clingakclinguk™

melihat, mendengar, dan berbagi

Archive for the ‘kampanye’ tag

muter-muter aja

8 comments

From clingakclinguk

Akhir-akhir ini, melihat iklan di tivi, di koran, di spanduk-spanduk parpol, salah satu peserta pilpres melemparkan wacana mengenai pemilihan satu putaran. Syarat pilpres 1 putaran itu berat, Syaratnya adalah apabila terdapat satu pasangan calon harus memperoleh lebih dari 50 persen suara nasional dan terdistribusi 20 persen setidaknya di 50 persen provinsi barulah pasangan capres dan cawapres itu dikatakan menang.

Tapi, kalaupun benar hal itu bisa terjadi, ya itu tak jadi soal, asal pilpresnya memang dilaksanakan dengan jujur dan adil. Jangan lantaran alasan rakyat akan lebih cepat terurus, atau menghemat biaya yang dikeluarkan untuk pemilihan presiden. Biarkan rakyat memilih karena suka dan percaya dengan program anda. So, mau pilpres-nya satu putaran, dua putaran,terserah asal jangan berputar-putar aja alias njelimet lantaran ndak ada yang ndak mau terima kekalahan atau ndak mau ngalah. Kemarin juga sempet baca spanduk bertuliskan : buat milih pemimpin negara kok coba-coba? Ini kampanye pilpres atau iklan minyak kayu putih sih?

Pemaparan program-program dari setiap kontestan pilpres masih sangatlah kurang. Yang ada cuma perang kata-kata dalam iklan. Debat pun masih banyak menggunakan bahasa-bahasa normatif. Yang sedikit-sedikit mengambil potongan kalimat dari sila-sila Pancasila, dari Pembukaan UUD 1945, ataupun dari pasal-pasalnya. Kami sudah mendapatkan itu semua di sekolah pak, bu, yang kami ingin tahu bagaimana program nyata anda untuk semua lapisan masyarakat, ndak cuma wong cilik (cuma lantaran kelompok ini mayoritas), tapi wong menengah dan wong gede juga. Dan jangan pula semua dikatakan sebagai prioritas, misal saat berkunjung ke desa-desa yang banyak petani, ngomongnya pertanian akan diprioritaskan, lalu di lain kesempatan saat diwawancarai mengenai sistem persenjataan TNI, menjawab bahwa hal itu adalah prioritas anda. Pindah, berkunjung ke pesisir pantai yang banyak nelayan, maka disana pula anda mengatakan bahwa keperluan untuk melaut bagi nelayan akan diprioritaskan, lalu yang benar-benar jadi prioritas anda yang mana?

Written by clingakclinguk

June 29th, 2009 at 3:37 pm

Namanya juga pesta, mas

9 comments

Tadi pagi, saat saya akan berangkat ke kantor, saya menemukan suasana yang berbeda di kost saya. Di depan rumah ramai bagi-bagi kaos, stiker dan bendera. Saya agak sebel karena motor saya jadi susah keluar gara-gara banyak orang. Tapi apa mau dikata, namanya juga lagi ada pesta.

Ada yang berkata, dengan nada mempengaruhi : “Jangan pilih partai X, partai X itu arogan, isinya preman semua, pilih aja partai Y, partai yang santun.”

Tapi yang saya saksikan sendiri hari minggu lalu saat ke Bandung, kemarin dan hari ini yang juga saya lihat sendiri iring-iringan konvoi simpatisan parpol yang menuju ke senayan, ah mereka sama saja, cuma beda atribut, kelakuan di jalanan sama saja, tak ada yang santun. Orang kalau sudah di jalanan, berada di dalam kelompok, sudah merasa jagoan, jalanan dianggap hanya untuknya. Yang lainnya kalau mau selamat ya minggir atau mau digebukin rame-rame? Polisi lalu lintas tampak mati kutu. Segala macam pelanggaran lalu lintas yang jelas terlihat pun dibiarkan saja. Seakan-akan mereka memaklumi pelanggaran-pelanggaran itu. Ya namanya juga lagi pesta, wajarlah kalau terjadi kegilaan sesekali. Yang saya lihat disini hanya satu, setiap partai peserta pemilu ingin show-off, menunjukkan kepada dunia, ini loh, simpatisan partaiku, lebih banyak kan daripada partaimu.

Berkumpul di lapangan, mengundang penyanyi dangdut yang aduhai, mengajak simpatisan untuk joget bersama. Lalu apa visi dan misi parpol tersebut didengar? Ah, peduli amat, visi dan misinya sama aja, yang penting joget coy. Dan sekali lagi, kita harus maklum, namanya juga pesta yang diadakan 5 tahun sekali, ya tidak apa-apa donk menghibur warga yang selama ini sudah hidup susah dengan mengajaknya joget bersama, beuh.

Kemeriahan pesta demokrasi ini ngalah-ngalahin kemeriahan perayaan hari kemerdekaan, lihat saja di gang-gang maupun jalanan di sekitar rumah kita, dipenuhi bendera, poster, spanduk, baliho, dan apalah namanya itu. Kost saya sendiri sekarang lebih mirip posko parpol. Lha pati mau bagaimana lagi, saya pun harus maklum, memaksakan diri untuk menganggap ini adalah hal yang wajar, wong namanya pesta, mas, ya wajarlah kalau banyak dipasangi hiasan disana-sini, biar meriah gitu.

Hal semacam ini yang membuat saya sama sekali tidak bersimpati dengan parpol mana pun, saya lebih memilih untuk tidak ikut berpesta daripada saya nanti ikutan lepas kendali.

Written by clingakclinguk

March 31st, 2009 at 4:38 pm