<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>clingakclinguk™ &#187; Liburan</title>
	<atom:link href="http://clingakclinguk.com/tag/liburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://clingakclinguk.com</link>
	<description>melihat, mendengar, dan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 03:04:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mancing di Lautan</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2009/11/09/mancing-di-lautan/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2009/11/09/mancing-di-lautan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 10:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[mancing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[ShareSabtu kemaren (7 November 2009) saya dan kawan-kawan pergi memancing di laut, dengan start dari Teluk Naga, Tangerang. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya, dan sebagian besar peserta dalam kegiatan memancing, apalagi di tengah lautan. Memancing di empang saja saya belum pernah. Dan kemarin itupun berangkat mancing tanpa alat pancing, percaya pada pengelola kapal saja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2009/11/09/mancing-di-lautan/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2009/11/09/mancing-di-lautan/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Sabtu kemaren (7 November 2009) saya dan kawan-kawan pergi memancing di laut, dengan start dari <strong>Teluk Naga, Tangerang</strong>. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya, dan sebagian besar peserta dalam kegiatan memancing, apalagi di tengah lautan. Memancing di empang saja saya belum pernah. Dan kemarin itupun berangkat mancing tanpa alat pancing, percaya pada pengelola kapal saja. Di kapal telah disediakan senar yang digulung pada potongan bambu, dilengkapi dengan 2 mata kail dan pemberat timah.</p>
<p><a href="http://lh4.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S29oW1Yxb-I/AAAAAAAAARU/IC41QC_zc04/s800/kapal-kayu-300x198.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-721" title="kapal kayu" src="http://lh4.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S29oW1Yxb-I/AAAAAAAAARU/IC41QC_zc04/s800/kapal-kayu-300x198.jpg" alt="kapal kayu" width="354" height="234" /></a></p>
<p>Kapal bergerak perlahan, gelombang laut belumlah terasa ketika masih di tepian, tapi makin ke tengah ritme goyangan kapal makin terasa<span id="more-720"></span>, kapal terus melaju sambil awak kapal sesekali memantau lokasi dan pergerakan ikan menggunakan alat sensor untuk mendeteksi keberadaan ikan menggunakan sebuah alat yang bagi saya itu sangat canggih, namanya fishfinder, dengan alat itu, kita bisa mengetahui jika ada ikan-ikan yang melintas di sekitar kapal kita, pada kedalaman berapa meter, suhu airnya berapa, juga kecepatan arus lautnya, canggih kan alatnya ? Saya masih penasaran dengan cara kerja alat tersebut, entah apa yang terkandung pada ikan-ikan itu sehingga alat sensor itu mampu mendeteksi keberadaannya.</p>
<p><a href="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S29oW9RruyI/AAAAAAAAARY/AFQSmvr9piw/s800/fishfinder-300x225.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-722" title="fishfinder" src="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S29oW9RruyI/AAAAAAAAARY/AFQSmvr9piw/s800/fishfinder-300x225.jpg" alt="fishfinder" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em>fishfinder</em></p>
<p>Saat merasa menemukan spot yang diharapkan, mesin kapal pun dimatikan, jangkar dilemparkan, kami pun mulai melemparkan kail-kali kami ke laut. Tak terlalu lama, kail saya disambar ikan, saya ndak tau nama ikannya, cuma seukuran 3 jari, tapi cukup menyenangkan mengingat itu adalah pengalaman pertama saya memancing di laut. Jadi meski cuma dapet ikan kecil, tetep teriak : STRIKE&#8230;.!!! (layaknya para pemancing profesional di acara mancing mania itu). Kapal terus digoyang-goyang oleh gelombang, membuat para penumpang mulai kliyengan, dan akhirnya beberapa orang pun mengeluarkan isi perutnya (<em>mabok laut</em>).</p>
<p>Menjelang waktu makan siang, nahkoda kapal pun mulai menanak nasi, ya nahkoda kapal merangkap sebagai koki juga, dan segala perawalatan masak pun berada di kabin dekat kemudi kapal. Jadi, sang nahkoda bisa mengarahkan kapal sambil menanak nasi, menggoreng ikan, bahkan mengulek sambal .</p>
<p><a href="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S29oW81HqoI/AAAAAAAAARQ/LwmBntBftFk/s800/koki-nahkoda-300x225.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-725" title="koki nahkoda" src="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S29oW81HqoI/AAAAAAAAARQ/LwmBntBftFk/s800/koki-nahkoda-300x225.jpg" alt="koki nahkoda" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em>nahkoda merangkap koki</em></p>
<p>Setelah semua masakan matang, kami pun makan bersama, wah ternyata rasanya nikmat sekali. Perut yang dari pagi tidak kemasukan nasi ini, begitu diisi nasi hangat, gurihnya ikan laut yang digoreng, ditambah pedasnya sambal, betul-betul maknyus rasanya.</p>
