkan anak atau adik kita yang baru lulus SMA untuk masuk ke sekolah kedinasan, karena kuliah di sana gratis. Tapi sekarang setelah terbit PP No.14 Tahun 2010, solusi sudah tidak bisa dipakai lagi. Kenapa ?</p>
<p> <span id="more-891"></span>
<p> Karena pada pasal 1 ayat (1) dalam peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa : </p>
<blockquote><p><strong>Pendidikan kedinasan adalah pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri.</strong></p>
</blockquote>
<p>Dalam hal ini saya berharap pemahaman saya tentang aturan yang baru ini salah. Saat ini saya masih menyamakan arti dari <strong>sekolah kedinasaan</strong> dengan <strong>pendidikan kedinasan</strong>. Jadi, kalau dianggap sama, maka kekhawatiran saya tentang akan dihapusnya sekolah-sekolah kedinasan yang gratis bagi para lulusan SMU/ sederajat itu bisa saja terjadi jika kita mengacu kepada pasal 1 ayat (1) PP No.14 Tahun 2010 ini. Maka peluang untuk mendapatkan fasilitas pendidikan murah apalagi gratis makin tipis.</p>
<p>Kan ada beasiswa, bung. Beasiswa umumnya hanya diberikan kepada anak-anak yang berprestasi tapi tidak mampu dari sisi ekonomi. Ya selain beasiswa, sekolah kedinasan juga bisa jadi alternatif untuk memperoleh pendidikan murah/ gratis. Tapi untuk masuk sekolah kedinasan pun harus melalui tes seleksi yang memiliki tingkat persaingan cukup tinggi. Lantas bagaimana dengan anak-anak yang berkemampuan akademik pas-pasan, tidak berprestasi dan juga berasal dari keluarga yang tidak mampu ? Kita tidak bisa mengatakan : “<em> Ya, itu derita lu.</em>”</p>
<p>Meskipun di satu sisi kita sudah seringkali melihat kebobrokan yang terjadi di sekolah tinggi kedinasan, tapi kita harus bisa memilah, itu hanya perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, saya percaya ketika awal masuk sekolah kedinasan itu mereka tidak bertujuan atau bercita-cita begitu lulus ingin jadi preman.</p>
<p>Jadi, sekolah kedinasan itu masih diperlukan atau tidak ? </p>
<p>Saat ini perguruan tinggi sudah banyak yang membuka jurusan ilmu-ilmu yang dipelajari dalam hal mengelola negara (misalnya administrasi tata negara, perpajakan), dari sisi ini sih menurut saya tidak perlu lagi dibuka sekolah khusus kedinasan, karena sudah disediakan oleh sekolah tinggi atau perguruan tinggi secara umum, kecuali akademi militer atau akademi kepolisian, mungkin. Tapi, dengan catatatan bahwa <strong>biaya pendidikan di perguruan tinggi umum (negeri/swasta) itu harus benar-benar terjangkau jika tidak bisa digratiskan</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/02/pendidikan-kedinasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INVICTUS</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/02/invictus/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/02/invictus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[nonton film]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/2010/02/invictus/</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentu tahu Nelson Mandela, salah seorang tokoh dunia yang terkenal berasal dari Afrika Selatan. Dulu semasa masih kecil, saya pernah mengira bahwa beliau ini adalah orang Indonesia karena beliau yang sering tampak sedang mengenakan baju batik ketika tampil di televisi.
