Setelah dari pagi sampe siang tadi cuaca ibukota cerah ceria, tiba-tiba awan kelabu datang menyelimuti. Angin bertiup cukup kencang. Dan akhirnya hujan pun turun. Disini (baca : kantor), hujannya tidak terlalu deras, dan tidak berlangsung lama, jadi saya pun santai-santai saja. Tapi tak lama kemudian hape saya berbunyi, ada panggilan darurat dari Pak Unang (teman kost yang sepantaran sama bapak saya). Beliau mengabari kalau di kost lagi ujan lebat, kamar saya yang sudah lama tidak pernah bocor pun akhirnya kebocoran juga.
Awalnya saya tidak begitu peduli dengan kabar darurat itu. Sambil kerja, nimbang-nimbang, pulang-enggak-pulang-enggak. Mau pulang, tanggung. Kalu ndak pulang? Ah, iya, saya harus pulang, saya harus menyelamatkan Maryamah Karpov yang tergeletak di lantai. Aduhhh…gawat kalau sampe basah, apalagi hancur berarti saya harus beli lagi, seperti nasib novel Laskar Pelangi dulu, saya terpaksa beli lagi lantaran yang pertama hancur karena basah waktu ditaruh di tas, dan saya kehujanan. Tidak mau hal itu terulang lagi, maka saya pun bergegas ke kost naik motor.

Sampai di kost, buka pintu, langsung mendapati bantal dan kasur dalam kondisi basah semua. Untungnya Maryamah Karpov berada di atas Musashi, jadi yang kebasahan cuma cover si Musashi (karena hardcover, jadi cukup dilap saja sudah kering). Alhamdulillah, Maryamah Karpov terselamatkan berkat jasa Musashi. Tapi buku-buku kuliah saya yang saya simpan di kardus tv kemungkinan ada beberapa yang rusak, saya belum sempat membongkar isi kardus itu karena harus balik ke kantor lagi. Tadi cuma ngepel sedikit. Dari plafon masih ada tetesan air yang belum juga berhenti, makanya saya tadah dengan tempat sampah. Kata Pak Unang bocor kali ini disebabkan karena talang air di atas atap kesumbat plastik, sehingga air hujannya tidak bisa mengalir dengan normal, dan terjadilah bocor ke kamar.
Terpaksa malem ini tidur menggunakan sleeping bag, entar pulang kantor masih harus bebenah kamar lagi, duhhh…malesnya.



Turut berbagi bersama beberapa warga 
