Sebelumnya saya pernah menulis tentang bemo di sini. Dan di sekitar kantor saya sampai hari ini masih ada beberapa bemo yang sering mangkal, mengangkut penumpang ke arah pasar Bendungan Hilir ataupun ke arah pasar Tanah Abang. Penumpangnya kini makin sepi, tak jarang sopirnya mangkal lama tanpa mendapatkan penumpang 1 orang pun. Dengan penumpang yang makin langka, sementara ongkos yang ditarik dari setiap penumpang hanya sebesar Rp 2.500,-, sudah dapat kita bayangkan akan sulit untuk bisa menutup biaya operasionalnya per hari, lalu bagaimana bisa menyisihkan penghasilan untuk keluarga sopirnya ya ?
Kemarin saya membaca berita bahwa Dinas Perhubungan Jakarta menargetkan pada 2011, Jakarta bebas bemo. Konon proses penertiban bemo ini sudah dilakukan sejak tahun 1996. Dan saat ini tercatat jumlah bemo yang masih beredar di Jakarta sebanyak 1.144 unit. Rencananya semua itu akan dimusnahkan. Lantas bagaimana dengan nasib para sopir bemo dan keluarganya ya ?



Turut berbagi bersama beberapa warga 