Nah, beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah film yang berjudul INVICTUS, yang kurang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tentu tahu Nelson Mandela, salah seorang tokoh dunia yang terkenal berasal dari Afrika Selatan. Dulu semasa masih kecil, saya pernah mengira bahwa beliau ini adalah orang Indonesia karena beliau yang sering tampak sedang mengenakan baju batik ketika tampil di televisi.</p>
<p><img style="display: inline; margin: 5px 10px 5px 0px" height="412" src="http://blog.onlinemoviesunlimited.com/wp-content/uploads/2009/11/Invictus-movie-2009.jpg" width="278" align="left" />Nah, beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah film yang berjudul <strong>INVICTUS</strong>, yang kurang lebih menceritakan kehidupan beliau (baca : Nelson Mandela), tentang bagaimana beliau ini mulai memimpin sebuah negara yang terpecah belah, yang masih dipenuhi dengan aroma kebencian meski politik <em>apartheid</em> telah berakhir. Orang kulit hitam membenci orang kulit putih, begitu juga sebaliknya. Dengan kemuliaan hatinya, beliau tidak lagi mempermasalahkan segala yang terjadi di masa lalu, beliau ingin mengubah permusuhan itu, dan ingin mempersatukannya dalam sebuah negara, Afrika Selatan.</p>
<p>Dan olahraga rugby yang beliau pilih sebagai salah satu alat untuk mempersatukan semua warga negara. Karena menurutnya olahraga adalah bahasa universal </p>
<p> <span id="more-890"></span>
<p>yang tidak memandang warna kulit. Beliau yakin persatuan itu bisa tercapai, dan dunia pun akan melihat Afrika Selatan yang baru. Maka beliau pun mulai mengundang minum teh kapten tim rugby, ngobrol dengan sang kapten, menjadwalkan tim rugby untuk melakukan tour agar lebih dikenal ke seluruh negeri, lalu suatu ketika beliau datang ke tempat latihan tim rugby hanya untuk sekedar menyapa para pemain, menyalami satu per satu dengan menyebut nama setiap pemain yang disalaminya dengan tepat, bahkan beliau tahu ketika ada pemain yang tidak ikut latihan. Menurut saya itu hal yang sangat keren yang dilakukan oleh soerang pemimpin. Memberikan sentuhan yang personal kepada sebuah tim yang perlu motivasi. Dan bahkan tim rugby negara itu pun berkesempatan mengunjungi bekas penjara Nelson Mandela, disana mereka menemukan inspirasi dan terkagum-kagum, bagaimana mungkin seseorang yang telah dipenjara sekian puluh tahun, ketika bebas dan memiliki kekuasaan tidak punya hasrat untuk balas dendam. padahal kalaupun beliau mau, itu mudah saja dilakukan. </p>
<p>Singkat cerita, dalam masa persiapan menjelang piala dunia rugby 1995 yang kurang lebih hanya 1 tahun, akhirnya tim rugby Afrika Selatan berhasil menjadi juara. Seluruh <img style="display: inline; margin: 15px 0px 0px 10px" height="321" src="http://lh4.ggpht.com/_3ETkarIFNcE/Si-xs6c9weI/AAAAAAAAAeI/CILjXZVJjkY/1995_rwc_nelson_mandela_fpienaar.jpg" width="238" align="right" />warganegara, baik kulit hitam maupun kulit putih berbaur dalam suka cita, bangga atas kemenangan tim rugby mereka, dan tentunya bangga akan negara mereka Afrika Selatan.</p>
<p>Film ini digarap oleh Clint Easwood, sementara tokoh Nelson Mandela diperankan dengan baik oleh Morgan Freeman, sementara sang kapten rugby, Francois Pienaar diperankan oleh Matt Damon. Judul lain dari film ini adalah The Human Factor, sementara INVICTUS itu kalau tidak salah diambil dari judul sebuah puisi pendek yang ditulis oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/William_Ernest_Henley" target="_blank">William Ernest Henley</a> yang artinya tak terkalahkan.</p>
<p>Saya suka film ini, karena bagi saya cara Nelson Mandela memotivasi tim rugby di film ini sangat inspiratif, sekaligus tahu betul bagaimana membangkitkan sebuah negeri dari keterpurukan akibat politik <em>apartheid.</em> Di Tahun 1995, Afrika Selatan berhasil jadi juara piala dunia rugby, kira-kira apakah mereka juga bisa menjadi juara piala dunia sepak bola tahun ini ya, mengingat mereka adalah tuan rumah World Cup 2010, kita lihat saja nanti. Dan sambil nonton film ini pun, semalam saya membayangkan, andai saja pemimpin kita bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Nelson Mandela, misalnya saja untuk sepakbola negeri kita yang makin terpuruk, mungkin nasib sepakbola kita bisa lebih baik, tidak membiarkan nasibnya berada di tangan pengurus yang sudah jelas-jelas tidak berhasil. Bayangan saya mungkin terlalu jauh, baiklah, cukup berandai-andai seperti ini saja, andai saja para pemimpin menyempatkan diri untuk duduk sejenak menonton film ini, semoga hati mereka tergugah untuk tidak hanya berebut kekuasaan di panggung politik, yang kebanyakan omong doank, tapi ke aksi yang lebih nyata, bukan hanya beraksi di mimbar-mimbar untuk berpidato mengumbar janji, saling lempar fitnah. Wah, tulisan ini lagi-lagi sudah mulai menjadi bola liar, lari kemana-mana, hehehe…sudah dulu deh, cukup sekian. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca.</p>
