<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>clingakclinguk™ &#187; mudik</title>
	<atom:link href="http://clingakclinguk.com/tag/mudik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://clingakclinguk.com</link>
	<description>melihat, mendengar, dan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 03:04:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kenapa harus mudik ?</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2009/09/13/kenapa-harus-mudik/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2009/09/13/kenapa-harus-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 08:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Share Pastinya sekarang sudah pada mulai sibuk berkemas-kemas, pilah-pilih baju mana yang mau dibawa dan dipakai untuk berlebaran di kampung nanti. Sibuk mengatur posisi barang bawaan di dalam ransel supaya bisa muat banyak. Atau malah sudah dalam perjalanan mudik ke kampung halaman. Saya ndak tau sejak kapan budaya mudik ini dimulai, apalagi siapa pelopornya. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2009/09/13/kenapa-harus-mudik/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2009/09/13/kenapa-harus-mudik/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p><img class="alignnone" title="mudik sekampung" src="http://www.lukitowiyono.com/wp-content/uploads/2009/03/kalifah-mudik-sahara1.jpg" alt="mudik sekampung" width="362" height="309" /></p>
<p>Pastinya sekarang sudah pada mulai sibuk berkemas-kemas, pilah-pilih baju mana yang mau dibawa dan dipakai untuk berlebaran di kampung nanti. Sibuk mengatur posisi barang bawaan di dalam ransel supaya bisa muat banyak. Atau malah sudah dalam perjalanan mudik ke kampung halaman.</p>
<p>Saya ndak tau sejak kapan budaya mudik ini dimulai, apalagi siapa pelopornya.</p>
<p>Saya ndak begitu ngerti kenapa orang-orang pada rela tiap tahun “dikerjain” sama PT KAI. Rela berbaris dalam antrian yang amat sangat panjang, bahkan tak jarang harus bermalam di emperan stasiun<span id="more-684"></span>, demi selembar tiket kereta. Dan itu pun harus dilakukan jauh-jauh hari (30 hari) sebelum hari keberangkatan. Saya juga ndak ngerti kenapa ada juga yang nekad pulang ke kampung halaman menggunakan sepeda motor sekeluarga, padahal jarak tempuhnya jauh, ditambah dengan barang bawaan yang menggantung disana-sini. Yang tak punya ongkos, rela menggadaikan barang berharganya dengan harapan kelak dapat menebusnya kembali. Mudik, oh mudik. Kenapa semua orang seakan-akan rela berbuat apapun juga untuk mudik? Bahkan saya masih ingat, bapak saya pernah menitikkan air mata saat mendengarkan takbir, akhirnya kami sekeluarga pun langsung mudik sore harinya di hari pertama lebaran.</p>
<p>Saya masih tidak begitu paham kenapa lebaran harus mudik, tapi sejak tinggal di Jakarta, saya sudah terkena virus mudik, ada rasa takut ndak bisa mudik di saat lebaran. Saat ini saya masih belum rela berlebaran sendirian tanpa orangtua dan sanak saudara di tengah sepinya ibukota.</p>
<p>Saya pun berusaha untuk mencoba memahami makna dibalik mudik. Kampung halaman tempat dimana kita dilahirkan, tempat orangtua kita dan sanak saudara tinggal memiliki sifat seperti seorang ibu yang penuh kehangatan, itu yang menyebabkan anak (para pemudik) ingin selalu pulang pada pelukan ibu.Sementara  Jakarta sama sekali tak punya sifat keibuan, kota ini terlalu kejam, terlalu dingin. Tapi Jakarta ini seperti seorang ayah, di saat anak-anak kehabisan uang sakunya, maka mereka pun akan berlarian mengejar sang ayah, saling berebut meminta uang saku lagi.</p>
<p>Tanpa peduli betapa susahnya perjuangan untuk bisa mudik, meski uang hanya cukup untuk ongkos tiket, pokoknya mudik must go on. Seperti kata pitutur Jawa yang berbunyi : <strong>“MANGAN ORA MANGAN ANGGERE KUMPUL.” </strong>Yang secara harfiah berarti makan tidak makan asal kumpul. Tidak bisa makan tidaklah masalah, yang penting bisa berkumpul bersama keluarga. Lebih dalam lagi ungkapan ini ingin menegaskan adanya nilai persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan. Dalam berkumpul orang menjadi lebih bermakna manakala diterima oleh sesamanya. Bayangkan orang yang tak punya sahabat atau saudara. Dia akan kesepian, merana, hidupnya kosong, sepi dan dingin. Karena tak menginginkan demikian, maka mudik yang merepotkan pun rela dilakukannya. Karena, di saat berkumpul dengan sanak saudara, dengan para handai taulan, meskipun tak ada makanan yang dapat dimakan bersama, toh masih ada makanan lain yang bisa ‘dimakan’, yaitu kegembiraan, keceriaan,kehangatan di tengah keluarga dan saudara.</p>