<p>Karena sudah cukup bosan menunggu ikan menyambar umpan irisan cumi-cumi (sepertinya para peserta tak ada yang benar-benar hobby mancing), akhirnya diputuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu pulau di gugusan <strong>Kepulauan Seribu</strong>, kapal kami menepi di <strong>Pulau Lancang Besar</strong>, beristirahat, sholat, leyeh-leyeh sambil ketawa-ketiwi karena ternyata banyak peserta cowok yang mabok laut sementara 3 orang cewek yang ikut tetap segar bugar dan ceria. Cerita-cerita, ternyata cewek-cewek itu sebelum berangkat melaut minum obat anti mual yang dipakai ibu-ibu hamil, ada juga yang meminum obat anti mabok. Sementara yang cowok, termasuk saya, tidak minum obat-obatan semacam itu salah satunya mungkin karena merasa kuat, hehehe&#8230;</p>
<p>Ya, sebagai sebuah permulaan, pengalaman memancing di lautan itu tentu tetap menyenangkan bagi saya, meski tak banyak ikan yang kami dapat. Anggap saja rekreasi. Terombang-ambing di lautan seharian itu cukup memuaskan dan melelahkan, terbukti dengan badan yang pegal-pegal, bahkan goyangan kapal itu tetap melekat pada saya hingga malam, setelah bangun tidur di keesokan harinya baru rasanya normal kembali <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2009/11/09/mancing-di-lautan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Terjun Kali</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2009/02/21/air-terjun-kali/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2009/02/21/air-terjun-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 17:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[jelajah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[dearest]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[minahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu objek wisata yang sempat saya singgahi saat berlibur di Manado adalah air terjun Kali. Terletak  di desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Lokasinya tidaklah jauh dari kota Manado. Dan mudah dijangkau dengan angkutan umum. Kita bisa kesana menggunakan anggutan umum dari Pasar Pinasungkulan yang dikenal juga dengan nama terminal Karombasan. Tinggal tanya aja disitu angkutan untuk ke Kali.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2009/02/21/air-terjun-kali/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2009/02/21/air-terjun-kali/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Salah satu objek wisata yang sempat saya singgahi saat berlibur di <strong>Manado</strong> adalah <strong>air terjun Kali</strong>. Terletak  di <strong>desa Kali</strong>, Kecamatan <strong>Pineleng</strong>, Kabupaten <strong>Minahasa</strong>, <strong>Sulawesi Utara</strong>. Lokasinya tidaklah jauh dari kota <strong>Manado</strong>. Dan mudah dijangkau dengan angkutan umum. Kita bisa kesana menggunakan anggutan umum dari <strong>Pasar Pinasungkulan</strong> yang dikenal juga dengan nama <strong>terminal Karombasan</strong>. Tinggal tanya aja disitu angkutan untuk ke <strong>air terjun Kali</strong>.</p>
<div class="captionleft"><a href="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hiFfqpBI/AAAAAAAAASA/JhcUbfFKR4M/s800/gerbang-300x225.jpg"><img class="size-medium wp-image-416 alignleft" title="gerbang" src="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hiFfqpBI/AAAAAAAAASA/JhcUbfFKR4M/s800/gerbang-300x225.jpg" alt="gerbang" width="266" height="199" /></a></div>
<p>Perjalanan dari <strong>Terminal Karombasan</strong> ke <strong>desa Kali</strong> ini cukup singkat, tidak sampai 1 jam. Angkutan umum ini melintasi pedesaan, dimana salah satu mata pencaharian penduduknya  adalah membuat kopra. Tak jarang angkutan umum yang kita tumpangi disesaki berkarung-karung kopra. Ada hal yang menyenangkan di saat melintasi pedesaan ini, yaitu kehangatan warganya, mereka begitu ramah, sepertinya sopir angkutan umum ini mengenal semua warga desa, jadi saat berpapasan dengan warga, mereka pun saling bertegur sapa. Bahkan sesekali sopir sengaja menghentikan mobilnya untuk mengobrol dengan salah seorang warga di yang sedang berada di pinggir jalan. Betul-betul suasana yang sulit saya temukan di Jakarta.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju ke lokasi objek wisata yang satu ini kita akan melewati persimpangan jalan menuju ke makam salah satu pahlawan nasional yang saat ini bisa kita lihat gambaran wajahnya di lembaran uang Rp. 5000,- (<em>lima ribu rupiah</em>), <strong>Tuanku Imam Bonjol</strong>, tokoh yang memimpin <strong>Perang Paderi</strong> di <strong>Minangkabau</strong> antara tahun 1821 hingga 1837. Setelah tertangkap, akhirnya beliau diasingkan ke Pineleng hingga akhirnya wafat pada tanggal 6 November 1864.</p>
<p>Tempat pemberhentian angkutan umum yang kita tumpangi itu tepat di depan gerbang objek wisata <strong>Air Terjun Kali</strong>. Dari situ kita harus jalan kaki menyusuri jalan setapak yang terbuat dari beton, berhati-hatilah, karena agak sedikit licin akibat ditumbuhi lumut. Di sekeliling kita disuguhi warna hijau dimana-mana. Penuh dedaunan.</p>
<div class="captionleft"><a href="http://lh4.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hu1up6jI/AAAAAAAAASI/BYqiM3qJe4g/s800/path-225x300.jpg"><img class="size-medium wp-image-415 alignleft" title="path" src="http://lh4.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hu1up6jI/AAAAAAAAASI/BYqiM3qJe4g/s800/path-225x300.jpg" alt="path" width="171" height="228" /></a></div>
