August 22, 2011 1

Ransel

By in catatan hari ini

Hari Jum’at kemarin, seorang kawan bertanya tentang rencana mudik saya. Soal kapan, moda transportasi apa yang akan digunakan, tujuan mudik, dan 1 pertanyaan yang agak tidak biasa bagi saya. “Masih pake ransel ?” , begitu tanyanya. Dan otomatis saya pun nyengir sambil mengiyakannya. “Masih pake yang gede itu ?”, tanyanya lagi. Ya tergantung lah, untuk pergi kemana dan berapa lama bepergiannya.

Ada apa dengan ransel ? Bukan, ini bukan sekuel film Ada Apa Dengan Cinta sih. Saya malah bersyukur ada orang jenius yang menemukan ransel Idea. Oh iya, jadi sebetulnya siapa ya penemu tas ransel ini, ada yang tau ?Thinking Tas yang nyaman dan membuat kedua tangan saya masih bebas melakukan apa saja, tanpa sibuk menjinjing atau menyeretnya. Dan saya sepertinya masih merasa minder untuk menggunakan tas koper seperti milik pilot atau mbak-mbak pramugari yang cantik-cantik itu, berjalan sambil menyeretnya, seperti tereliminasi (masih terpengaruh salah satu acara kontes nyanyi di tv).

Bahkan untuk ngantor sehari-hari pun saya lebih memilih tas ransel daripada model tas kantoran.  Selain alasan kenyamanan, mungkin 1 lagi terasa lebih santai, casual. Saking sukanya sama jenis tas ini, dulu sempet punya beberapa tas ransel dengan ukuran yang berbeda-beda, tapi sekarang di kost tinggal 2 saja. Tapi pengen beli lagi Big Grin

*gambar hasil googling lalu dipermak sedikit dengan poladroid*

Tags: , , , ,

August 21, 2011 0

Korupsi

By in catatan hari ini, opini

Beberapa hari yang lalu ngobrol dengan salah seorang rekan kerja yang sekarang sudah pindah tugas ke daerah. Ngobrol tentang korupsi. Kata bapak itu, korupsi di negeri kita ini sudah membudaya dan turun temurun. Dan itu bukan cuma monopoli PNS ataupun pejabat pemerintahan. Mungkin semua sendi kehidupan di negeri ini sudah terkontaminasi oleh korupsi. Dari hal-hal kecil, memberi sejumlah uang tertentu untuk melicinkan urusan kita, ngurus KTP, SIM, beli tiket lewat calo, lalu mencuri daya listrik melebihi dari daya yang seharusnya tapi membayar tagihan listrinya tetap kecil, itu semua kan bukan cuma urusan sogok-menyogok, tembak-menembak, atau curi-mencuri biasa. Itu bagian dari korupsi yang sudah mendarah daging.

Dan saya pun bertanya, lalu kalau sudah separah itu, kira-kira solusinya seperti apa. Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

August 20, 2011 0

Mimpi

By in catatan hari ini, mimpi

Meskipun bermimpi itu gratis, dan siapapun boleh bermimpi setinggi langit. Tapi tak berarti semua orang harus bermimpi yang tinggi kan ? Tidak semua orang harus punya mimpi untuk bisa mendapatkan beasiswa sekolah di luar negeri karena terinspirasi cerita-cerita dalam novelnya Andrea Hirata maupun A.Fuadi kan ? Semua orang berhak bermimpi, tapi mimpi setiap orang itu tidaklah sama.

Dan saya adalah salah seorang yang tidak punya mimpi untuk itu. Bukan karena saya takut untuk bermimpi, atau miskin mimpi. Mimpi saya bukan itu, dan saya tidak berangan-angan untuk bisa sekolah di luar negeri kalau jalan-jalan ke luar negeri, iya bolehlah.

Sesederhana apapun mimpi seseorang, kita tak berhak untuk memandangnya rendah meski dia hanya menggantungkan mimpinya sebatas langit-langit kamarnya.

Tags: , , ,

August 17, 2011 0

Nyaring di luar, sepi di dalam

By in catatan hari ini, iseng usil, opini

Mungkin saya lagi kesambet sampai bisa bikin 3 postingan dalam waktu kurang dari 2 jam malam ini. Tapi semua yang saya tulis ini sebetulnya sudah lama mengendap di dalam kepala. Dan saya tidak suka menyimpan lama-lama pikiran yang menyebalkan buat saya dalam kepala saya. Itu menyiksa diri namanya. Semoga dengan menuliskannya disini nanti tidak jadi pikiran saya lagi.

Polisi lalu lintas mengadakan razia, lalu karena hal yang sampeyan anggap sepele, yaitu tidak menyalakan lampu utama saat mengendarai motor, dan akhirnya sampeyan ditilang. Karena kejadian itu sampeyan pun mengeluarkan sumpah serapah, ngumpat-umpat bahwa polisi busuk, kerjanya malakin pengguna jalan. Opo yo sampeyan masih bakal ngumpat-ngumpat kalau ternyata bapak sampeyan juga berprofesi sebagai polisi ?

Sampeyan jadi mahasiswa, lalu ikut demo menuntut hukuman mati untuk para koruptor. Eh ternyata, ndilalah, orangtua sampeyan tersangkut kasus korupsi. Apa yo sampeyan masih berapi-api untuk menuntut menghukum mati para koruptor ?

Mungkin sekarang kita bisa saja bilang, iya memang kok semua polisi itu busuk, semua koruptor harus diberi hukuman mati biar kapok, itu karena sampeyan berada di luar lingkaran. Apa sampeyan bisa berucap yang sama jika sampeyan berada di dalam lingkaran itu ? Jangan sampai sampeyan termakan omongan sampeyan sendiri. Jangan nyaring saat di luar, tapi lalu diam membisu saat berada di dalam.

Tags: ,