<p>Menemukan makna mudik ini kok ya bikin saya jadi tambah pengen cepet-cepet mudik. Padahal tiket belum di tangan, cuti pun masih dalam tahap negosiasi, sementara lebaran sudah sebntar lagi. Apakah kalian juga pengen segera mudik? Ati-ati di jalan ya, biar selamat sampai tujuan, dan salam untuk sanak saudara di kampung halaman.</p>
<p>*tulisan ini juga saya posting <strong><a title="mudik " href="http://ngerumpi.com/baca/2009/09/13/mudik.html" target="_blank">di sini</a></strong>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2009/09/13/kenapa-harus-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat&#8230;</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2008/10/01/selamat/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2008/10/01/selamat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 01:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[SharePostingan ini saya ketik saat saya masih di kantor (kamis, 25 September 2008). Sengaja mempersiapkan ini mengingat sulitnya menemukan warnet di tanah kelahiran saya. Saat ini baru saja selesai mengikuti sholat Ied (insyaallah). Saya ingin mengucapkan  : SELAMAT IDUL FITRI 1429 H mohon maaf lahir dan batin   Selamat berkumpul dengan sanak saudara di kampung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2008/10/01/selamat/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2008/10/01/selamat/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Postingan ini saya ketik saat saya masih di kantor (kamis, 25 September 2008). Sengaja mempersiapkan ini mengingat sulitnya menemukan warnet di tanah kelahiran saya. Saat ini baru saja selesai mengikuti sholat Ied (insyaallah).</p>
<p style="text-align: left;">Saya ingin mengucapkan  :</p>
<h1 style="text-align: center;"><span style="color: #339966;">SELAMAT IDUL FITRI 1429 H</span></h1>
<p style="text-align: center;"><em><span style="color: #339966;">mohon maaf lahir dan batin</span></em></p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: left;">Selamat berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman bagi yang menjalankan ritual mudik seperti halnya saya ini. Dan semoga nanti balik dari mudik membawa semangat yang baru. Saat balik jangan sampai kelupaan KTP-nya supaya tidak terjaring operasi yustisi, hehehehe&#8230;. Buat yang ga ikut-ikutan mudik, selamat karena anda tidak perlu repot-repot mempesiapkan diri untuk beli tiket jauh-jauh hari, tidak perlu bersusah payah untuk bisa berkumpul sanak-saudara, syukurilah itu. Buat yang kebetulan tidak bisa mudik, yang sabar aja, yang penting saling mendoakan dan semuanya dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun. </p>
<p style="text-align: left;">Maaf ucapannya hanya melalui media seperti ini, takutnya jaringan telpon nanti pada sibuk semua, ah padahal masih pengen meneruskan acara kirim-kiriman kartu ucapan lebaran seperti tahun lalu. Seru, kartu-kartu itu masih ada sampai sekarang, dan tentu saja bikin senyum-senyum sendiri kalau membaca tulisan yang ada di kartu itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2008/10/01/selamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mudik yuuukkkk&#8230;..!!!!</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2008/09/26/mudikmudikmudik/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2008/09/26/mudikmudikmudik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 01:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[packing]]></category>
		<category><![CDATA[traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[SharePagi ini Jakarta sudah terasa agak lengang, kantor pun sudah mulai sunyi. Mungkin keren ya kalau menyaksikan arus mudik dari atas, melihat hiruk pikuk kendaraan berbaris, bergerak perlahan-lahan meninggalkan ibukota negeri ini. Sebuah hajatan mobilisasi besar-besaran dengan segala bentuk moda transportasi, sebuah fenomena yang unik, mudik lebaran.  Dari semalem udah sibuk beres-beres. Beres-beres alias packing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2008/09/26/mudikmudikmudik/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2008/09/26/mudikmudikmudik/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Pagi ini Jakarta sudah terasa agak lengang, kantor pun sudah mulai sunyi. Mungkin keren ya kalau menyaksikan arus mudik dari atas, melihat hiruk pikuk kendaraan berbaris, bergerak perlahan-lahan meninggalkan ibukota negeri ini. Sebuah hajatan mobilisasi besar-besaran dengan segala bentuk moda transportasi, sebuah fenomena yang unik, mudik lebaran. </p>