<p>Dan bila kita menoleh ke belakang, akan disuguhi pemandangan lautan yang tenang, di kejauhan sana tampak <strong>Manado Tua</strong> dan <strong>Bunaken</strong>. Sesekali kalau beruntung kita bisa melihat burung dengan warna bulu yang indah bertengger di salah satu dahan pohon. Sepanjang perjalanan, kita akan melewati beberapa pos peristirahatan yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan, sudah rusak, banyak coretan disana-sini. Jalan kaki menuju lokasi air terjun ini ternyata memakan waktu lebih lama dibandingkan perjalanan naik angkutan umum dari terminal Karombasan ke gerbang objek wisata ini, hehehehe&#8230;.jadi minimal bawalah air mineral buat jaga-jaga kalau haus di tengah jalan.</p>
<p>Untuk bisa melihat dan menikmati sesuatu yang indah itu perlu perjuangan. Dan dengan perjuangan itu makin terasa indah semuanya. Benar saja, setelah berjalan jauh menyusuri jalan setapak, langkah demi langkah, akhirnya mulai terdengar derasnya air mengalir dari ketinggian, dan akhirnya takjub melihat air terjun itu. Air terjun Kali memang cantik. Derasnya air itu menjadikan air tampak berwarna putih, di dengan dikelilingi hijaunya tetumbuhan di tebingnya. Kelelahan langsung terbayar lunas oleh indahnya pemandangan ini ditambah segarnya butiran air yang membasahi kulit.</p>
<div class="captionright"><a href="http://lh5.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hiFGVumI/AAAAAAAAAR8/-FacI2sT8Cc/s800/kali-300x225.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-418" title="air terjun kali" src="http://lh5.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hiFGVumI/AAAAAAAAAR8/-FacI2sT8Cc/s800/kali-300x225.jpg" alt="air terjun kali" width="256" height="191" /></a></div>
<p>Ada sebuah jembatan kecil untuk menyeberangi aliran sungainya. Tapi karena air tejunnya terlalu deras, jadi saat melintasi jembatan ini pun kita bisa basah kuyup. Ini juga yang cukup menyulitkan untuk mengabadikan pemandangan air terjun nan cantik ini. Jadi disarankan untuk membawa kamera waterproof sehingga bisa berfoto ria dengan leluasa. Di jembatan ini pun harus tetap berhati-hati, karena jembatannya licin, dipenuhi lumut.</p>
<div class="captionleft"><a href="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hiYUB8tI/AAAAAAAAASE/JGDoUNxgm6A/s800/kali2-300x225.jpg"><img class="size-medium wp-image-417 alignleft" title="air terjun kali" src="http://lh6.ggpht.com/_JOAyW6zFP40/S2-hiYUB8tI/AAAAAAAAASE/JGDoUNxgm6A/s800/kali2-300x225.jpg" alt="air terjun kali" width="268" height="201" /></a></div>
<p>Hari makin sore, dan langit pun tampak mendung. Karena tidak ingin kehujanan, kemalaman, ditambah kehabisan angkutan umum, maka kegiatan menikmati indahnya air terjun pun harus disudahi. Terima kasih untuk <em><a href="http://mejikuhibiniu.com">nona pelangi</a></em> yang sudah menunjukkan, dan tentunya menemani saya ke tempat yang indah ini di hari Sabtu, 24 Mei 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2009/02/21/air-terjun-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hanyut di Cicatih</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2009/01/18/hanyut-di-cicatih/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2009/01/18/hanyut-di-cicatih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 07:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Cicatih]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[rafting]]></category>
		<category><![CDATA[seru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kali muncul obrolan soal rafting di antara rekan-rekan sekantor. Dan menjelang akhir tahun 2008, bapak Kasubag umum menawari saya untuk ikutan rafting yang akan diadakan bareng temen-temen kantor. Saya langsung mengiyakannya meski lokasinya belumlah ditentukan. Akhirnya di minggu pertama tahun 2009 diputuskan Sabtu, tanggal 10 Januari 2009  akan diadakan acara rafting di sungai Cicatih, Sukabumi, Jawa Barat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2009/01/18/hanyut-di-cicatih/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2009/01/18/hanyut-di-cicatih/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Beberapa kali muncul obrolan soal <em>rafting</em> di antara rekan-rekan sekantor. Dan menjelang akhir tahun 2008, bapak Kasubag umum menawari saya untuk ikutan <em>rafting</em> yang akan diadakan bareng temen-temen kantor. Saya langsung mengiyakannya meski lokasinya belumlah ditentukan. Akhirnya di minggu pertama tahun 2009 diputuskan Sabtu, tanggal 10 Januari 2009  akan diadakan acara <em>rafting</em> di sungai Cicatih, Sukabumi, Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">Hari Jum&#8217;at malam penyakit saya pun kumat. Penyakit itu adalah <em>over- anthusiastic</em>. Saking tak sabarnya menunggu esok, saya susah tidur. Penyakit yang biasa kambuh saat saya akan bepergian jauh, apalagi kalau tempat yang dituju belum pernah dikunjungi <em>*norak*</em> Akhirnya lewat tengah malam baru bisa tertidur setelah titip pesan kepada beberapa orang untuk membangunkan saya di saat Subuh.</p>
