Ah, syukurlah akhirnya badan udah mulai berasa fit kembali. Bulan ini betul-betul banyak kegiatan, cuma 1 weekend yang ga diisi dengan acara pergi-pergi, itu pun lebih karena lagi sakit, jadi mau ga mau harus istirohat dulu.
Weekend kemaren pergi ke Cilacap, ada temen yang nikahan disana. Abis menghadiri kondangan, trus nyari penginapan yang kira-kira tidak jauh dari lokasi objek wisata, karena memang diniatkan ke kondangan plus jalan-jalan. Rugi donk kalo pergi ke sana cuma dateng ke kondangan trus langsung balik ke Jakarta, betul ga? Hmmm….Cilacap masih tergolong kota kecil, belum begitu ramai, dan sepertinya masih blom ada mallnya *gubraks* Tapi bagi saya lebih baik demikian, ga perlu mall-mallan deh. Sepertinya alun-alun kota betul-betul dimanfaatkan oleh warga sana untuk kumpul-kumpul, mengajak anak-anak bermain, atau lokasi berpacaran bagi kaum muda-mudinya di akhir pekan.
Selain itu kami juga pergi ke pantai Teluk Penyu, sepertinya pantai ini termasuk jajaran pantai selatan deh, pantainya berpasir hitam. Ini adalah foto yang saya ambil di kala menjelang senja dengan menggunakan kamera hape.
dan yang ini adalah foto sunrise di pantai Teluk Penyu, indah bukan?
Sebetulnya sarana dan prasarana seperti toilet umum, restoran/ warung makan, toko souvenir di pantai ini sudah cukup memadai, namun seperti halnyabanyak lokasi objek wisata di Indonesia ini, perawatannya yang kurang. Terutama soal sampahnya.
Oh iya, saya juga ke Benteng Pendem, kalo yang ini tergolong objek wisata peninggalan sejarah. Cukup terawat, tapi saya kok ya merasa terganggu dengan adanya sarana-sarana tambahan di sana berupa sarana bermain seperti ayunan, prosotan, bahkan ditambah dengan adanya patung dinosaurus, yang bagi saya pribadi kok ya mengurangi nilai sejarahnya. Belum lagi ditambah dengan bangunan beberapa tangki minyak milik pertamina di sebelahnya yang segede gaban.
Jalan-jalan weekend lumayan memuaskan, kecuali perjalanan pulang ke Jakartanya, huhuhuhu…. Nyari tiket kereta, ternyata udah penuh, yang ada cuma tiket tanpa tempat duduk, akhirnya ga dibeli. Lalu mau naik bus, takutnya sampe di Jakarta tengah malam, tentu itu nanti akan menulitkan, lalu pilihan terakhir naik travel. Eh ternyata dengan naik travel, 2 hal yang kami hindari itu malah kami dapatkan, ketidaknyamanan karena mobil yang digunakan sudah lumayan uzur, trus sampe Jakarta pun lewat tengah malem. Byuuuuhh……….
Hmmm…tapi saya udah ga sabar untuk minggu depan, ke Gede, horeeeee….semangat-semangattttt….ayo, ga boleh sakit-sakit. Sampai ketemu di Gede, temans
* slogan kota ini





Turut berbagi bersama beberapa warga 