<p>Dari semalem udah sibuk beres-beres. Beres-beres alias packing barang-barang yang mau dibawa serta dalam backpack saya. Beberapa kali dimasukkan-dikeluarkan-dimasukkan-dikeluarkan lagi (salah satu kebiasaan buruk saat hendak bepergian). Dan proses itu baru tadi pagi saya putuskan untuk tidak melakukan bongkar pasang lagi. </p>
<p>Satu lagi kebiasaan susah tidur menjelang hari keberangkatan. Alasannya, terlalu bersemnagat dan tak sabar untuk segera menjalani aktivitas itu, dan juga takut telat ketinggalan pesawat kek, ketinggalan kereta kek, atau ketinggalan bus. </p>
<p>Masih belum bisa membiasakan diri untuk membawa camilan sebagai bekal di perjalanan. Biasanya orang-orang kan yang dipikir mau bawa camilan apa buat bekal di jalan, saya tidak, tapi untuk kali ini saya sudah menyiapkan camilan buah jeruk (muncul pertanyaan: camilan kok jeruk?) ya mau bawa duren monthong ribet sih. Intinya saya lebih suka ngemil buah-buahan daripada ngemil snack yang ga jauh beda sama kerupuk itu, bikin haus aja. Tapi kalau ada temen perjalanan yang bawa snack dan menawari saya, tentu saya tidak menolak donk, kan ga baek menolak rejeki, hahahahahaha&#8230;.</p>
<p>Semoga liburan kali ini menyenangkan. Sayang sekali saya masih belum juga bisa mewujudkan impian untuk memboyong kamera serius itu. Sampai sekarang masih tetap mengandalkan kameranya SE W810i. Tempo hari hape ini sudah mengkhawatirkan, bisa mati sendiri, padahal baterainya masih full. Tapi untunglah sekarang sepertinya sudah sehat lagi.</p>
<p>Hmmm&#8230;ngapain lagi sampe jam 10-an entar. Niatnya sih entar jam 10, mau pamit pulang, sedikit beresin kamar, terus berangkat ke Rawamangun, jumatan disana aja soalnya jadwal busnya berangkat jam 1 siang. Mari mudiiiikkkkkkkkkkkkkkk&#8230;&#8230;selamat berlibur smuanyaaaaaaaa&#8230;&#8230; Oh iya, <a href="http://flowflow.wordpress.com/">fri</a>, kita ketemuannya kapan?</p>
<p>Waaahhh&#8230;kirain kerjaan sudah habis, ternyata baru dateng lagi 2 berkas yang baru didisposisikan ke saya, kerja dulu ahhhh&#8230;biar mudiknya tenang <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2008/09/26/mudikmudikmudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakdhe, angpawnya donk&#8230;</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2008/09/17/pakdhe-angpawnya-donk/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2008/09/17/pakdhe-angpawnya-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 10:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[angpaw]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[ShareTadi mampir ke blognya pak sastro a.k.a Kugelfang a.k.a KGF, baca postingannya tentang persiapan mudik lebaran. Salah satu yang perlu disiapin adalah angpaw. Dan saya baru sadar, saya sudah mempunyai beberapa orang keponakan, hmmmm&#8230;..saya ingat-ingat dulu berapa ya jumlah keponakan saya? Hah? kalau ga salah hitung ternyata sudah 7 orang. Banyak juga yah. Sudah lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2008/09/17/pakdhe-angpawnya-donk/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2008/09/17/pakdhe-angpawnya-donk/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Tadi mampir ke blognya <a href="http://kugelfang.wordpress.com/about/">pak sastro a.k.a Kugelfang a.k.a KGF</a>, baca postingannya tentang <a href="http://kugelfang.wordpress.com/2008/09/17/sembilan-hari-lagi/">persiapan mudik lebaran</a>. Salah satu yang perlu disiapin adalah angpaw. Dan saya baru sadar, saya sudah mempunyai beberapa orang keponakan, hmmmm&#8230;..saya ingat-ingat dulu berapa ya jumlah keponakan saya? Hah? kalau ga salah hitung ternyata sudah 7 orang. Banyak juga yah. Sudah lama tidak berkunjung ke Lumajang, sebagaian besar saya belum tahu wajah-wajah keponakan saya itu. Ah, akhirnya nanti saya bakal dikenalkan dengan embel-embel Pakdhe di depan nama saya <img src='http://clingakclinguk.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Tapi kok rasanya gelar itu ketuaan bagi saya *halah* Enaknya dipanggil apa ya? Panggilan Om, saya tidak suka, otak saya seringkali otomatis berkonotasi negatif kalo denger kata Om. Ada ide?</p>