<p class="MsoNormal">Sabtu, dini hari, setelah siap-siap langsung berangkat menuju <em>meeting point</em> (baca : kantor), meski hujan dan hawa dingin masih mendera. Jam 6 pagi, setelah semua peserta berkumpul, kami pun berangkat menuju lokasi bermodalkan peta ala kadarnya dari panitia. Karena masih pagi, perjalanan sampai Ciawi terasa lancar, setelah itu agak tersendat lantaran banyaknya angkot yang berseliweran. Akhirnya jam 9-an pagi, kami sampai di posnya <a href="http://www.riamjeram.com/" target="_blank">Riam Jeram</a>, salah satu penyelenggara <em>rafting</em> di sungai Cicatih. Dari sana kami masih harus naik angkot lagi untuk menuju <em>starting point</em> kegiatan rafting kami. Aslinya untuk kesana kami akan diangkut dengan mobil bak terbuka, namun karena hujan, maka diganti dengan angkot. Tak ingin membuang waktu banyak, kami langsung kumpul, absensi (peserta total 42 orang), menitipkan barang-barang berharga, ngemil pisang goreng, mengenakan life jacket dan helm, lalu langsung beraksi di depan kamera, taraaa&#8230;..</p>
<div class="captionleft"><img class="size-medium wp-image-339 alignleft" title="foto-bareng" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/foto-bareng-300x225.jpg" alt="foto-bareng" width="300" height="225" /></div>
<p>Dari peserta sebanyak 42 orang itu dibagi menjadi 7 kelompok, dan saya mendapat kelompok pertama. Beranggotakan laki-laki semua. Dalam benak saya, ah pasti kurang seru, tak ada teriakan perempuan yang nyaring nan melengking. Sampai di tepi sungai, langsung naik di atas perahu masing-masing, mendapat brieving singkat dari Kang Budi, sang pemandu kelompok kami. Katanya yang terpenting itu kekompakan dalam tim, dan selalu ikuti aba-aba pemandu.</p>
<div class="captionright"><img src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/jeram-300x200.jpg" alt="jeram" width="302" height="201" /></div>
<p>Semua sudah siap pada posisi masing-masing, tim rescue pun sudah meluncur terlebih dahulu untuk mengecek jalur sekaligus mencicipi derasnya arus saat itu. Aman. Maka kelompok kami, sebagai kelompok pertama berangkat duluan. Kata Kang Budi, aliran sungai Cicatih ini berasal dari dua sumber, yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, <em>rafting</em> kali ini merupakan <em>adventure trip</em> yang akan menempuh jarak sejauh 12 Km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di sepanjang waktu itu kami akan menemui sekitar 20 riam. Penamaan riam-riam itu cukup unik, ada riam kuku patah, riam ngehé, riam jontor, dan masih banyak lagi. Perlu diketahui, tingkat kesulitan sungai Cicatih ini adalah kelas/grade III &#8211; IV. Kelas yang cukup sulit bagi pemula, apalagi saat itu arus sedang deras-derasnya karena di daerah sana semalaman diguyur hujan. Debit airnya pun 2 kali lipat bila dibandingkan dengan kondisi normal.</p>
<div class="captionleft"><img class="alignleft" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/ceria-300x200.jpg" alt="ceria" width="224" height="149" /></div>
<p>Tawa riang, teriakan antara rasa takut dan excited pun bermunculan saat mengarungi riam-riam di aliran air sungai bak capucinno itu. Seru, betul-betul seru. Ini lebih dikarenakan derasnya arus sungai, karena pemandangan di sekitar sungai di dominasi persawahan, iya, tidak se-eksotik pemandangan di sungai Pekalen &#8211; Probolinggo (Jawa Timur) dengan tebing-tebing tinggi di sisi kanan &#8211; kiri sungai. Dihiasi gemericik air yang mengalir dari tebing-tebingnya, pemandangan sarang kelelawar tentu dengan kelelawarnya yang bergelantungan dan bau kotorannya yang khas. Semua itu tak ada di Cicatih. Tapi ya itu tadi, di Cicatih kali ini saya dapat merasakan <em>rafting</em> bukan hanya sebagai rekreasi, tapi lebih ke rasa berpetualang.</p>
<div class="captionright"><img src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/terjang-300x200.jpg" alt="terjang" width="210" height="139" /></div>
<div class="captionright"><img src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/oleng-300x178.jpg" alt="oleng" width="210" height="139" /></div>
<p>Dalam ber-<em>rafting</em>-ria tentunya ada perahu yang terbalik. Dari 7 perahu, 2 diantaranya mengalami hal itu. Dan perahu kelompok saya salah satu korbannya. Entah pada riam ke berapa, perahu karet kami menabrak batu besar dengan dorongan arus yang kencang. Perahu pun sulit dikendalikan. Sisi kanan perahu yang menabrak batu pun terangkat, dan akhirnya terbalik. Tiga orang dapat diselamatkan dengan cepat, sisanya, termasuk saya, terbawa arus.  Saya sempat tertimpa rekan di sebelah kanan saya, lalu tertutupi oleh perahu. Sulit untuk tetap tenang saat berada di dalam air yang keruh dengan tertutup perahu. Pegangan saya hanya dayung. Saya berusaha mempertahankan dayung sebagai alat bantu saat hanyut untuk menghindari bebatuan yang bertebaran. Ternyata di tengah arus yang deras pelampung kurang berfungsi dengan baik, saya tetap berkali-kali ditenggelamkan-diangkat ke permukaan-ditenggelamkan lagi oleh arus itu. Cukup lama tak tertolong, salah seorang anggota tim rescue melemparkan tali, dan saya pun berhasil menangkapnya, tapi sayang, pegangannya putus. Disini saya level kepanikan saya pun bertambah. Doh, gimana kalau tak tertangkap oleh tim rescue. Masih tetap mengandalkan perlengkapan yang ada sembari diaduk-aduk arus Sungai Cicatih, seperti layaknya baju yang diaduk di dalam mesin cuci. Sambil mencuri-cri mengambil nafas saat terangkat, tak jarang air sungai pun ikut masuk ke dalam tubuh saya, baik lewat mulut maupun hidung. Mulai kelelahan, menjaga posisi tubuh agar tetap bisa terlentang menghadap mengikuti arah arus. Dan akhirnya tubuh saya menabrak perahu tim rescue, dan saya pun langsung ditarik ke atas perahu dengan tubuh yang lunglai setelah hanyut terbawa arus sejauh ± 300 meter.  Terkapar sejenak, lalu bangun ikut mendayung ke tepian. Alhamdulillah, saya selamat.</p>
