clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

Archive for the ‘bemo’ tag

Balapan Bemo

13 comments

Sebelumnya saya pernah menulis tentang bemo di sini. Dan di sekitar kantor saya sampai hari ini masih ada beberapa bemo yang sering mangkal, mengangkut penumpang ke arah pasar Bendungan Hilir ataupun ke arah pasar Tanah Abang. Penumpangnya kini makin sepi, tak jarang sopirnya mangkal lama tanpa mendapatkan penumpang 1 orang pun. Dengan penumpang yang makin langka, sementara ongkos yang ditarik dari setiap penumpang hanya sebesar Rp 2.500,-, sudah dapat kita bayangkan akan sulit untuk bisa menutup biaya operasionalnya per hari, lalu bagaimana bisa menyisihkan penghasilan untuk keluarga sopirnya ya ?

Kemarin saya membaca berita bahwa  Dinas Perhubungan Jakarta menargetkan pada 2011, Jakarta bebas bemo. Konon proses penertiban bemo ini sudah dilakukan sejak tahun 1996. Dan saat ini tercatat jumlah bemo yang masih beredar di Jakarta sebanyak 1.144 unit. Rencananya semua itu akan dimusnahkan. Lantas bagaimana dengan nasib para sopir bemo dan keluarganya ya ?

Read the rest of this entry »

Written by clingakclinguk

July 2nd, 2010 at 4:18 pm

Posted in catatan hari ini

Tagged with , , , ,

oto bemo

8 comments

bemo

oto bemo – bemo oto
beroda tiga – tiga beroda
berhenti tepat – tepat berhenti
di tengah-tengah kota – kota di tengah-tengah
panggil nona – nona panggil
naik segera – segera naik
nona bilang – bilang nona
tidak punya uang – uang tidak punya
jalan kaki saja – jalan-jalan saja

Dulu pertama kali mengenal lagu ini saat saya masih duduk di bangku SMP, ketika saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Biasanya dinyanyikan secara bergantian, seperti saling berbalasan.

Bemo. Hmmm….nama bemo juga mengingatkan saya pada salah seorang pentolan Warkop DKI, siapa lagi kalau bukan alm. Dono, yang di filmnya dulu sering diolok-olok berwajah seperti bemo atau hanoman.

Bemo. Angkutan umum yang satu ini juga memiliki kenangan tersendiri bagi saya. Dulu, kendaraan roda tiga yang unik ini pernah ada di Denpasar. Sewaktu masih kecil saya senang sekali jika diajak naik bemo. Wujud dan suaranya khas sekali. Dan jika diajak naik bemo maka saya akan memilih untuk duduk di bagian paling ujung belakang, di dekat tempat naik-turunnya penumpang. Kenapa? Karena dari situ saya bisa melihat bemo-bemo lain yang melaju di belakang bemo yang saya tumpangi, seperti sedang balapan mengejar bemo yang saya tumpangi. Dan itu bisa membuat saya terpingkal-pingkal saat itu. Kalau diingat-ingat lagi alasan yang membuat saya terpingkal-pingkal itu kok tidaklah lucu, tapi ya heran juga, waktu itu saya betul-betul tertawa geli melihatnya. Saya lupa tahun berapa tepatnya bemo roda tiga itu dihapuskan dari Denpasar.

Dan sekarang, di Jakarta, ternyata saya masih bisa menemukan kendaraan unik ini. Meski keberadaannya sudah mulai tergusur, hanya ada di lokasi-lokasi tertentu saja, saat ini sih seingat saya cuma ada di daerah Mangga Besar dan Bendungan Hilir. Di sebarang jalan kantor saya ada pangkalannya (foto di atas diambil dari situ). Sesekali saya masih menumpang bemo untuk ke arah pasar Benhil. Sedikit-sedikit bernostalgia mengingat masa kecil saya, hehehehe…. Ongkosnya murah, cukup 2.500 perak. Tapi saya tak bisa menemukan kelucuan itu lagi meski saya sudah duduk di belakang sambil melihat bemo-bemo yang ada di belakang bemo yang saya tumpangi. Dan suaranya pun tidak lagi terdengar unik, karena tersaingi suara bajaj.  Sulit membedakan suara bajaj dan bemo.

Bemo…bemo, nasibnya makin tersingkir, dipinggirkan, penumpang pun makin jarang, dan akhirnya hilang, seperti kelucuan yang semasa kecil saya rasakan.

Written by clingakclinguk

May 27th, 2009 at 6:22 pm