<p>Padahal dulu waktu masih kecil senang sekali ke Lumajang pas lebaran. Alasannya ya karena di saat itulah hampir seluruh keluarga besar bapak-ibu saya berkumpul. Dengan memiliki 3 pasang kakek-nenek saja itu sudah memberikan pemasukan yang lumayan, maklum merekalah donatur angpaw terbesar saya, hahahaha&#8230;..apalagi saat itu saya masih cucu satu-satunya. Belum lagi dari para paklik dan bulik. Masa-masa itu sudah berlalu. Sekarang, yang tersisa tinggal 2 orang nenek, tapi bertambah precil-precil itu. Ternyata sudah tiba giliran saya untuk jadi donatur angpaw buat keponakan-keponakan.</p>
<p>Ngetik postingan ini kok ya bikin makin tidak sabar untuk segera ketemu mereka. Sekaligus deg-degan juga, hehehehe&#8230;.. deg-degannya lebih dikarenakan kagok kalo dipanggil Pakdhe betulan, hihihihi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2008/09/17/pakdhe-angpawnya-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>romantisme ibukota menjelang puasa</title>
		<link>http://clingakclinguk.com/2008/08/29/romantisme-ibukota-menjelang-puasa/</link>
		<comments>http://clingakclinguk.com/2008/08/29/romantisme-ibukota-menjelang-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 12:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clingakclinguk</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[antri]]></category>
		<category><![CDATA[gambir]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[pasar senen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clingakclinguk.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[ShareIni adalah salah satu alasan kenapa saya kurang suka tinggal di Jakarta. Saat-saat menjelang puasa begini, puasanya aja belum, orang-orang sudah panik nyari tiket buat mudik lebaran nanti. Sedikit banyak saya jadi terpengaruh juga dengan ritme ini. Ikutan latah panik nyari tiket buat mudik. Dan rencananya lebaran kali ini saya tidak ke pulau seberang, cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="socialize-in-content" style="float:right;"><div class="socialize-in-button-right"><script type="text/javascript">
			<!-- 
			tweetmeme_url = "http://clingakclinguk.com/2008/08/29/romantisme-ibukota-menjelang-puasa/";
			tweetmeme_source = "tweetmeme";
			//-->
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js"></script></div><div class="socialize-in-button-right"><a name="fb_share" type="box_count" share_url="http://clingakclinguk.com/2008/08/29/romantisme-ibukota-menjelang-puasa/" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></div></div><p>Ini adalah salah satu alasan kenapa saya kurang suka tinggal di Jakarta. Saat-saat menjelang puasa begini, puasanya aja belum, orang-orang sudah panik nyari tiket buat mudik lebaran nanti. Sedikit banyak saya jadi terpengaruh juga dengan ritme ini. Ikutan latah panik nyari tiket buat mudik. Dan rencananya lebaran kali ini saya tidak ke pulau seberang, cukup di pulau ini saja, cuma bergeser mendekati ujung sebelah timur sana saja. Dan saya pikir untuk perjalanan itu yang enak ya ditempuh dengan kereta api. Karena belum berpengalaman dalam hal ini, tentu saja saya tanya sana-sini. Katanya tiket baru bisa dipesan 30 (tiga puluh) hari sebelum hari keberangkatan, loket pemesanan dibuka setiap harinya dari jam 7 pagi, kemudian ada beberapa lokasi tempat pemesanan, termasuk nomer telepon bila ingin pesan tiket via telepon. Sementara pemesanan tiket kereta api secara online melalui internet sejauh ini sepertinya belum bisa. Tentu saja saya coba yang paling mudah dulu, telepon kesana kemari ke tempat-tempat yang konon menyediakan tiket kereta api. Hasilnya, nihil, ada yang nyambung tapi dicuekin alias tidak diangkat, ada yang tidak ada nada sambungnya sama sekali, ada yang bernada <span style="text-decoration: line-through;">sok</span> sibuk. Dan saya pikir, saya perlu terjun langsung ke lapangan kalo keadaannya demikian. Semalam, pulang kantor saya pun langsung meluncur ke Stasiun Gambir. Ternyata tiket kereta api jurusan ke Surabaya dan Malang rata-rata sudah habis terjual sampai dengan pemberangkatan tanggal 27 September 2008.</p>