<div class="captionleft"><img class="alignleft" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/orang-sawah-300x225.jpg" alt="orang-sawah" width="240" height="180" /></div>
<p>Karena kondisi arus yang makin deras, dengan peserta rafting yang rata-rata adalah pemula, maka tim rescue pun mengambil keputusan untuk menghentikan rafting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agak mengecewakan memang, tapi ya apa boleh buat, daripada celaka. Semua perahu pun menepi, dan kegiatan pun berubah menjadi mengarungi pematang sawah yang sempit dan licin untuk menuju tempat peristirahatan. Beberapa ada yang terpelesat dan akhirnya belepotan lumpur, hihihihi&#8230;. Di tempat peristirahatan, telah menunggu seorang bapak-bapak membawa 2 karung kelapa muda dan se-kresek gorengan. Ah&#8230;..betapa nikmatnya air kelapa muda itu dibandingkan dengan air sungai berwarna capucinno itu. Setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menyusuri sawah dan ladang, melewati perkampungan menuju tempat angkot yang akan menghantarkan kami ke <em>finish point</em>.</p>
<div class="captionright"><img class="alignright" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/lunch-300x225.jpg" alt="lunch" width="192" height="144" /></div>
<p>Sampai di finish point, perut makin terasa lapar saat mencium aroma masakan khas Sunda, tanpa basa-basi kami langsung antri untuk ambil jatah makan siang yang telah disediakan penyelenggara. Ada ayam goreng, tahu &amp; tempe goreng, sayur asem, sambal terasi, dan tentunya timun dan dedaunan untuk lalapan. Semua tampak lahap menyantap hidangan yang tersdia. Laparrrr&#8230;&#8230;..</p>
<div class="captionleft"><img class="alignleft" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/flyingfox-300x225.jpg" alt="flyingfox" width="194" height="146" /></div>
<p>Selesai makan siang, ada yang langsung berbilas, ada yang masih duduk-duduk santai menikmati semilir angin sambil melihat pemandangan sekitarnya. Saya dan beberapa orang kawan ikut antri <em>flying fox</em>. Ya, wahana <em>flying fox</em> ini sudah satu paket dengan kegiatan rafting yang kami ikuti, jadi tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk ikut bergelayutan.Tidak terlalu tinggi dan jalurnya pun tak panjang, tapi cukup menghibur kami yang tidak berhasil menyelesaikan <em>rafting</em>. Satu per satu dari kami meluncur.</p>
<div class="captionright"><img class="alignright" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/hate-rafting-300x241.jpg" alt="hate-rafting" width="168" height="135" /></div>
<p>Lalu dilanjutkan dengan acara ramah-tamah, bagi-bagi doorprize dan souvenir sambil menyaksikan slide show foto-foto <em>rafting </em>kami yang di tampilkan oleh pihak penyelenggara. Di sela-sela acara ada yang bilang kalau salah satu penyebab perahu kelompok kami terbalik adalah karena ada salah seorang anggotanya mengenakan kaos bertuliskan <strong>I Hate Rafting. </strong>Itu yang membuat penunggu sungainya marah dan akhirnya membalikkan perahu kami<strong>, </strong>hehehehehe&#8230;.<strong><br />
</strong></p>
<p>Selepas Ashar, kami pun diangkut ke lokasi awal dimana mobil-mobil kami diparkir dengan mempergunakan angkot (lagi).  Iya, memang agak kebanyakan juga naik angkotnya, hehehehe&#8230;..</p>
<div class="captionleft" style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2009/01/bubaran.jpg" alt="sebelum bubaran" width="360" height="270" /></div>
<p>Inilah sisa-sisa kesegaran kami, setelah berfoto semuanya tampak kelelahan. Sial bagi yang bertugas nyetir mobil sampai di Jakarta karena penderitaannya belumlah berakhir, hahahahaha&#8230;. Dalam satu mobil yang saya tumpangi, hanya Mbak Hanna yang tercatat orang Sunda, itupun Bandung,tak ada yang paham Sukabumi. Tanpa ada yang tahu arah jalan balik ke Jakarta, dan hanya bermodalkan peta ala kadarnya. Dengan pedenya sang supir menyetir. Kami semua melihat kanan-kiri, kok sepertinya beda dengan jalanan yang dilalui saat berangkat, jalanannya lebih halus tak berlubang. Sesekali melihat patok kilometer, Pelabuhan Ratu 18 km, lalu menemukan Pelabhuan Ratu 16 km, lho kok makin dekat? Akhirnya salah seorang dari kami turun dan bertanya ke penduduk yang sedang berada di tepi jalan. Ah, benar saja, mobil kami salah belok *doh* Kami pun putar haluan, kembali ke arah sebaliknya. Malu, masak bawa mobil berplat B tapi nanya ke orang Sukabumi arah Jakarta kemana, huahahahaha&#8230;..Gara-gara nyasar akhirnya kami pun harus rela menikmati kemacetan di daerah Cibadak. Ujung-ujungnya baru sampai di kantor lagi jam 9 malam.</p>
<p>Seru? seru banget donk. Capek? tentu saja. Kapok <em>rafting</em>? oh tentu tidak, masih pengen lagi, hihihihi&#8230;</p>