<h6>*keterangan gambar : gambar didapat dengan cara googling, gambar pertama merupakan poster film INVICTUS, gambar kedua adalah gambar foto Nelson Mandela &amp; Francois Pienaar yang asli.</h6>
<h6>*posting kali ini skalian mencoba fasilitas windows life writer</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/02/invictus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tangis, tasbih, lalu apa lagi ?</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2010/01/tangis-tasbih-lalu-apa-lagi/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2010/01/tangis-tasbih-lalu-apa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 11:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[pansus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini media massa tak pernah kehabisan berita, selalu saja ada kejadian yang heboh atau dibuat seolah-olah menghebohkan berkaitan dengan segala macam masalah yang menjangkiti negeri kita.  Contohnya saja soal pansus Century, banyak yang bisa diberitakan dari sidang-sidang mereka, dari gerak-gerik para anggota pansus, maupun orang-orang yang akan diundang untuk di-&#8221;interogasi&#8221;. Dari yang penting dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini media massa tak pernah kehabisan berita, selalu saja ada kejadian yang heboh atau dibuat seolah-olah menghebohkan berkaitan dengan segala macam masalah yang menjangkiti negeri kita.  Contohnya saja soal pansus Century, banyak yang bisa diberitakan dari sidang-sidang mereka, dari gerak-gerik para anggota pansus, maupun orang-orang yang akan diundang untuk di-&#8221;interogasi&#8221;. Dari yang penting dan memang bener-bener penting, sampe dari yang remeh-temeh tanpa kaitan langsung dengan kasus Century itu, yang bagi saya pribadi kok ya kayak gitu diberitakan, mbok ya yang lainnya.</p>
<p>Contohnya berita mengenai ada <span style="text-decoration: underline;"><strong>tangis menangis</strong></span> dalam memutuskan apakah bank Century itu layak diselamatkan atau tidak. Yang ingin saya soroti adalah bagian yang saya tebalkan dan garis bawahi itu. Bahkan saya mendengar ada anggota pansus yang nyeletuk, kira-kira bertanya : &#8220;itu tangis sedih atau tangis bahagia?&#8221; Penting ya? barangkali penting, mungkin dianggap itu menunjukkan suasana psikologis dari pembuat keputusan saat itu, tapi buat saya kok ya ngapain tangis-tangisan gitu dibahas di sidang. Sampai muncul pula tanggapan tidak benar ada tangis-menangis di sana. Lha kok malah bahas tangisannya ?</p>
<p><img src="http://4.bp.blogspot.com/_DVjGzJ4UqPU/Sj3f_nR6CkI/AAAAAAAACgs/DnDiDheiptI/s400/bertasbih.jpg" alt="" width="400" height="310" /></p>
<p>Eh pagi ini ada yang baru lagi, soal ibu menteri yang <strong>bertasbih</strong>. Katanya ada kamera salah satu stasiun tv yang sempat menangkap tangan bu menteri sedang bertasbih saat ditanyai para anggota pansus. Berita lebih lengkapnya silakan di baca <a title="Ada Tasbih di Tangan Sri Mulyani" href="http://nasional.kompas.com/read/2010/01/13/13161549/Ada.Tasbih.di.Tangan.Sri.Mulyani" target="_blank">di sini</a>. Dengan diberitakan membuat bertasbih itu seakan-akan hal yang wah padahal kan lumrah. Semoga saja kegiatan bertasbih itu yang dilakukan ibu menteri itu tak dianggap untuk mengusir roh-roh jahat seperti halnya yang sering kita lihat di film-film atau sinetron horror. Atau kelak, beberapa puluh tahun nanti, tiba-tiba muncul sebuah lelang, lelang tasbih. Ini loh tasbih yang dipakai bu menteri waktu menghadapi pansus dalam kasus bank Century, dan tasbih itu pun terjual dengan harga mahal layaknya barang langka yang pantas dikoleksi oleh para kolektor, hahahaha&#8230;itu hanya khayalan saya saja.</p>
<p>Ah sudahlah, barangkali ini cuma akibat rasa eneg saya terhadap berita-berita itu sehingga tidak bisa melihat sisi menarik dari berita-berita itu. Saya tidak menyalahkan sumber berita, atau pembuat berita, tapi saya sendiri, yo kok ya saya masih mau aja mengikuti berita-berita macam begitu, hahahaha&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2010/01/tangis-tasbih-lalu-apa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