<p><a href="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2008/08/gambir1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-131" title="nginap demi tiket" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2008/08/gambir1-300x225.jpg" alt="" width="310" height="235" /></a><a href="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2008/08/gambir.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-128" title="sta.gambir" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2008/08/gambir-300x216.jpg" alt="" width="310" height="235" /></a></p>
<p>Orang-orang yang sedang pada lesaehan itu bukannya lagi kopdaran, tapi lagi pada ngantri di depan loket, yang baru buka keesokan paginya. Saya sendiri tentu tidak ikutan nginep disana, lha saya kan masih harus ngantor. Pulang dengan tangan hampa, perut lapar. Mampir makan di belakang Stasiun Gambir di dekat bus Damri jurusan Cengkareng itu, ada menu rawon. Dan saya pun memesannya, ternyata oh ternyata, rawonnya amat sangat mengecewakan, cuma kuahnya saja yang kehitaman, tapi rasanya sama sekali bukan rawon, huh, neyesel makan disana.</p>
<p>Sampe rumah mikir-mikir strategi apa yang akan saya gunakan agar bisa dapet tiket Gajayana untuk tanggal 28 September 2008. Bangun pagi-pagi, ke kantor dulu, absen, terus ijin untuk ke Stasiun ngantri tiket lagi. Itu yang saya lakukan tadi pagi. Kali ini saya ganti lokasi, ke Stasiun Pasar Senen. Sampe disana jam 7 kurang, loket belum buka, tapi antrian sudah sepanjang <em>ular naga panjangnya bukan kepalang meliak-liuk ujungnya entah dimana.</em></p>
<p><a href="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2008/08/senen.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-130" title="sta.pasar senen" src="http://clingakclinguk.com/wp-content/uploads/2008/08/senen-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Ikut masuk antrian, harap-harap cemas, sambil tetap nyoba-nyoba telpon semua nomer reservasi online, ah ternyata sama saja,  tidak menghasilkan.  Baru antri tidak sampai 30 menit, ada yang mengumumkan dengan TOA bahwa tiket kereta api jurusan Surabaya dan Malang sampai dengan pemberangkatan 28 September 2008 sudah habis. Ahh&#8230;.tentu ini mengecewakan bagi saya dan para pengantri lainnya. Saya pun melangkah pergi dengan gontai.</p>
<p>Ternyata seperti inilah romantisme ibukota menjelang lebaran, saya pikir sampai 5 tahun kedepan pun hal seperti ini masih akan tetap happening. Mungkin tidak ya perusahaan swasta juga diperbolehkan untuk mengoperasikan angkutan jenis kereta api ini, supaya tidak dimonopoli oleh PT. KAI sendiri ? Saya pikir disitulah asal-usul masalahnya.  Kita jadi tidak punya pilihan kereta lain selain naik kereta apinya PT KAI. Beda dengan moda transportasi seperti bus maupun pesawat terbang.</p>
<p>Belum lagi masalah calo. Saya kok tidak melihat keseriusan pemberantasan calo dari pihak PT KAI ini yah?  Semalam saya masih ditawari tiket oleh beberapa calo. Padahal di sekitar situ banyak aparat keamanannya. Kenapa tidak ditindak langsung ketika melihat gerak-geriknya. Apa mereka semua itu tidak ada yang melihat seorangpun? Apa saya musti melaporkannya dulu baru calonya ditindak? Wah keburu babak belur saya dikeroyok sama gerombolan calo itu. Akhirnya saya berpikir, oh aparat keamanan itu cuma bertugas mengamankan antrian saja supaya tidak saling berebut, sudahlah. Lalu calonya? sudahlah, jangan berharap dari petugas keamanan itu, kalau ga mau ada calo ya hentikanlah budaya membeli tiket melalui calo.</p>
<p>Intinya, sejauh ini bagi saya, pelayanan kereta api masih sangat jauh dari kata memuaskan. Itu baru dari sisi pemesanan/pembelian tiket, belum lagi gimana keretanya, sarana dan prasarana pendukungnya. Ah, sudah banyak yang membahas hal itu, saya tak perlu menambahinya. Lagian saya ngomel-ngomel begini juga lantaran saya tidak dapet tiket, kalo seandainya saya semalam atau tadi pagi berhasil memperoleh selembar tiket itu, barangkali saya tidak akan senyerocos seperti sekarang ini. Saya cuma pengen naik kereta, terasa ada sisi romantisnya disana. Lebaran masih jauh, puasanya dulu dijalanin dengan bener ya. Mudiknya juga sendirian aja kok, tinggal nyangklong backpack, berangkat deh, insyaallah sampai dan bisa berkumpul dengan semua sanak-saudara, amiennn&#8230;.SEMANGATTTTTT&#8230;. !!!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clingakclinguk.com/2008/08/29/romantisme-ibukota-menjelang-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