<p>Oh ya, selama ini saya tahunya Citatih, tapi ternyata itu salah, yang betul Cicatih, ada yang tahu arti dari kata Cicatih ini kah? Selain itu, sambil ngetik postingan ini tadi saya menemukan <a href="http://www.faji.org/?" target="_blank">FAJI</a>, Federasi Arung Jeram Indonesia. Dari sini kita bisa dapat pengetahuan baru tentang <em>rafting</em> alias arung jeram.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2009/01/18/hanyut-di-cicatih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>oleh-oleh lebaran</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2008/10/06/oleh-oleh-lebaran/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2008/10/06/oleh-oleh-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[ShareSaya ingin berbagi oleh-oleh dari kampung, oleh-olehnya tentu saja bukanlah makanan khas ataupun cinderamata, melainkan sebuah cerita.  Sudah lama saya tidak mudik ke tanah Jawa dan merasakan langsung kekentalan tradisinya. Bahkan mungkin baru mudik kali inilah saya betul-betul disadarkan bahwa saya juga tidak bisa lepas dari tradisi Jawa. Sebetulnya saya tidaklah tahu betul yang mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2008/10/06/oleh-oleh-lebaran/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2008/10/06/oleh-oleh-lebaran/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Saya ingin berbagi oleh-oleh dari kampung, oleh-olehnya tentu saja bukanlah makanan khas ataupun cinderamata, melainkan sebuah cerita. </p>
<p>Sudah lama saya tidak mudik ke tanah Jawa dan merasakan langsung kekentalan tradisinya. Bahkan mungkin baru mudik kali inilah saya betul-betul disadarkan bahwa saya juga tidak bisa lepas dari tradisi Jawa. Sebetulnya saya tidaklah tahu betul yang mana dikatakan sebagai tradisi Jawa dan bukan, karena saya tidak dibesarkan disana, tapi karena kemarin saya mengalaminya di Jawa maka saya menyebutnya sebagai tradisi Jawa. </p>
<p>Pertama kali membayarkan zakat sendiri dengan cara yang menurut saya terbilang unik. Di kampung, zakat dalam wujud beras lebih mendominasi dibandingkan dalam bentuk uang. Di saat kita membayarkan zakat, maka amil zakat akan mengambil sedikit beras zakat kita, lalu membacakan do&#8217;a dalam bahasa Arab dan Jawa halus sambil menjabat tangan kita yang intinya do&#8217;a agar zakat tersebut bisa membersihkan diri kita, dan kita diminta untuk melafalkannya juga, mirip ijab kabul pernikahan.</p>
<p>Di saat malam takbiran, kebetulan di kampung mati lampu. Kampung yang jika tidak mati lampu saja begitu sepi, ini ditambahkan dengan gelap gulita. Suara takbir seperti enggan untuk diteriakkan dengan lantang. Hanya beberapa orang saya yang berdiam diri di <em>langgar </em>mengikuti takbiran. Ternyata takbiran di dalam kegelapan memberikan nuansa yang tersendiri, begitu terasa, bukan hanya sekedar teriakan kalimat takbir.</p>
<p>Keesokan paginya mengikuti sholat Id di sebuah masjid yang tidak jauh dari rumah nenek. Peserta sholat tidak sebanyak di kota, masjid dengan ukuran halaman yang tergolong tidak besar itu masih mampu menampungnya. Semua peserta begitu tertib mengikuti rangkaian acara hingga khotib menyelesaikan khotbahnya yang menggunakan bahasa Jawa halus (lagi-lagi saya tidak begitu mengerti isi dari khotbah itu).</p>
<p>Selesai sholat Id, langsung berkeliling kampung, mengunjungi sanak saudara. Ternyata hampir seisi kampung itu punya hubungan saudara dengan keluarga saya, entah itu dari kakek buyutnya, dari kakek-neneknya, dari besanan, dan lain sebagainya. Tidak cukup hanya sehari untuk bersilaturahmi dengan mereka semua. Itu yang membuat hari-hari saya terasa begitu sibuk. Kalau tidak menerima tamu-tamu, maka saya bersama keluargalah yang berkunjung ke rumah mereka. Saling kunjung mengunjungi ini dilakukan berdasarkan tingkatan usia. Semakin muda usia, maka bersiap-siaplah untuk berkeliling mengunjungi saudara-saudara yang lebih tua. Dan ukuran tua-muda itu juga tidaklah didasarkan pada usia kita saya, tapi juga pada usia orangtua, atau bahkan kakek-nenek kita. Disinilah saya seringkali merasa kikuk. Suatu waktu bisa saja saya diharuskan untuk menyapa seseorang yang usianya lebih muda dari saya dengan embel-embel &#8220;mas&#8221; atau &#8220;mbak&#8221; atau bahkan &#8220;pakdhe&#8221;, &#8220;budhe&#8221;, &#8220;paklik&#8221;,&#8221;bulik&#8221; di depan namanya hanya lantaran orang itu adalah anak atau cucu dari kakaknya nenek/kakek saya. Bisa juga sebaliknya, saya dipanggil dengan embel-embel &#8220;mas&#8221; di depan nama saya oleh seorang laki-laki yang usianya cukup jauh lebih tua daripada saya lantaran orang itu adalah anak atau menantu dari adik bapak saya. Semoga kalian mengerti saat membaca penjelasan saya yang cukup njelimet ini, tapi itulah Jawa.</p>
<p>Di setiap acara silaturahmi itu yang dibicarakan sebagian besar adalah tentang cerita-cerita masa lalu, orang-orang tua itu saling bercerita tentang bagaimana kita di waktu kecil dulu, juga tentang kenakalan-kenakalan orang tua kita di masa kecil mereka. Dari situlah saya tahu dari mana saya mendapatkan sifat keras kepala. </p>
<p>Buat orang-orang di kampung, lebaran kemaren itu bukanlah puncak kemeriahan dari lebaran. Puncaknya baru besok, hari ke-7 di bulan Syawal, disinilah pesta ketupat diadakan, di setiap membuat ketupat dan opor ayam. Sehingga seringkali hari ke-7 di bulan Syawal itu disebut dengan hari raya <em>kupatan</em> atau ada juga yang menyebutnya sebagai hari raya <em>Syawalan </em>(bukan swalayan). Tidak hanya dimeriahkan dengan ketupat, tapi juga kegiatan pergi ke laut beramai-ramai. setahu saya tidak ada ritual khusus yang dilakukan oleh mereka di laut sana, hanya pergi kesana dengan segala macam cara, naik truk, naik motor atau bahkan berjalan kaki naik turun bukit berkilo-kilo meter jauhnya, kemudian makan lontong bersama, mandi di laut bagi yang berani dengan derasnya ombak pantai selatan, kemudian pulang. Meski tidak ada aktivitas ritual khusus yang diadakan disana, tapi acara pergi ke laut dan makan ketupat disana di hari raya Kupatan itu sudah menjadi ritual tersendiri. Tidak ada yang bosan untuk pergi kesana setiap tahun, selalu saja seperti ada magnet yang menarik ribuan orang untuk datang beramai-ramai ke laut.</p>
<p>Hiruk-pikuk lebaran pun usai, kembali ke kehidupan normal. Aktivitas dimulai sejak Subuh. Usai sholat, maka setiap orang di rumah mbah akan mengambil perannya masing-masing. Mbah akan sibuk di dapur, suami adik sepupu saya sibuk mengeluarkan sapi dan <em>embeng, </em>si anak sapi dari kandang ke halaman belakang, membersihkan kandang dari kotoran sapi lalu menyiapkan peralatan tempurnya untuk menaiki beberapa puluh pohon kelapa untuk mengambil air nira sebagai bahan untuk membuat gula merah. Dan adik sepupu saya sibuk menyapu dan merapikan rumah yang kemudian dilanjutkan menyapu halaman yang cukup luas,lalu diteruskan untuk memasak air nira hingga menadi gula merah. Saya agak sulit untuk ikut berbaur menyibukkan diri, karena saya tidak tahu harus melakukan apa. Beda dengan bapak-ibu saya yang begitu datang, mereka juga langsung ikut terbawa dalam kesibukan keseharian itu. Siklus kesibukan seperti ini terjadi 2 kali dalam sehari, padi dan sore hari. Dan begitu jam 8, mereka semua akan bersiap untuk beristirahat. Iya, di kampung sulit untuk tetap bertahan terjaga hingga tengah malam, baru jam 8 malam saja, rasa kantuk sudah bergelayut di kelopak mata. </p>
<p>Berlibur lebaran selama seminggu di kampung betul-betul membuat saya seperti sedang menyelami dan merasakan langsung cerita di dalam Para Priyayi-Umar Kayam maupun Canting-nya Arswendo Atmowiloto. Ada rasa senang karena bisa sedikit banyak bisa merasakan langsung tradisi Jawa, menjadi bagian di dalamnya, tidak hanya mengetahui dari kedua novel itu, tapi di sisi lain ada rasa kikuk, riweh dengan segala tetek-bengek tradisi itu. </p>
<p>Buat semuanya, selamat bekerja kembali ya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2008/10/06/oleh-oleh-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wiken yang melelahkan</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2008/07/09/wiken-yang-melelahkan/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2008/07/09/wiken-yang-melelahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 10:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[ShareWiken kemaren adalah wiken yang paling melelahkan, apalagi buat bapak dan adik saya yang sedang berlibur ke sini. Acara ngubek-ngubek Jakarta dimulai hari Jum&#8217;at setelah saya pulang kantor. Abis magrib langsung menuju ke PRJ di Kemayoran dengan naik bajaj. Hahahaha&#8230;adik saya ketawa-ketawa sepanjang perjalanan lantaran itu adalah pengalaman pertamanya naik bajaj. Masuk PRJ, muter-muter sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2008/07/09/wiken-yang-melelahkan/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2008/07/09/wiken-yang-melelahkan/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Wiken kemaren adalah wiken yang paling melelahkan, apalagi buat bapak dan adik saya yang sedang berlibur ke sini. Acara ngubek-ngubek Jakarta dimulai hari Jum&#8217;at setelah saya pulang kantor. Abis magrib langsung menuju ke PRJ di Kemayoran dengan naik bajaj. Hahahaha&#8230;adik saya ketawa-ketawa sepanjang perjalanan lantaran itu adalah pengalaman pertamanya naik bajaj. Masuk PRJ, muter-muter sekitar 2 jam, tanpa beli apa-apa, cuma liat-liat doank. Udah puas dengan hiruk-pikuk PRJ, pengen nyoba makanan khas betawi, kerak telor. Seumur-umur tinggal di Jakarta baru kali ini nyoba beli kerak telor. Langsung aja pesen 1 tanpa tanya harga. Yaaa&#8230;saya pikir pastinya ga mahal-mahal amat lah, wong cuma berbahan beras, sebutir telur bebek, serundeng, dan bawang goreng. Dan ternyata setelah jadi, saya tanya : &#8220;Berapa, bang?&#8221; Si abang tukang kerak telornya menjawab tanpa ragu : &#8220;Lima belas rebu.&#8221; Buset dah, nasi goreng kambing kebon sirih aja sekarang 18.000, masak kerak telor yang kayak bgitu doank harganya 15.000? Tapi ya sudahlah, males debat sama penjualnya, anggep aja itu emang rejekinya dia. Sepertinya untuk PRJ taon depan, pemerintah DKI Jakarta perlu membuat standarisasi harga kerak telor deh, biar penjual ga sembarangan pasang harga. Lalu dengan para pak ogah berompi tukang parkir, ini nih yang nyebelin banget, udah sengaja jalan keluar agak jauh dari PRJ, eh bgitu kami naik taksi, dianya ngeliat, trus dimintain uang parkir 1000, padahal parkir aja enggak. Kalo mau malak, ya malak aja bung, ga usah pake kedok jadi tukang parkir.</p>
<p>Dari PRJ langsung meluncur ke Benhil, pengen makan malem seafood yang mangkal di depan BCA Benhil. Menu yang enak dipesan kalo buat makan rame-rame ya kepiting, dan saya pilih kepiting saos padang, asem-manis-pedas, pokoknya mak nyussss&#8230;..ajiiieeeeeeeeebbb&#8230;. (halah campur-campur, hahahaha&#8230;). Ga terasa ternyata selesai makan udah jam sebelasan. Lalu saja ajak bapak dan adik saya untuk menyusuri trotoar sepanjang jalan Sudirman, di depan gedung Arthaloka barulah kami melanjutkan naik taksi untuk pulang. Tepat keluar dari underpass Senen, taksi yang kami kendarai dihentikan oleh polisi yang sedang melakukan razia. Saya pikir pak polisi bakal nanyain surat-surat kelengkapan mobil kepada supir taksi, eh ternyata polisi itu nanyain KTP penumpang, byuuhh&#8230;.untung bawa KTP. Sampe kost udah lewat tengah malam, cuapekkkk&#8230;. cerita hari jum&#8217;at dicukupkan sekian, karena kelanjutannya ya tidur.</p>
<p>Sabtu pagi, jam 9-an naik busway ke arah Ancol, yup, kali ini pengen ngajak adek dan bapak ke Dufan dan sekitarnya. Bgitu masuk Dufan yang notabene baru aja buka, ternyata di setiap wahananya udah banyak yang antri. Hanya beberapa yang sepi pengantri, salah satunya Halilintar. Nah daripada ga dapet naik apa-apa, maka saya ajaklah bapak dan adek saya untuk mencoba ngerasain naik Halilintar. Hehehehe&#8230;.bisa dibayangkan reaksinya setelah ngerasain Halilintar itu, bapak saya jadi ga mau nyoba wahana lainnya lagi, pusing katanya. Tapi saya masih keukeuh ngajak bapak saya untuk ikut berbasah-basah naik arung jeram. Masih blom puas liat reaksi adek, maka saya mengajaknya naik wahana yang lainnya, saya tawari naik Kicir-Kicir, Kora-Kora, Ontang-Anting, tentu Tornado juga, tapi dia menolaknya, akhirnya saya ajak naik Niagara-gara, eh dia mau. Pas udah naik perahunya, masih enak, perahu berjalan dengan cukup lambat, tapi begitu sampai di puncak dan meluncur, adik saya teriak histeris, hahahahaha&#8230;.dan akhirnya basah-basahan <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Dengan kepala yang masih cukup pening, kami bertiga masuk Rumah Miring, jadi makin sempoyongan aja. Setelah itu barulah betul-betul tidak mau naik wahana apapun lagi. Katanya Dufan itu tempat liburan yang aneh, liburan bayar mahal-mahal buat nyari penyakit. Hari makin siang, semua wahana makin padat antriannya, maka kami memilih untuk keluar. Jalan-jalan sebentar di tepi pantai Ancol, lalu ke Sea World liat-liat ikan <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Abis muter-muter di Ancol, ternyata hari masih sore, tanggung kalo pulang, maka saya mengajak mereka untuk melanjutkan jalan-jalan ke Kota Tua, melihat-lihat bangunan tua tentunya. Ada beberapa kelompok orang yang sepertinya sedang membuat foto-foto prewedding disana. Mau masuk-masuk ke museumnya ternyata udah pada tutup, batal deh. Masih belum puas jalan, naik busway dari halte Stasiun Kota sampai ke ujung, Blok M. Muter-muter nyari beberapa keperluan adek, makan malam, lalu pulang, wew, ternyata perjalanan hari sabtu itu bisa dikatakan dari ujung ke ujung, dari Ancol ke Blok M.</p>
<p>Hari minggu, semua bangun kesiangan lantaran kecapekan abis jalan seharian. Keluar udah hampir tengah hari ke Rawamangun cari tiket balik ke Denpasar. Lalu makan siang di Arion, abis itu nyambung lagi ke Stasiun Gambir. Rencananya sih cuma mau jalan-jalan di seputaran Monas, tapi saya pikir lebih baik saya mengajak adek saya ke Bogor, biar pengalaman naek KRL, soalnya di Bali ga ada kereta api, hehehehe&#8230; <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Setiba di Bogor, jalan sebentar di sekitar Taman Topi dan pasar di sebelah stasiun, beli asinan, balik lagi naek KRL ke Gambir. Dan sampe Gambir udah sore, mau pulang nanggung, lebih baik duduk-duduk dulu disana sambil nunggu pertunjukan air mancur yang baru dimulai jam 19.00 wib. Mendekati waktu pertunjukan, kami sudah mulai duduk di tepi kolam air mancur. Dan begitu pertunjukannya dimulai, wah ternyata adek saya terkagum-kagum *doenk* Abis nonton air mancur, jalan kaki ke arah Kebon Sirih, baru sampe di depan gedung Reksadana eh sendal bapak putus, akhirnya bapak nyeker ke tempat makan nasi goreng kambing yang cukup terkenal itu. Perut kenyang perjalanan pun kami lanjutkan, nyetop bajaj untuk nganter kami bertiga pulang.</p>
<p>Bener-bener wiken yang melelahkan bukan? Memakan korban berupa sepatu adek saya yang solnya udah mulai menganga, juga sendal bapak saya yang terpaksa harus dibuang begitu saja karena putus. Entah berapa kilometer perjalanan yang telah kami tempuh itu, yang jelas telapak kaki saya sekarang jadi keras, kapalan sepertinya, dan tentu ada sedikit bagian pecah-pecahnya. Dan saya bisa dibilang kelelahan, sekarang aja badan terasa meriang. Moga aja bapak sama adek tidak apa-apa, palagi mereka masih nambah perjalanan panjang ke Denpasar dengan bus pula.</p>
<p>Semoga liburan ke Jakarta-nya memuaskan dan tentunya mengesankan <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2008/07/09/wiken-yang-melelahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
